Viral Pembacokan di Sampang

Ancaman Penjara Bagi 3 Pelaku Carok Sampang Madura, Hasil Visum Korban Memprihatinkan Luka 21 Cm

Ancaman penjara bagi 3 pelaku carok Sampang Madura, hasil visum korban memprihatinkan banyak luka lebarnya hingga 21 cm

Youtube Harian Surya/Luhur Pambudi
3 Pelaku carok Sampang Madura (kiri), hasil visum korban (kanan) memprihatinkan banyak luka lebarnya hingga 21 cm 

SURYAMALANG.COM, - Ancaman penjara bagi 3 pelaku carok Sampang Madura terungkap setelah ketiganya ditahan oleh Polda Jatim.

Selain ancaman hukuman terhadap pelaku, hasil visum luka korban yang mencapai 21 sentimeter (cm) sangat memprihatinkan.

Tidak cuma lebar luka yang cukup besar, namun jumlah luka-luka yang diderita korban bernama Jimmy Sugito Putra itu juga cukup banyak. 

Jimmy Sugito Putra adalah pendukung sekaligus saksi dari Paslon Bupati dan Wakil Bupati nomor urut 2 Slamet-Mahfudz (Jimad Sakteh).

Baca juga: Perintah Gibran Setelah Tragedi Carok Sampang Madura Buntut Pilkada 2024 Jangan Sampai Membesar

Peristiwa pembacokan terhadap Jimmy oleh tiga orang terjadi siang hari di Desa Ketapang Laok, Ketapang, Sampang, Madura pada Minggu (17/11/2024). 

Para pelaku pembacokan berinisial FS, AR dan MS ditangkap oleh Anggota Tim Gabungan dari Polda Jatim dan Satreskrim Polres Sampang, dalam kurun waktu berbeda. 

Kini ketiga tersangka bakal dikenakan persangkaan Pasal Pasal 170 Ayat 2 ke-3e KUHP, tentang kekerasan menyebabkan orang meninggal dunia. 

Ancamannya, pidana penjara maksimal 10 tahun. 

Berdasarkan hasil visum dari RSUD Ketapang Sampang, korban mengalami luka bacok pada bagian kepala atas 12 cm, luka bacok pipi kanan sampai leher 21 cm.

Kemudian, luka bacok paha luar kanan 15 cm, luka bacok paha luar kiri enam sentimeter, luka iris lengan kiri tiga sentimeter.

Baca juga: Penyebab Tragedi Carok di Sampang Madura Gara-gara Hasutan Bohong, Jimmy Sugito Dituduh Pukul Kiai

Selanjutnya, luka bacok punggung bagian tengah 10 cm, luka bacok pantat kiri 12 cm, dan luka bacok jempol kiri hampir putus lima sentimeter. 

Dari tangan ketiga pelaku, petugas berhasil menyita tiga bilah celurit berukuran panjang sekitar dua jengkal tangan orang dewasa. 

Celurit itu merupakan senjata yang dipakai ketiga tersangka untuk melukai korban.

Direktur Ditreskrimum Polda Jatim Kombes Pol Farman mengatakan, insiden pembacokan terhadap korban ditengarai karena adanya kesalahpahaman dan hasutan berita bohong. 

Kubu massa dari ketiga tersangka termakan hasutan adanya isu pemukulan yang dilakukan oleh kubu dari korban tewas Jimmy Sugito terhadap kiai mereka, bernama Kiai Hamduddin. 

Padahal isu adanya pemukulan terhadap ulama tersebut, tidak pernah terjadi. 

Sehingga, kubu tersangka sekonyong-konyong melakukan penghadangan dan pengeroyokan disertai pembacokan menggunakan celurit terhadap kubu Jimmy. 

Luka parah di sekujur tubuhnya membuat Jimmy meninggal dunia meskipun sudah sempat menjalani perawatan medis di RSUD Ketapang Sampang. 

"Nah tersangka ketiga ini memang termasuk santrinya Kiai Hamduddin" ujar Kombes Pol Farman dalam pers rilis di Gedung Bidhumas Mapolda Jatim, Kamis (21/11/2024). 

"Ketika kiainya mereka dengar, dipukul sehingga mereka spontan mengejar yang diduga dilakukan oleh Jimmy ini yang dianggap memukul jadi begitu kejadiannya" imbuh Farman.

"Sudah ada (celurit dibawa 3 tersangka). Iya (sudah disiapkan)," terangnya. 

Baca juga: Terucap Tantangan Carok, Pembacokan Sampang Ternyata Antar Kubu Kiai yang Tersinggung dan Kabar Hoax

Disinggung dugaan motif perseteruan berkaitan dengan perbedaan kubu pilihan Pilkada di Kabupaten Sampang, Farman tidak banyak berkomentar. 

