Sosok Sopir Truk Penabrak Ayah Polisi Kini Tersangka, Bripda Fajri Nangis di TKP Kini Masih Berduka
Sosok sopir truk penabrak ayah polisi kini jadi tersangka, Bripda Fajri yang nangis di TKP korban tewas ternyata orang tua sendiri kini masih berduka.
Penulis: Sarah Elnyora | Editor: Sarah Elnyora Rumaropen
SURYAMALANG.COM, - Sosok sopir truk penabrak ayah polisi kini telah jadi tersangka setelah menewaskan satu orang dalam kecelakaan lalu lintas.
Bripda Fajri anak dari korban tewas tersebut hingga kini masih berduka apalagi dirinya yang pertama kali mengamankan Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Korban yang kondisinya sudah tidak bisa dikenali itu baru diketahui identitasnya setelah Bripda Fajri melihat Kartu Tanda Penduduk (KTP).
Begitu dilihat ternyata sosok yang tewas itu adalah ayah Bripda Fajri.
Peristiwa kecelakaan terjadi di simpang Jalan Junaidi, Kelurahan Watervang, Kecamatan Lubuklinggau Timur I, Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan, Kamis (3/10/2024) malam.
Kasat lantas Polres Lubuklinggau, AKP Marjuni menyebut sosok sopir mobil Hino Ligh Truk Tangki LPG itu adalah Irwantoni.
Irwantoni berusia 45 tahun menabrak Talimin (56), ayah Bripda Fajri anggota polisi lalu lintas di Lubuklinggau, Sumsel.
Dari penjelasan AKP Marjuni, Irwantoni kini telah ditetapkan sebagai tersangka pada Jumat (4/10/2024) atau sehari setelah kejadian.
"Ya sudah tersangka, setelah gelar Kamis (4/10/2024)," ungkap Marjuni pada wartawan, Rabu (9/10/2024) melansir TribunSumsel.com (grup suryamalang).
Baca juga: Polisi Nangis Datang ke TKP Kecelakaan Korban Ternyata Ayahnya Sendiri, Bripda Fajri Syok Lihat KTP
Penetapan tersangka setelah pelaksanaan gelar perkara dan mendengarkan keterangan para saksi di lapangan.
"Setelah gelar dan mendengar saksi segala macam langsung ditetapkan sebagai tersangka," ujar Marjuni.
Meski ditetapkan sebagai tersangka, tidak dilakukan penahanan terhadap Irwantoni karena ada jaminan dari pihak keluarga.
Hanya saja sekarang posisi tersangka ditahan di kantor lantas dan berkasnya tetap jalan.
"Kalau siang dia di sini (Satlantas Polres), intinya sekarang sudah ditetapkan sebagai tersangka," beber Marjuni.
Marjuni juga menyampaikan bila kasus kecelakaan ini menjadi atensi Polda Sumsel, bahkan dari Dirlantas Polda Sumsel turun ke lapangan melakukan cek lokasi.
"Tadi pagi sempat dilakukan pengecekan lagi, karena ada asistensi dari direktorat (Polda Sumsel)," ungkap Marjuni.
Ketika disinggung apakah ada upaya damai dari kedua belah pihak, Satlantas Polres Lubuklinggau menyerahkan kepada keluarga masing-masing
"Kalau masalah damai bukan ranah Satlantas melainkan ranah keluarga," ujar Marjuni.
Kendati begitu, Marjuni menyampaikan bila Bripda Fajri masih berduka dan sebagai pimpinan pihaknya memberikan dispensasi libur.
"Keluarganya masih syok kemarin kusampaikan liburlah dulu ku kasih waktu kurang lebih 10 hari sampai 7 hari," ungkap Marjuni pada Tribunsumsel.com, Senin (7/10/2024).
Marjuni menyampaikan apa pun bentuknya namanya musibah tidak tahu kapan akan datangnya, tentu sudah pasti seluruh anggota keluarga akan sangat berduka.
"Karena musibah tentu keluarga sangat berduka, apalagi kecelakaan seperti itu," ungkap Marjuni.
Baca juga: Kisah Pilu di Balik Video Viral Bocah Minta Dijemput Polisi di Kota Blitar, Esa Diusir Ibu Tiri

Marjuni menyampaikan, sampai sekarang belum mengetahui dari mana dan hendak kemana ayah Bripda Fajri malam itu.
"Kemarin belum sempat nanya, tapi katanya kemarin mereka ada pertemuan di Kabupaten Musi Rawas itu intinya, ada rapat," ungkap Marjuni.
Marjuni mengaku tidak bertanya langsung kepada Bripda Fajri, karena anggotanya itu sangat berduka jadi sampai selesai pemakaman pihaknya tidak enak hati untuk bertanya.
"Saya mau tanya korban seperti (sangat berduka) itu di pemakaman, sedangkan di Linggau memang ada rumah anaknya (Tiar)," ungkap Marjuni.
Marjuni pun mengulas saat kecelakaan anggotanya memang tidak tahu itu ayahnya, Bripda Fajri baru mengetahui saat melakukan evakuasi.
"Di situlah memang nimbulnya melihat identitas korban itu, taunya ketika mereka olah TKP melihat identitas diri," beber Marjuni.
Waktu kejadian, ada anggota yang berpakaian biasa melaporkan ada kecelakaan dan korban meninggal dunia.
"Anggota itu tidak berani karena melihat kondisi lukanya diprediksi meninggal dunia, akhirnya lapor petugas piket, ditambah saat itu sudah ditutup pakai plastik, dan tahunya ketika melihat identitas KTP itu bapaknya," cerita Marjuni.
Kemudian karena penasaran anggotanya ini kembali melihat motor, setelah melihat motor ternyata motor itu memang punya bapaknya.
Sementara untuk pelaku penabrak sendiri perwakilan keluarganya sudah ke rumah duka dan prosesnya sekarang tetap berjalan.
"Kalau proses hukumnya lanjut, tapi tidak tahu ke depan kalau ada titik temu antara mereka (kekeluargaan) yang penting saat ini lanjut," ungkap Marjuni.
Marjuni pun mengimbau kepada masyarakat Lubuklinggau baik kepada roda dua dan roda empat agar tetap mematuhi peraturan lalu lintas.
"Bagi kendaraan roda dua gunakan helm jangan melawan arus, bonceng jangan lebih dari satu orang dan bagi roda empat gunakan sabuk keamanan, karena kecelakaan berawal dari kelalaian," jelas Marjuni.
Baca juga: 3 Polisi di Situbondo Dipecat Tidak Hormat, Mereka Terlibat Narkoba dan Mangkir Kerja Selama Sebulan

Sebelumnya kronologi kecelakaan terjadi saat truk tangki yang dikemudikan oleh Irwantoni melaju dari arah simpang RCA menuju Simpang Periuk.
Talimin, yang mengendarai sepeda motor Honda Beat dengan nomor polisi BG 6235 GL juga melaju ke arah yang sama.
Namun, ketika sampai di lokasi, dua mobil di depan truk tangki berbelok ke kanan.
Truk tersebut mengambil lajur kiri untuk mendahului, tapi menyenggol sepeda motor Talimin dan menyebabkan korban terjatuh.
Talimin lalu tewas seketika setelah kepalanya terlindas oleh truk.
"Truk menyenggol motor Talimin sehingga sepeda motor tersebut terjatuh di aspal dan terlindas ban mobil sampai berhenti," ujar Marjuni.
Menurut Marjuni, kondisi korban sangat memprihatinkan.
"Kondisi korban sangat parah, mengalami luka remuk di kepala, kedua tangan patah, dan meninggal di tempat," jelas Marjuni.
(TribunSumsel.com/Eko Hepronis)
Ikuti saluran SURYA MALANG di >>>>> WhatsApp
sopir truk penabrak ayah polisi
Bripda Fajri
kecelakaan lalu lintas
sopir truk
ayah polisi tewas kecelakaan
polisi nangis korban kecelakaan ayahnya
suryamalang
Inilah 6 Desa di Kabupaten Aceh Tamiang Terima Dana Desa 2025 Tertinggi hingga Rp1,7 Miliar |
![]() |
---|
Thom Haye Jadi Pemain Termahal di Indonesia, Segini Gajinya Bergabung Persib Bandung |
![]() |
---|
ADA 4 Syarat Andre Rosiade untuk Pratama Arhan Sebelum Menikahi Azizah Salsha, Kini Berakhir Cerai |
![]() |
---|
Lirik Sholawat Jibril Shallallahu ala Muhammad Dibaca 1000 Kali Saat Malam Jumat, Penarik Rezeki |
![]() |
---|
Penyebab Cerai Pratama Arhan dan Azizah Secepat Kilat 2 Kali Sidang Langsung Beres, Masih Bisa Rujuk |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.