Berita Malang Hari Ini
Parade Perca 4 Digelar di Kota Malang, Angkat Tema Keragaman Hayati Indonesia
Komunitas Perca Malang Patchwork & Quilts (MaPaQuilts) menggelar Parade Perca 4 di Rumah BUMN Jalan Raya Langseng, Kota Malang.
Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: Eko Darmoko
Ada karya bersama yang khusus mengangkat tema fauna Indonesia.
"Meski karya bersama juga kita kurasi. Misalkan ada yang menampilkan fauna luar negeri ya.. tidak kita pakai," jawab Tiwuk.
Begitu juga flora-flora Indonesia jadi karya sendiri yang dikerjakan bersama.
Anggota ada yang membuat satu atau dua blok karya dan akhirnya dijadikan satu sebagai bed cover.
Dikatakannya, pada dua tahun lalu dibuat tema home sweet home yang mengangkat tentang rumah, orangnya dan kegiatannya.
Waktu itu digelar di DPRD Kota Malang pada 2022. Karya yang dipamerkan ini juga dijual. Serta ada workshop yang gratis dan berbayar.
"Harapan kita lewat kegiatan ini adalah bagaimana memanfaatkan limbah-limbah garment."
"Jumlah limbah garment dan plastik itu samasama banyak. Itu adalah limbah yang sulit diurai tanah," kata dia.
Maka ketika pengunjung mengetahui itu, mereka lebih aware pada limbah.
Kain perca bisa dijadikan sesuatu yang bermanfaat. Untuk teknik pembuatannya memang beberapa macam. Harga produk dijual paling murah Rp 10 ribu berupa gantungan kunci.
Harga bed cover di atas Rp 2,5 juta. Bed cover bergambar elang juga ada yang melambangkan keabadian dan keagungan. Juga ada bed cover berjudul seribu daun yang murni menggunakan limbah kain. Kebanyakan bahan kain yang dibuat adalah kain katun.
Komunitas ini berdiri pada 2016. Pertama kali pameran di kantor Kompas Jalan Sultan Agung Kota Malang. Kini anggota komunitas bertemu setiap Rabu di Rumah BUMN BRI.
Mereka difasilitasi tempat gratis termasuk tempat pameran. Selain itu, di Parade Perca 4 ini, panitia tidak menggunakan kantong plastik melainkan menawarkan tas yang bisa dipakai ulang.
Air minum dalam kemasan (AMDK) juga tidak diperkenankan dibawa pada acara ini karena disediakan air untuk isi ulang dan peserta diwajibkan membawa tumbler untuk diisi ulang.
Beberapa kegiatan workshop gratis ditujukan untuk anak sekolah dan memperkenalkan kriya tekstil pada masyarakat umum. Sedang workshop berbayar ditujukan untuk peningkatan kemampuan pelaku kriya dengan materi yang lebih spesifik.
Materi workshop yaitu gantungan kunci (gratis), batik tulis/cap (berbayar), sulam boro (berbayar), kalung perca (berbayar), tempat tusuk gigi (gratis) dan patchwork block (berbayar).
| Polemik Beli LPG 3 Kg di Distributor, Pemilik Pangkalan di Kota Malang sampai Bingung |
|
|---|
| UMKM Kota Malang Tak Peduli Harga Mahal, Yang Penting LPG 3 Kg Selalu Ada |
|
|---|
| Polemik Beli LPG 3 Kg di Pangkalan, Warga Kota Malang: Kebijakan Jangan Bikin Repot |
|
|---|
| Bisnis Akademi Wirausaha Mahasiswa Merdeka UB Malang, Maggot Jadi Pakan Kucing dan Busana Big Size |
|
|---|
| Puluhan Napi di Lapas Malang Lolos Kompetensi, Diwisuda Jadi Guru Al-Quran |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/Karya-karya-yang-ditampilkan-di-Parade-Perca-4-di-Rumah-BUMN-Jalan-Raya-Langsep-Kota-Malang.jpg)