Pilkada Malang Raya 2024

Sisi Lain Perang Jalur 'Super Maya' Pilkada, Sanusi Istighotsah, KD Ziarah, Wahyu-Ali ke Gus Iqdam

Biasanya, jika beradu elektabilitas dianggap sudah mentok, maka para calon itu mengalihkan medan pertempurannya ke 'dunia lain', jalur spritual

Penulis: Imam Taufiq | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANg.COM/imam Taufiq
Petahana Sanusi minta doa agar dimudahkan kemenangannya ke para kiai kampung usai menggelar Istighotsah di rumahnya, Gondanglegi, Rabu (6/11/2024) 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Mendekati hari H pencoblosan Pilwali atau Pilkada 2024, para calon kepala Daerah biasanya sudah mulai ngos-ngosan beradu kuat di dunia nyata mulai beralih di 'dunia lain'.

Biasanya, jika beradu elektabilitas dianggap sudah mentok, maka para calon itu mengalihkan medan pertempurannya ke 'dunia lain', yang dianggap masih terbuka lebar dan sulit dijangkau. 

Yakni, perang di dunia maya yang lebih dari 'maya' atau 'super maya', para kandidat itu mulai perang dunia spiritual yang akan difaktakan buat kepentingannya.

Seperti artis Kris Dayanti, Cawali Kota Batu, yang berpasangan sama Kresna Dewanata Phrosakh.

Ia aktif berziarah, di antaranya ke makam para mantan walikota Batu, seperti Edy Rumpoko, dan Imam Kabul, Selasa (5/11/2024).

Begitu juga Paslon nomer urut 1 di Pilwali Kota Malang, Wahyu Hidayat-Ali Muthohirin juga sama.

Mereka mulai giat sowan ke kiai, di antaranya ke Gus Iqdam, saat berlangsung pengajian di Pesantren Sabilul Taubah, Blitar.

"Terlepas dari apapun, beliau itu orang yang telah menancapkan sejarah buat kemajuan Kota Batu hingga bisa jadi seperti saat ini," tutur KD.

Bukan cuma KD, dan paslon Wahyu-Ali, yang menguatkan dirinya dari sisi spiritual, namun H Muhammad Sanusi MM,

Bupati Malang yang saat ini lagi cuti kampanye itu malah lebih dari para calon yang lain itu.

Selain, aktif bersilaturrahmi ke kiai yang punya jamaah ribuan seperti ke Gus Iqdam, Gus Kautsar, juga rutin minta doa ke para kiai khos, seperti KH Fuad Nurhasan, pemimpin Pesantren Sidogiri, Pasuruan.

"Minta doa, dan beliaunya selalu mendoakan hajat saya agar jadi kembali," ujar Sanusi saat menemui ratusan ustad yang akan menggelar Istigotsah.

Memang, lima hari ini rumah Sanusi di jalan raya Gondanglegi Kulon, Kecamatan Gondanglegi, setiap pagi buta, pintu rumahnya dibuka dengan istighotsah yang digelar oleh ratusan kiai kampung.

Tiap hari kiai yang memimpin selalu beda.

Ada kiai KH Ridlwan Al Kanma, pemimpin Pesantren Annur Alhuda, Desa Ngawonggo, Kecamatan Tajinan. Rabu (6/11/2024) pagi atau pukul 05.30 WIB, para kiai kampung, guru Madrasah menggelar istigotsah, dengsn ditutup doa oleh KH Muslich, asal Desa Druju, Kecamatan Sumbermanjing Wetan. 

"Tadi doanya ditambah, di antara ada Salawat Nariyah. Intinya, buat membuka sesuatu yang berat jadi ringan dihajat Abah Sanusi saat ini," ujar H Abdurrahman atau Abah Dur, sahabat Sanusi, yang juga mantan Ketua DPC PKB.

Abah Dur yang mantan wakil ketua DPRD Kabupaten Malang mengatakan, total sudah 700 kiai kampung yang datang ke rumah Abah Sanusi, untuk suka rela menggelar Istighotsah itu.

Belum tahu sampai kapan Isrighotsah itu akan berlangsung, namun intinya buat mendoakan Sanusi, yang berpasangan sama Lathifah Shohib itu menang.

 "Tadi pagi itu, bagian doa Istighotsah itu dibacakan kiai yang biasa gebleng atau buat kekebalan anggota Banser," pungkas Abah Dur, yang ditemani tim lainnya, Taufiq, asal Turen dan Mujib Idris, mantan Komandan Banser Kabupaten Malang.(fiq)

Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved