BEM FISIP Unair Dibekukan

Komentar Rocky Gerung BEM FISIP Unair Sempat Dibekukan Adalah Kedunguan 'Rektoran Ini Enggak Ngerti'

Komentar Rocky Gerung BEM FISIP Unair sempat dibekukan adalah kedunguan 'rektoran ini enggak ngerti'.

Youtube Rocky Gerung Official/SURYAMALANG.COM/ISTIMEWA
Rocky Gerung (kanan) BEM FISIP Unair sempat dibekukan adalah kedunguan 'rektoran ini enggak ngerti'. 

"Nah ketika anak kami melakukan hal yang sama, tentu menjadi tugas moral kami untuk mengingatkan" terangnya. 

"Supaya tidak ikut-ikutan larut dalam kegiatan politik yang menggunakan diksi-diksi yang tidak sopan, yang kasar," imbuh Bagong.

Bagong pun paham jika BEM memiliki hak untuk menyuarakan apa yang menjadi aspirasi mereka.

Namun, pihaknya memastikan kepada BEM untuk tidak lupa marwah akademiknya.

"Saya kira Mbak Tufa dan kawan-kawan sudah dewasa ya, kami memberi kebebasan pada mahasiswa untuk menyampaikan aspirasi sosial politiknya" lanjut Bagong.

"Tentu harus bertanggung jawab, apa yang disampaikan tentu harus berdasar" sambungnya.

"Apa yang disampaikan tentu bisa menjadi sesuatu yang bisa dipertanggung jawabkan dan itu sudah disepakati oleh Mbak Tufa dan teman-teman" papar Bagong.

Baca juga: Pimpinan DPRD Jatim Soroti Pembekuan BEM FISIP Unair, Deni Wicaksono: Dinamika Kampus 

Bagong menekankan peristiwa pembekuan ini dilakukan saat akhir pekan, sehingga dialog lanjutan baru bisa dilakukan saat awal pekan depannya. 

"Seumpama tidak kemarin hari libur, mungkin tidak perlu ada surat ya, sudah bisa segera ketemu" urai Bagong.

"Saya tidak mau dalam posisi sebagai pihak yang seolah-olah membiarkan pelanggaran etika akademik terjadi" ungkapnya.

"Karena penggunaan hate speech itu, itu sesuatu yang tidak benar secara politik," tegasnya.

BEM FISIP Unair sebelumnya memasang karya seni satire berbentuk karangan bunga yang ditujukan untuk memberi ucapan selamat atas pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih di Taman Barat FISIP. 

Karangan bunga itu bertuliskan "selamat atas dilantiknya jenderal bengis pelanggar HAM dan profesor IPK 2,5 sebagai Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia yang lahir dari rahim haram konstitusi".

Pemasangan karangan bunga itu dilakukan pada Selasa (22/10) pukul 15.00 WIB dan sekitar pukul 18.45 WIB karangan bunga tersebut ditarik karena hujan.

Namun, karena ditempatkan di lokasi strategis yang banyak dilewati warga kampus, karangan bunga ini kemudian viral di platform X dan Tiktok dan mendapat banyak dukungan dari mahasiswa.

(SuryaMalang.com/Sulvi Sofiana)

Ikuti saluran SURYA MALANG di >>>>> WhatsApp 

Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved