Sabtu, 9 Mei 2026

Pertamina Oplos Pertamax dan Pertalite

PENYEBAB Ahok Tidak Ditakuti 3 Petinggi Koruptor Pertamina, Riva Cs Tukang Ngeyel Bermuka Tebal

Penyebab Ahok tidak ditakuti 3 petinggi koruptor Pertamina Rp 968,5 triliun, Riva Cs tukang ngeyel dan bermuka tebal, kuat dimarahi.

Tayang: | Diperbarui:
pertaminapatraniaga.com/dok. Kejaksaan Agung/Instagram @basukibtp
KORUPSI PERTAMINA - Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, Riva Siahaan (KIRI)-Maya Kusmaya - Direktur Pemasaran Pusat dan Niaga PT Pertamina Niaga (KANAN). Tersangka kasus dugaan korupsi dalam tata kelola minyak mentah ditangkap Kejaksaan Agung, Jakarta, Selasa (25/2/2025). Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok (TENGAH) mantan Komisaris Utama (Komut) PT Pertamina dalam video Instagram-nya (17/5/2024). 

SURYAMALANG.COM, - Penyebab Ahok tidak ditakuti tiga petinggi Pertamina yang jadi tersangka kasus korupsi dan kini ditahan Kejaksaan Agung (Kejagung) terungkap. 

Para koruptor yang merugikan negara dengan nilai yang ditaksir mencapai Rp 968,5 triliun tersebut menurut Ahok adalah dalang pembayaran di SPBU sampai kini masih memakai cash atau tunai.

Selain itu, Ahok juga menceritakan seperti apa perangai dan perilaku para tersangka terutama 3 petinggi Pertamina yang ditangkap yaitu;

  1. Riva Siahaan - Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga.
  2. Maya Kusmaya - Direktur Pemasaran Pusat dan Niaga PT Pertamina Niaga.
  3. Yoki Firnandi - Direktur Utama PT Pertamina International Shipping.

Meski Ahok saat itu memiliki jabatan sebagai Komisaris Utama di Pertamina, ketiga orang tersebut tidak takut sama sekali. 

Sebagai Mantan Komisaris Utama (Komut) PT Pertamina (Persero) Tbk, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengaku sering berhadapan dengan Riva, Maya dan Yoki.

Baca juga: PROFIL Irjen Rosyanto Kapolda Kalsel Istri Tenteng Hermes 84 Juta, Anak Pamer Jet Pribadi, Cek Gaji

Ahok mengatakan, Riva, Maya, dan Yoki merupakan sosok bermuka tebal yang setiap rapat dimarahi olehnya.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menyebut mereka adalah orang yang ngeyel ketika diberitahu.

Bahkan, kata Ahok, ketika Riva, Maya, dan Yoki diminta untuk membenarkan suatu hal yang salah, mereka tidak pernah melakukannya.

"Mereka ini ya dimarahi paling pintar. Dimarahi cuma diam, ngeyel nggak dikerjain. Minggu depan datang, sama lagi," kata Ahok melansir TribunJakarta.com Minggu (1/3/2025).

Ahok juga mengungkapkan Riva, Maya, dan Yoki menjadi sosok yang mengakibatkan transaksi pembayaran di SPBU masih menggunakan cara cash atau uang tunai.

Baca juga: JUMLAH Gaji Ahok Jadi Komisaris Utama Pertamina Diklaim Hotman Paris Miliaran, Faktanya Cuma Segini

Padahal, sejak empat tahun lalu, Ahok sudah meminta mereka agar pembayaran di SPBU dilakukan melalui aplikasi MyPertamina.

"Sampai hari ini, SPBU (bayar) masih pakai tunai. Gua sudah minta (pembayaran via aplikasi MyPertamina) dari empat tahun lalu," jelasnya.

Ahok mengatakan, Riva cs seakan tidak takut kepadanya dan selalu mengulang kesalahan sebab tahu Ahok tidak memiliki wewenang untuk memecat,

Sehingga Ahok berharap ke depan komisaris utama tidak hanya diberi wewenang untuk mengawasi, tetapi juga melakukan pemecatan.

"Kenapa dia berani? karena dia tahu, gua nggak bisa mecat dia. Jadi, intinya kalau orang dikasih kuasa mengawasi, harus ada kuasa untuk memecat, itu kuncinya," tegas Ahok.

Baca juga: Gue Pecat Lu! Bongkar Ahok Maki Riva Siahaan Dirut Pertamina Kini Korupsi, Pegang Rahasia Rapat

Sumber: SuryaMalang
Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved