Kamis, 23 April 2026

Berita Malang Hari Ini

Seminar Pendidikan Peringati Hari Guru Nasional YDSF di Malang , Learning Loss Sudah Terjadi !

Yang menjadi perhatiannya adalah adanya learning loss. Tanda-tanda adanya learning loss adalah hilangnya keterampilan dan pengetahuan.

SURYAMALANG.COM/Sylvianita Widyawati
Kegiatan seminar pendidikan yang diadakan YDSF di Auditorium lantai 7 MCC, Minggu (17/11/2024). 

Agar tak terjadi itu, dukungan sekolah juga orangtua diperlukan agar saat libur, anak juga tetap berliterasi misallan dengan membaca agar tidak terjadi penurunan.

"Nah, saat Covid 19 itu, makin membuat penurunan tinggi. Sebab ada PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh) dan tidak maksimalnya pembelajaran daring. Juga ada  kebosanan karena tidak ketemu teman dan guru," ujar Dedi.

Namun upaya pembelajaran daring di saat ini, terutama di zaman digital masih bisa digunakan. 

Di mana sekolah bisa mengembangkan LMS (Learning Management System) agar siswa terus bisa belajar.

Ia berharap setiap sekolah bisa memiliki LMS. Bisa juga memakai media sosial. 

"Medsos jika  diperlakukan dengan baik, maka akan memberi manfaat," tandasnya.

Untuk meningkatkan kualitas pendidikan, sekolah  tidak harus sendiri tapi dengan seluruh stakeholder.

Maka keterlibatan pihak stakehokder, usaha dan industri harus dilakukan dan ditingkatkan agar tidak ada learning loss.

"Bahwa adanya leaning loss itu bukan kesalahan semuanya pada siswa," katanya. Guru sebagai motivator adalah dengan selalu memberi semangat belajar.

Sedang guru bisa jadi motivator dan fasilitator belajar. Guru sebagai fasilitator adalah mempermudah belajar misalkan dengan teknologi. 

"Jadi guru harus bisa mengorkestrasi. Jadi dirigen. Karena kualitas anak-anak tidak sama dan perlu strategi belajar yang bervariasi. Selain itu ada beberapa cara untuk mengatasi learning  loss dengan memberikan personalisasi belajar," katanya.

Ia bersyukur bahwa di pemerintahan sekarang ada dua menteri di bidang pendidikan tinggi dan dasar. 

"Saya merasa dua menteri memberi angin segar. Tapi mungkin ada perubahan kurikulum lagi," pungkasnya.

Sedang Sherly Annavita Rahmi menjelaskan setengah penduduk Indonesia adalah generasi muda.  

Maka perubahan itu adalah kepastian.

Sumber: SuryaMalang
Halaman 2/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved