Rabu, 13 Mei 2026

Komisi C DPRD Kota Malang Desak Eksekutif Lebih Serius Tangani Banjir

Komisi C DPRD Kota Malang mendesak Dinas PUPRKP Kota Malang untuk mempercepat pelaksanaan desain teknis penanganan banjir di lokasi-lokasi kritis.

Tayang:
Penulis: Benni Indo | Editor: Eko Darmoko
SURYAMALANG.COM/Benni Indo
Kegiatan kerja bakti di Sungai Amprong, Kota Malang, Senin (30/12/2024). Dalam kerumunan tersebut, ada Pj Wali Kota Malang Iwan Kurniawan yang turut membantu membersihkan sampah. 

Kepala Dinas PUPRKP, Dandung Djulhardjanto mengatakan pemeliharaan dan peningkatan drainase merupakan salah satu upaya menangani banjir.

Berdasarkan kajian Dinas PUPRKP, banjir yang terjadi di Kota Malang salah satunya disebabkan oleh sumbatan di drainase. Oleh sebab itu, Dandung harus memastikan bahwa tidak ada sampah atau benda lain yang dapat menyumbat aliran air di drainase.

"Kami juga buat beberapa sudetan-sudetan pada lokasi-lokasi tertentu. Kajian kami titik yang rawan ada di Jalan Sukarno-Hatta, Kedawung, termasuk di Sawojajar masih ada banjir," paparnya.

Dandung sedikit menjelaskan tentang masterplan drainase yang telah mereka buat. Masterplan itu dibuat untuk mengatasi banjir. Pembangunannya telah dilakukan di Sawojajar dan tempat lain.

"Cuma kan master plan drainase tidak bisa dilaksanakan secara langsung karena butuh anggaran yang lebih besar, jadi dilaksanakan secara bertahap," ujar Dandung.

Selain sumbatan di drainase, dimensi drainase juga menyebabkan banjir. Dandung mengatakan ada sejumlah drainase yang dimensinya sudah tidak bisa menampung aliran air. Kondisi drainase seperti itu harus diganti segera. Kenaikan volume air dikatakan Dandung karena pertumbuhan penduduk dan pembangunan.

"Kalau dulu katakanlah warganya di situ hanya ada puluhan, sekarang ratusan, kan efeknya besar sekali di sana," terang Dandung.

 

Sumber: SuryaMalang
Halaman 2/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved