Berita Malang Hari Ini
9 Guru Besar Baru Universitas Brawijaya Malang Dikukuhkan
Sembilan Gubes Baru UB dari Berbagai Fakultas, Prof Dr Iwan Permadi SH MHum Soroti Sertifikat Tanah Elektronik
Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: Eko Darmoko
SURYAMALANG.COM, MALANG - Sebanyak sembilan guru besar baru Universitas Brawijaya (UB) Malang akan dikukuhkan pada Kamis (19/12/2024).
Mereka dari berbagai fakultas di UB. Yakni Prof Iwan Permadi SH MHum dari Fakultas Hukum (FH), Prof Dr Siti Azizah SPt MSos MCommun dari Fakultas Peternakan.
Lalu Prof Dr Drs Suryadi MS dari FIA, Dekan Fakultas Kedokteran UB Prof Dr dr Wisnu Barlianto MSi Med SpK (K) dan Prof Dr Ir Yulia Nuraini MS dari Fakultas Pertanian.
Prof Iwan Permadi dalam pengukuhannya menyampaikan "Konsep Smart Agraria: Penguatan, Pengamanan Data Fisik dan Data Yuridis dalam Sertifikat Tanah Elektronik".
"Agraria itu sesuatu yang faktual. Masalah sengketa tanah di pengadilan sangat banyak. Data yang masuk di pengadilan di Indonesia pada 2022 mencapai 3,4 juta kasus. Dan 2023 ada 2,7 kasus," kata Iwan kepada SURYAMALANG.COM.
Sehingga perkara di agraria sangat tinggi. Mulai Juni 2024 sudah dikenalkan sertifikat tanah elektronika. Menurutnya, dengan adanya sertifikat elektronika ini bisa tidak ada sertifikat ganda.
Sehingga bisa dikurangi dampaknya. Tapi masalahnya banyak juga pemegang sertifikat belum "ngeh". Terutama generasi tua/lama. Apalagi jika kurang paham soal digitalisasi.
Terutama di daerah-daerah lain masih ada problem. Juga ada peluang kejahatan lain misalkan minta bantuan ke orang lain untuk mendapatkan sertifikat elektronik ini.
Sebab si orang yang dimintai tolong akhirnya jadi tahu password-nya. Jika di sertifikat tanah lama ada 12 lembar, di sertifikat elektronik hanya dua lembar. Sedangkan Prof Barlianto menyampaikan pidato "Asma Cermat: Model Inovasi Pencegahan Asma dengan Modulasi Imun untuk Optimalisasi Tumbuh Kembang Anak".
"Asma banyak dijumpai pada anak dan memiliki dampak pada anak dan keluarganya," kata Dekan FK UB ini.
Sehingga perlu dilakukan pencegahan. Asma dasarnya adalah penyakit alergi akibat faktok genetik dan lingkungan.
Misalkan ketika kecil sudah ada penyakit eksim, maka fokus disembunhkan agar tidak jadi asma. Faktor lingkungan mempengaruhi apalagi terjadi perubaham iklim. Dari beberapa data; penderita asma meningkat karena kenaikkan suhu dan lingkungan.
Karena itu ia membuat pendekatan ASMA CERMAT yang menawarkan strategi holistik dan presisi. Strateginya meliputi Atopic March yaitu memahami perjalanan alergi dari dermatitis hingga asma).
Sehat lingkungan, Mikroba Seimbang, Asupab Nutrisi, Cegah Dini, Edukasi Keluarga, Respon Imun, Makanan Bergizi dan Tumbuh Kembang.
Prof Siti Azizah menyampaikan pidato tentang "CRAVE: Mengintegrasi Teori Konflik Galtung dan Kesadaran Kritis Freire di Sektor Peternakan Indonesia".
| Polemik Beli LPG 3 Kg di Distributor, Pemilik Pangkalan di Kota Malang sampai Bingung |
|
|---|
| UMKM Kota Malang Tak Peduli Harga Mahal, Yang Penting LPG 3 Kg Selalu Ada |
|
|---|
| Polemik Beli LPG 3 Kg di Pangkalan, Warga Kota Malang: Kebijakan Jangan Bikin Repot |
|
|---|
| Bisnis Akademi Wirausaha Mahasiswa Merdeka UB Malang, Maggot Jadi Pakan Kucing dan Busana Big Size |
|
|---|
| Puluhan Napi di Lapas Malang Lolos Kompetensi, Diwisuda Jadi Guru Al-Quran |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/Lima-dari-sembilan-guru-besar-baru-Universitas-Brawijaya-Malang.jpg)