Berita Viral

Pendapatan Fantastis Manusia Silver, Viral Gebrak Mobil saat Tak Diberi Uang Diciduk Satpol PP

Pendapatan fantastis manusia silver, viral gebrak mobil saat tak diberi uang kini diciduk Satpol PP, lebih tinggi dari gaji UMK.

Instagram @merapi_uncover/Dok. Satpol PP Kota Yogyakarta
Manusia silver (kanan) diciduk Satpol PP pendapatannya lebih tinggi dari gaji UMK, viral gebrak mobil (kiri) saat tak diberi uang. 

Meski demikian, lanjut Yudho, kedua manusia silver yang tercokok itu tetap diboyong menuju Camp Assessment Dinas Sosial (Dinsos) DIY, untuk mendapat pembinaan.

Ironisnya, Satpol PP mencatat, satu di antara dua manusia silver yang tercokok itu, sebelumnya sudah pernah diamankan oleh petugasnya.

"Salah satunya sudah pernah tertangkap juga sebelumnya. Jadi, ada pengulangan. Tapi, penanganannya seperti apa, kami serahkan ke Dinsos DIY," pungkas Yudho.

Selain permasalahan itu terungkap juga fakta mengejutkan mengenai pendapatan manusia silver di Yogyakarta. 

Menurut Yudho beberapa manusia silver yang diamankan dapat menghasilkan uang hingga Rp 600.000 per hari.

Itu artinya dalam sebulan pendapatan manusia silver di Yogyakarta bisa mencapai angka yang fantastis, sekitar Rp18 juta.

"Biasanya mereka bisa mengumpulkan Rp400.000 hingga Rp600.000 dalam sehari. Ini adalah pendapatan yang didapatkan sebelum kami amankan," kata Yudho.

Baca juga: Investigasi Dikti UIPM Tidak Terdaftar, Gelar Doktor Kehormatan Raffi Ahmad Tak Diakui Pemerintah

Dua manusia silver diamankan Satpol PP Kota Yogyakarta di Jalan Mataram, Minggu (29/9/24)
Dua manusia silver diamankan Satpol PP Kota Yogyakarta di Jalan Mataram, Minggu (29/9/24) (Dok. Satpol PP Kota Yogyakarta)

Fenomena manusia silver, yang merupakan bagian dari kelompok gelandangan dan pengemis (gepeng), menjadi perhatian pihak berwenang di Yogyakarta. 

Mereka sering terlihat di tempat-tempat ramai, seperti di sekitar Jalan Taman Siswa, dengan berbagai cara untuk menarik perhatian warga.

Termasuk dengan melakukan aksi menggebrak mobil atau mendekati pengendara yang lewat.

Menurut Yudho, pihaknya sudah mengamankan 18 orang manusia silver hingga September 2024. 

Meski demikian, Satpol PP Kota Yogyakarta mengakui penertiban ini tidak mudah, karena mereka seringkali menghilang sementara setelah razia dilakukan. 

"Mereka tahu pola kerja Satpol PP, seperti jam-jam tertentu ketika ada pergantian shift. Ini yang dimanfaatkan oleh mereka," ujar Yudho.

Meskipun telah dilakukan penertiban, Satpol PP menyatakan kewenangan memberikan sanksi terhadap para manusia silver bukan berada di tangan mereka, melainkan Dinas Sosial (Dinsos) DIY. 

Oleh karena itu, Satpol PP hanya bisa mengamankan mereka untuk selanjutnya diteruskan ke Dinsos untuk pembinaan lebih lanjut.

Halaman
123
Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved