BEM FISIP Unair Dibekukan

Komentar Rocky Gerung BEM FISIP Unair Sempat Dibekukan Adalah Kedunguan 'Rektoran Ini Enggak Ngerti'

Komentar Rocky Gerung BEM FISIP Unair sempat dibekukan adalah kedunguan 'rektoran ini enggak ngerti'.

Youtube Rocky Gerung Official/SURYAMALANG.COM/ISTIMEWA
Rocky Gerung (kanan) BEM FISIP Unair sempat dibekukan adalah kedunguan 'rektoran ini enggak ngerti'. 

Kemudian di tengah era media sosial saat ini, alih-alih tindakan represif terhadap BEM FISIP Unair bisa mengendalikan situasi, justru malah membuat keramaian di masyarakat. 

"Sekarang enggak mungkin diam-diam lagi, banyak ada sosial media sekali diucapkan di sebuah potongan TikTok atau Instagram itu langsung seluruh dunia tahu," lanjut Rocky Gerung.

Rocky pun menyebut tindakan dekan Fisip Unair membekukan BEM adalah sebuah kedunguan. 

"Jadi bayangkan misalnya perilaku yang ditunjukkan oleh Dekan Unair itu akan dicatat sebagai kedunguan, sebagai yang disebut kedunguan karena dianggap bisa menghentikan" lanjutnya. 

"Enggak mungkin dihentikan, justru jadi viral maka berbondong-bondong orang untuk mem-bully dekannya atau mem-bully rektornya," pungkas Rocky Gerung.

Baca juga: UPDATE BEM FISIP Unair Dibekukan, Pertemuan Tertutup dengan Dekanat Tepat di Hari Sumpah Pemuda

Pembekuan BEM FISIP Unair resmi dicabut pada Senin (28/10/2024).

Dekan FISIP Unair, Prof Dr Drs Bagong Suyanto MSi menjelaskan maksud pembekuan BEM FISIP Unair dalam surel yang beredar pada Jumat (25/10/2024).

Sebetulnya yang dibekukan adalah Kepengurusan BEM FISIP Unair, bukan lembaganya.

Tiga orang yang secara fungsionalis dibekukan sesuai dengan hasil pemeriksaan Komisi Etik, yaitu Presiden BEM FISIP Unair, Wakil ketua BEM FISIP, dan Menteri Kajian Politik dan Kajian Srategis. 

"Tiga orang itu yang bukan dibekukan, diminta untuk tiarap dulu. Untuk tidak dulu mewakili bersuara, mewakili BEM sebagai sebuah lembaga" ujar Bagong usai melakukan pertemuan terbatas dengan pengurus BEM di kampus setempat, Senin (28/10/2024).

Untuk diketahui BEM FISIP Unair saat ini diketuai oleh Tauffahati Ullayyah Bachtiar atau yang akrab disapa Tuffa.

"Tapi tadi Mbak Tufa juga sudah menjelaskan apa yang menjadi kesepakatan dan anggota BEM yang lain juga mengamini, itu sudah didiskusikan," lanjut Bagong.

Berdasarkan pertemuan tersebut, pihaknya dan BEM sudah sepakat tidak mengembangkan kultur yang terbiasa menggunakan diksi yang kasar di dalam kehidupan politik.

"Sepenuhnya karena diksi ya, jadi pihak Dekanat itu, kami ini kan sering menulis ya" kata dosen Departemen Sosiologi FISIP Unair itu.

"Menulis yang mengkritik ketika ada penulis politisi yang menggunakan diksi yang kasar, yang menurut saya tidak mendidik bangsa Indonesia" lanjut Bagong. 

Halaman
123
Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved