Selasa, 28 April 2026

Berita Malang Hari Ini

Siswa SMKN 1 Turen Malang Praktik LMS Cek Fakta

Sebanyak 30 siswa SMKN 1 Turen, Kabupaten Malang, mengikuti praktik Learning Management System (LMS) Cek Fakta, Kamis (7/11/2024).

IST
Kegiatan praktik penggunaan LMS pada 30 siswa SMKN 1 Turen, Kabupaten Malang, Kamis (7/11/2024). 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Sebanyak 30 siswa SMKN 1 Turen, Kabupaten Malang, mengikuti praktik Learning Management System (LMS) Cek Fakta, Kamis (7/11/2024). Kegiatan ini diadakan oleh Masyarakat Antifitnah Indonesia (Mafindo).

Para siswa itu adalah pegiat klub literasi SMKN 1 Turen. Mereka belajar cek fakta secara mandiri di lms.cekfakta.com. Tujuannya untuk  menangkal hoaks yang tersebar di internet.

“Setiap peserta yang menuntutaskan belajar cek fakta berhak atas sertifikat,” kata Kepala Sekolah LMS Cek Fakta Mafindo, Dimas Fadhila Aprilian Santosa dalam rilis yang diterima SURYAMALANG.COM, Kamis (7/11/2024).

Dalam kelas Cek Fakta, peserta bisa belajar mandiri dngan materi tentang fenomena gangguan informasi, verifikasi konten editan, verifikasi foto, verifikasi video dan lokasi. Aktivitas pembelajaran dimulai dengan pre test, kuis, penugasan, video, komik, infografis, poster dan post test.

Menurutnya, pembelajaran dilakukan secara sinkron. LMS Cek Fakta diluncurkan Juli 2024 dengan sasaran pelajar dan mahasiswa yang bisa belajar di manapun dan kapanpun. Ini adalah sebuah fitur edukasi berbasis internet yang bisa akses lewat gawai, tablet, dan komputer jinjing. Juga bisa diakses mandiri, kapan dan dimana pun. Meski peserta memulai bareng, namun belum tentu selesai bersamaan.

LMS Cek Fakta menyediakan dua kelas, yakni Kelas Cek Fakta dan Kelas Prebunking atau penginderaan hoaks. LMS juga menyediakan modul ajar yang bisa diterapkan belajar cek fakta secara mandiri.

“Gratis dan bersertifikat,” kata Dimas.

Wakil Kepala SMKN 1 Turen bidang kurikulum, Aulia Arie Fatmi menjelaskan generasi Z seperti para siswa, kesehariannya dekat dengan gawai. Lebih dari empat jam mereka mengakses internet dengan gawai.

“Bangun tidur yang dicari gawai. Gawai menjadi partner setiap saat,” katanya.

Sehingga dibutuhkan literasi digital untuk menangkal kabar bohong atau hoaks yang bekelindan di dunia maya. Peserta klub kelas cek fakta, katana, merupakan anggota klub literasi sekolah.

Apa yang mereka dapatkan bisa mereka tularkan dan mengajak temannya untuk belajar cek fakta dengan LMS Cek Fakta Mafindo.

Ahmad Khairil Aspia, siswa, menilai fitur LMS cek fakta mudah dipelajari. Sehingga bisa cepat belajar cek fakta secara mandiri. Siswa kelas 11 Teknik Komputer dan Jaringan SMKN 1 Turen mengaku bisa mengenali jenis gangguan informasi dan jenis hoaks.

“Juga belajar sejumlah tools yang digunakan untuk verifikasi foto, video dan lokasi,” katanya.

Koordinator Mafindo wilayah Malang, Anak Agung Ayu Mirah Krisnawati menjelaskan jika hoaks tersebar akibat rendahnya literasi digital. Litbang Mafindo mencatat sepanjang 2023 menemukan sebanyak 2.330 hoaks. Jumlah hoaks politik meningkat dua kali lipat dibandingkan hoaks sejenis.

“Sehingga Kelas Cek Fakta seperti ini harus terus disebarkan, untuk menangkal hoaks,” katanya.
 
Litbang Mafindo mencatat sepanjang menemukan 2.330 hoaks selama tahun 2023 dengan hoaks politik sebanyak 1.292, 645 di antaranya adalah hoaks terkait Pemilu 2024. Jumlah hoaks politik itu dua kali lipat lebih banyak dibandingkan hoaks sejenis pada musim Pemilu 2019 sebanyak 644. 

Sumber: SuryaMalang
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved