Perampokan di Tulungagung
Bawa Celurit Saat Merampok Auriga Mart Tulungagung, Pemuda Asal Desa Tiudan Ini Ngaku Terjerat Utang
Seorang pemuda asal Desa Tiudan, Kecamatan Gondang, Kabupaten Tulungagung merampok Auriga Mart membawa celurit. Ia mengaku terjerat utang di bank.
Penulis: David Yohanes | Editor: iksan fauzi
SURYAMALANG.COM, TULUNGAGUNG – Terkuak seorang pemuda asal Desa Tiudan, Kecamatan Gondang, Kabupaten Tulungagung merampok Auriga Mart membawa celurit.
Ketika ditangkap, pemuda benama Dendi alias DD (24) itu mengaku kepada penyidik Polres Tulungagung memiliki banyak utang hingga nekat merampok.
Dendi mengaku merampok Auriga Mart yang ada di Desa Sidorejo, Kecamatan Kauman pada Rabu (18/9/2024) malam.
Sejak peristiwa itu, sebenarnya Dendi dalam perburuan polisi.
Pasalnya, saat merampok Auriga Mart, Dendi mengenakan helem dan wajahnya tidak terlihat.
Namun nahas bagi Dendi, polisi menangkapnya saat dia diperiksa di Polsek Gondang atas laporan penganiayaan kepada tetangganya.
Rupanya, Dendi mengenakan helem yang dipakai saat merampok Auriga Mart.
Polisi pun curiga. Ia kemudian ditangkap dan mengaku nekat merampok untuk bayar utang.
Dendi telah ditetapkan sebagai tersangka tunggal oleh Polres Tulungagung dalam perkara ini.
Kronologi pengungkapan kasus
Kapolres Tulungagung, AKBP Taat Resdi mengatakan awal terungkapnya kasus ini karena tersangka melakukan penganiayaan kepada sepasang suami istri.
“Korban bernama Pak Yusuf, 60 tahun dan Ibu Hajah Siti usia 66 tahun. Tersangka memukul korban dengan botol sirup kosong,” jelasnya.
Sebelumnya Dendi sering berutang ke warung milik pasangan suami istri warga Desa Tiudan ini.
Kekerasan bermula saat Dendi akan membayar utang, namun Yusuf menegur Dendi.
Karena merasa tersinggung, Dendi mengambil botol sirup kosong dan memukulkan ke kepala pasangan ini.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.