Berita Viral

Cerita Orang tua Santri Kronologi Anaknya Disiram Air Cabai Istri Pimpinan Ponpes, Ada 4 Korban Lain

Cerita orang tua santri kronologi anaknya disiram air cabai oleh istri pimpinan ponpes, ternyata ada 4 korban lainnya.

Youtube KompasTV/Tribunnews.com
Marnita (pojok kanan) orang tua santri cerita kronologi anaknya disiram air cabai oleh istri pimpinan ponpes (pojok kiri), ternyata ada 4 korban lainnya. 

SURYAMALANG.COM, - Cerita orang tua santri kronologi anaknya disiram air cabai oleh istri pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) diungkap oleh Marnita.

Marnita selaku ibu korban, M (15) menyebut masih ada empat orang santri lain yang bernasib sama namun tidak separah anaknya. 

Empat korban santri lain hanya diolesi cabai di bagian mulut sedangkan anak Marnita dilumuri cabai dari badan sampai mulut sekaligus digunduli. 

Peristiwa itu terjadi di salah satu Pondok Pesantren di Kecamatan Pante Ceureumen, Aceh Barat dengan pelaku wanita inisial NN (40) istri pimpinan ponpes.

Marnita pun menjelaskan kondisi terbaru anaknya setelah disiram air cabai oleh pelaku. 

"Kejadian ini membuat anak saya menjadi trauma akibat dugaan kekerasan yang dilakukan oleh NN istri dari pimpinan Pesantren tersebut," kata Marnita, Jumat (4/10/2024) melansir Tribun-Medan.com (grup suryamalang).

Baca juga: Autopsi Jasad Santri yang Meninggal Setelah Dilempar Kayu Berpaku oleh Guru Ngaji Berlangsung 2 Jam

Akibat disiram air cabai, korban mengalami rasa panas dan kesakitan di tubuhnya.

Keluarga kemudian menjemput korban untuk dirawat oleh neneknya.

Marnita juga mengungkap kekejaman istri pimpinan ponpes tersebut yang sudah di luar batas.

Sebagai orang tua Marnita tidak masalah anaknya dihukum karena merokok namun kali ini perbuatan pelaku keterlaluan.

"Memang ada hukuman, tapi (biasanya) hanya sebatas dicukur rambutnya. Bukan mengolesi cabai di mulut dan di badannya," ujar Marnita.

Marnita melanjutkan, pertama kali mengetahui anaknya disiram air cabai saat korban pulang ke rumah dengan kondisi menangis.

"Dia berlari di jalan sambil nangis, teriak bahwa badannya terasa perih karena diolesi cabai oleh uminya (pelaku)," lanjut Marnita.

Marnita juga mendapatkan cerita dari anaknya, kalau masih ada empat santri lain yang juga menerima hukuman, namun tidak digunduli dan hanya diolesi cabai di bagian mulut.

"Dicukur rambut dia (hanya korban) seorang diri, dan diolesi cabai di mulut dan di badan" terang Marnita.

Halaman
123
Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved