Berita Viral

Cerita Orang tua Santri Kronologi Anaknya Disiram Air Cabai Istri Pimpinan Ponpes, Ada 4 Korban Lain

Cerita orang tua santri kronologi anaknya disiram air cabai oleh istri pimpinan ponpes, ternyata ada 4 korban lainnya.

Youtube KompasTV/Tribunnews.com
Marnita (pojok kanan) orang tua santri cerita kronologi anaknya disiram air cabai oleh istri pimpinan ponpes (pojok kiri), ternyata ada 4 korban lainnya. 

"Ada empat santri yang kena (hukuman) hanya sebatas diolesi cabai di bibir saja, mereka tidak dicukur rambut karena tidak melakukan kesalahan yang sama seperti yang anak saya lakukan," urai Marnita.

Baca juga: Tanggung jawab Ponpes Pecat Ustaz yang Lempar Kayu Berpaku ke Santri di Blitar, Serahkan ke Polisi

Nasib Istri Pimpinan Ponpes Ditangkap Usai Siram Santri Air Cabai, Korban Perih Loncat ke Bak Mandi
Nasib Istri Pimpinan Ponpes Ditangkap Usai Siram Santri Air Cabai, Korban Perih Loncat ke Bak Mandi (Youtube TribunnewsBogor.com)

Marnita menambahkan, setelah kejadian sempat meminta penjelasan dari pihak ponpes.

Sayangnya Marnita justru mendapat jawaban yang mengecewakan.

Pihak ponpes berdalih hukuman yang diberikan demi kebaikan korban sendiri.

"Saya bilang ke (ponpes), 'Kenapa anak saya harus diolesi cabai dengan cara mengikat anak saya," kata Marnita menirukan percakapannya dengan pihak ponpes.

Selain itu, Marnita juga membeberkan kronologi anaknya diolesi cabai.

Semua bermula saat korban ketahuan merokok lalu dikumpulkan dengan empat santri lain dan dicukur rambutnya hingga botak.

Istri pimpinan ponpes juga sempat mencubit pipi kanan dan kiri korban.

"Kemudian ada ancaman dari umi. Habis itu tangan korban diikat," beber Marnita.

Pelaku meninggalkan korban sebentar untuk kembali ke rumah hendak memblender cabai.

Pelaku kemudian membawa adonan cabai dengan plastik untuk dioleskan ke tubuh korban.

"Habis itu anak saya diberdirikan di tiang, baru diolesi cabai di mulut dan badan dia," kata Marnita.

Di akhir pernyataan, Marnita sudah sering menerima laporan istri pimpinan ponpes melakukan kekerasan ke santri-santrinya.

Oleh karenanya, Marnita berharap ada penyelesaian masalah secara baik antara keluarga korban dengan pihak ponpes.

"Banyak yang sudah mengatakan ada melakukan kekerasan seperti itu. Sebagai orang tua saya ingin yang terbaik, misalnya gimana keluarga dan pihak ponpes nantinya," tutup Marnita.

Halaman
123
Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved