Mutilasi Jasad Dalam Koper Ngawi

SOSOK Pembunuh Uswatun Khasanah Korban Mutilasi Ngawi Diduga Ketahuan, Diburu Reserse se-Jatim

Sosok yang tega membunuh pemandu lagu di tempat hiburan Tulungagung asal Blitar, Uswatun Khasanah Korban mutilasi Ngawi tidak bakal bisa tidur nyenyak

Penulis: Febrianto Ramadani | Editor: iksan fauzi
Tangkapan Layar
Foto Uswatun Khasanah semasa hidup. Sosok pembunuh Uswatun Khasanah korban mutilasi Ngawi diduga sudah diketahui polisi. Saat ini, sosok itu diburu anggota reserse se-Jatim. 

SOSOK Pembunuh Uswatun Khasanah Korban Mutilasi Ngawi Ketahuan, Diburu Anggota Reserse se-Jatim

SURYAMALANG.COM | NGAWI - Sosok yang tega membunuh pemandu lagu lepas sekaligus korban mutilasi Ngawi, Uswatun Khasanah tidak bakal bisa tidur nyenyak.

Pasalnya, Polda Jatim saat ini telah mengerahkan seluruh anggota reserse se-Jatim untuk memburu pembunuh berdarah dingin tersebut.

Kemungkinan besar, setelah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan melakukan sidik jari, Polda Jatim telah mengantongi sosok pembunuh pemandu lagu lepasdi Tulungagung tersebut.

Sekadar diketahui, pembunuh berdarah dingin telah mutilasi tubuh Uswatun Khasanah menjadi 5 bagian.

Setelah memutilasi, potongan tubuh Uswatun Khasanah dimasukkan ke dalam koper merah bersamaan dengan barang-barang pribadi korban.

Dari hasil autopsi Kamis (23/1/2025), sejumlah bagian tubuh korban mutilasi Ngawi itu tidak ada.

Potongan tubuh yang tidak ada dalam koper merah, di antaranya, kepala, kaki kiri terpotong sampai pangkal paha, dan kaki kanan terpotong sampai lutut.

“Saat ini Satreskrim Polres Ngawi bersama Ditreskrimum Polda Jatim, dan Satreskrim jajaran Polda Jatim sedang bekerja keras mengungkap siapa pelakunya,” tutur Kasat Reskrim Polres Ngawi AKP Joshua Peter Krisnawan, Sabtu (25/1/2025).

Baca juga: UPDATE Mutilasi Ngawi, Pekerjaan Uswatun Khasanah Sebenarnya Pemandu Lagu Lepas

Joshua mengatakan, selain memburu pembunuh Uswatun Khasanah, anggota reserse se-Jatim juga mencari potongan tubuh korban yang hilang.

“Meski demikian kami tetap menunggu hasil tes DNA yang saat ini dijalankan oleh Bid Labfor Cabang Surabaya di Polda Jatim, dalam rangka penyempurnaan pembuktian,” ujar Joshua.

Sosok pembunuh Uswatun Khasanah korban mutilasi Ngawi ketahuan, diburu anggota reserse se-Jatim.
Sosok pembunuh Uswatun Khasanah korban mutilasi Ngawi ketahuan, diburu anggota reserse se-Jatim. (Tribunnews)

Sebelumnya, jasad mutilasi Uswatun Khasanah dalam koper merah ditemukan warga Desa Dadapan, Kecamatan Kendal, Kabupaten Ngawi pada Kamis (23/1/2025).

Uswatun Khasanah lahir di Kabupaten Blitar pada 25 April 1995.

Baca juga: MISTERI Koper Merah Berisi Mutilasi Jasad Uswatun Khasanah di Ngawi, Beredar Info Dibunuh di Hotel

“Kami berhasil mengidentifikasi hal tersebut melalui pengenalan sidik jari dan juga dengan bantuan alat rekognisi,” tegas Joshua.

Pemandu lagu lepas

Sosok Uswatun Khasanah selama ini dikenal dengan panggilan Ana.

Informasi yang dihimpun SURYAMALANG.COM dari sejumlah sumber, Ana menjadi pekerja lepas sebagai pemadu lagu lepas di Tulungagung

Dia sering berpindah lokasi di sejumlah tempat hiburan, sesuai permintaan klien.

“Dia tidak menetap di satu tempat. Pindah-pindah di sejumlah tempat,” ujar seorang sumber, sambil menyebut sejumlah tempat karaoke.

Selama ini Ana tinggal di sebuah rumah kos di Jalan Panglima Sudirman kawasan Kelurahan Kenayan.

Menurut Aan, penjaga kos, Ana terakhir ada di kamar kosnya pada Minggu (19/1/2025).

Baca juga: Keberadaan Suami Ketiga Uswatun Khasanah Kini Dicari, Ternyata Nikah Siri, Sudah Tak Pulang Setahun

Dia pergi menggunakan mobil Suzuki Ertiga warna putih miliknya.

"Itu juga mobil masih kredit. Setelah itu belum pulang lagi," ujar Aan.

Ana tinggal di salah satu kamar di lantai bawah, dari 2 lantai yang ada di area rumah kos ini. 

Tarif sewa kamar dengan AC yang ditempatinya adalah Rp 1.200.000 per bulan.

Masih menurut Aan, selama ini tidak ada teman yang datang ke tempat kos Ana. 

"Tidak ada teman yang datang. Dia sendirian tinggal di kamarnya," tambahnya. 

Baca juga: Nasib 2 Anak Uswatun Khasanah Korban Mutilasi Dalam Koper di Ngawi, Sempat Berikan Pesan Ini

Polisi sudah memeriksa kamar Ana setelah jenazahnya ditemukan di Ngawi. 

Meski tidak ada garis polisi, namun kunci kamar ini dibawa oleh aparat kepolisian.

Ana diketahui pernah menikah dengan orang Tulungagung

Menurut orang tuanya, ini adalah pernikahan ketiga setelah pernikahan pertama dengan orang Blitar dan pernikahan kedua dengan orang Lumajang. 

Ana terakhir mengunggah foto dirinya berbaju merah di akun TikToknya pada 7 hari lalu.

Dia pernah mengunggah gambar berupa tulisan Nisa dan Nopa yang dipisahkan gambar hati.

Dari unggahan itu Ana terkesan sangat mencintai sosok yang bernama Nopa.

Sekurangnya 3 kali dia mengunggah materi ungkapan sayang Ana dan Nopa. 

Baca juga: SIAPA Bunuh Uswatun Khasanah? Janda Blitar Kerja di Tulungagung Jasad Dibuang Dalam Koper di Ngawi

Dia juga pernah mengunggah 2 foto anaknya.

Suami ketiga tak terlihat saat pemakaman

Ayah Uswatun Khasanah, Nur Khalim menuturkan anaknya itu sempat tiga kali menikah dan dikarunia dua anak, satu usia 10 tahun dan satu lagi usia 7 tahun.

Nur Khalim tidak ingat secara pasti kapan kali pertama korban menikah.

Tapi, pernikahan pertama korban dengan pria asal Srengat, Kabupaten Blitar, dilakukan secara resmi.

Korban bercerai dengan suami pertama dan dikaruniai satu anak laki-laki.

Lalu, korban menikah lagi dengan pria asal Lumajang, tapi secara siri.

Korban dikarunia satu anak perempuan dari hasil pernikahan kedua.

Korban kembali pisah dengan suami kedua.

Setelah lama menjanda, korban menikah lagi yang ketiga kalinya dengan pria asal Tulungagung.

Pernikahan ketiga korban dengan pria asal Tulungagung juga dilakukan secara siri.

Baca juga: Akhir Hayat Uswatun Khasanah Janda Blitar Merantau ke Tulungagung, Korban Mutilasi dalam Koper Ngawi

Korban belum dikarunia anak di pernikahan ketiga ini.

Menurut Nur Khalim, pernikahan ketiga korban dengan pria Tulungagung ini belum lama, baru jalan sekitar tiga tahun.

Awal nikah, korban dan suami ketiga kalinya ini juga hidup rukun di Blitar.

Tapi, setahun terakhir ini, Nur Khalim tidak pernah ketemu dengan suami dari pernikahan ketiga kali korban.

"Setahunan ini, saya tidak pernah ketemu suami anak saya. Lebaran tahun lalu juga tidak datang ke rumah," kata Nur Khalim.

Nur Khalim juga tidak pernah bertanya kepada korban soal suaminya.

Korban sendiri juga tidak pernah cerita kepadanya.

Ia mengira suami korban kerja di luar kota dan jarang pulang.

"Anak saya tidak pernah cerita soal suaminya. Selama ini anak saya juga terlihat baik-baik saja," ujarnya.

Sampai sekarang, Nur Khalim juga tidak tahu apakah korban dan suami dari pernikahan ketiga ini masih bersama atau sudah pisah.

"Ini tadi, suaminya juga tidak terlihat datang ke Blitar," katanya.

Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved