Berita Madiun Hari Ini
Cegah Kawasan Hutan Gundul, KPH Madiun Gencar Lakukan Reboisasi Hingga 913,6 Hektar
reboisasi terus digalakkan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Madiun, dalam menghadapi ilegal logging, maupun tantangan pemanasan global.
Penulis: Febrianto Ramadani | Editor: Eko Darmoko
SURYAMALANG.COM, MADIUN - Upaya reboisasi terus digalakkan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Madiun, dalam menghadapi ilegal logging, maupun tantangan pemanasan global.
Tercatat pada Kamis (5/12/2024), KPH Madiun menanam tanaman kehutanan seluas 913,6 hektar. Sedangkan tahun 2023 kemarin mencapai 1.456 hektar.
Administratur/KKPH Madiun, Panca Putra M Sihite mengatakan, jenis tanaman beraneka ragam seperti Pohon Jati, Pohon Kayu Putih, Mahoni, Sengon, Sono, hinggan tanaman yang berfungsi menghasilkan buah buahan.
Ia juga menambahkan, tahun ini pihaknya juga menyiapkan bibit sebanyak kurang lebih 1.050.000 bibit.
“Mudah mudahan bisa mendukung melestarikan hutan, dan tentu dalam rangka mendukung ketahanan pangan,” ujar Panca Putra, usai Gerakan Sedekah Oksigen Penanaman Puluhan Bibit Pohon, RPH Tambak Merang, BKPH Dagangan, Kabupaten Madiun.
Selain reboisasi, Panca mengungkapkan, pengelolaan hutan juga melibatkan kelompok masyarakat desa sekitar, dengan melalui sistem kemitraan.
“Kami bermitra dengan kelompok masyarakat yang ada di desa. Kami tidak sendirian, ada perjanjian kerja sama,” ungkapnya.
“Kemitraan terhadap semua kawasan hutan di Kabupaten Madiun, seluas 31 ribu hektar. Kami kerjasama dengan masyarakat, badan usaha, berpartisipasi seluruh masyarakat dan stakeholder,” tuntas Panca.
Di tempat yang sama, Kajari Kabupaten Madiun Oktario Hartawan Achmad
mengajak semua pihak, khususnya instansi pemerintah lebih gencar menanam pohon, guna menghasilkan oksigen lebih banyak.
“Semoga berkelanjutan, semua stake holder melaksanakan kegiatan serupa, menjaga stabilitas ketahanan pangan mendukung Astacita. Terlebih Produktivitas Kabupaten Madiun dalam urusan ketahanan pangan nomor 3,” tegasnya.
Dengan gerakan menanam pohon yang masif di Kabupaten Madiun, lanjut Oktario, maka bisa menjadi penyumbang oksigen bagi Provinsi Jawa Timur.
“Semakin banyak ditanam semakin menghasilkan oksigen. Mulai menanam sekarang hasilnya bisa memenuhi masyarakat luas,” tandasnya.
Anggota Polisi Polres Madiun Dipecat Tidak Dengan Hormat, Terbukti Mengedarkan Narkoba |
![]() |
---|
UMK 2025 Kota Madiun Diusulkan Rp 2,4 Juta, Pengusaha dan Buruh Kompak Satu Suara |
![]() |
---|
Ratusan Murid SDN Balerejo 01 Madiun Nikmati Simulasi Seporsi Makan Siang Bergizi Gratis |
![]() |
---|
Pemkab Madiun Prediksi Daya Beli Masyarakat Naik 20 Persen saat Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 |
![]() |
---|
Tanah Longsor Putus Akses Jalan Utama di Kabupaten Madiun, Belasan Kepala Keluarga Terisolir |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.