Farman cuma menegaskan, hasil penyelidikan hanya mendapati motif ketersinggungan dan kesalahpahaman yang dipicu adanya kabar hoaks soal pemukulan terhadap figur pemuka agama atau kiai. 

"Ini hasil dari penyelidikan yang kami lakukan dan keterangan ini juga kami dapatkan dari saksi-saksi di sekitar," pungkas Farman.

Mengenai kemungkinan penambahan tersangka lain, Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Dirmanto juga belum dapat menjelaskannya dan memilih bungkam.

"Sampai sekarang itulah hasil  penyelidikan dan penyidikan," ujar mantan Kapolsek Wonokromo itu, seusai pers rilis di Gedung Bidhumas Mapolda Jatim. 

Namun, Dirmanto menjelaskan mengenai upaya Polda Jatim dalam mengembalikan kondusivitas di Sampang. 

Termasuk, upaya pihaknya mengantisipasi adanya aksi balasan susulan atas kejadian pembacokan tersebut. 

Dirmanto menjelaskan, pihaknya sudah menggandeng para tokoh masyarakat dan agama di kawasan Sampang untuk meredam gejolak susulan yang berpotensi terjadi pasca-kejadian pengeroyokan tersebut. 

"Kita sudah berupaya, semua tokoh-tokoh di sana sudah kami hubungi, sudah kita kumpulkan dan deklarasi itu salah satu upaya kita. Jangan sampai berdampak yang lainnya," kata Dirmanto.

Baca juga: POLDA JATIM Beber Kronologi Lengkap Carok di Ketapang Sampang Madura, Pelaku 3 Orang Bukan 5 Orang

Bahkan, sebagai antisipasi keamanan selama jalannya tahapan Pilkada Serentak 2024, Dirmanto menjelaskan pihaknya mengerahkan sekitar 500 orang personel gabungan dari Brimob, TNI AD dan Marinir. 

"Kapolda sudah menyampaikan di sana. Ada 2 SSK brimob. 2 SSK TNI AD dan 1 SSK Marinir. Rencananya begitu," pungkas Dirmanto.

Sementara itu, Suryamalang.com berupaya mencecar ketiga tersangka dengan pertanyaan mengenai alasannya melakukan aksi penyerangan terhadap korban menggunakan celurit. 

Namun, ketiga tersangka tetap bungkam seraya menundukkan kepala selama berjalan menyibak kerumunan media saat digelandang Anggota Polda Jatim meninggalkan ruangan. 

Duka Keluarga Korban

Di lain sisi, kematian Jimmy Sugito menjadi duka dan luka bagi keluarga.

Korban yang dikenal baik dan selalu mengedepankan sopan santun meninggalkan seorang istri, dua anak yang masih kecil serta seorang adik perempuan yang berkebutuhan khusus. 

Hal tersebut disampaikan paman Korban, Abu Sidik yang sangat mengenal keponakannya tersebut. 

Abu Sidik mengatakan, dari kecil sampai korban berkeluarga hingga memiliki anak tidak pernah neko-neko dengan orang lain, termasuk tetangga dan warga lainnya.

"Keponakanan (korban) saya ini sangat ramah, adat sopan santun ketimuran yang diterapkan oleh keponakan saya ini," ujar Abu Sidik, Senin (18/11/2024).

Baca juga: Carok Sampang Jadi Atensi Kapolri yang Datangi Polda Jatim, Ingatkan Pengamanan Pilkada Serentak

Bahkan, Abu Sidik sempat bertanya kepada warga lainnya di tempat tinggal korban.

Korban dinilai sangat baik dan taat bekerja, meskipun tengah malam Jimmy tetap pergi ke lokasi kerja misalkan ada panggilan. 

"Pekerjaan keponakan saya, petugas PLN jadi saat ada panggilan dari atasan ke lapangan dia langsung menuju ke lokasi," terang Abu Sidik.

Pihaknya mewakili keluarga meminta kepada penegak hukum untuk menangkap seluruh pelaku dan menghukum seadil-adilnya karena persoalan ini telah menghilangkan nyawa orang.

"Insya'allah kalau dari keluarga tidak akan melakukan tuntutan seperti balas dendam, karena kita orang berpendidikan," tutur Abu Sidik.

"Jadi kami hanya memohon kepada penegak hukum agar seluruh pelaku diamankan karena sejumlah pelaku telah terekam video dan jelas ciri-cirinya," imbuhnya.

Ikuti saluran SURYA MALANG di >>>>> WhatsApp 

Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved