Beras SPHP Kembali Digelontorkan ke Pasar Tradisional di Kota Malang

Pedagang merasa terbantu dengan adanya pasokan beras SPHP yang sebelumnya dihentikan. Beras SPHP banyak diburu oleh masyarakat.

Penulis: Benni Indo | Editor: Eko Darmoko
SURYAMALANG.COM/Benni Indo
BERAS SPHP - Supriyono menunjukan kemasan beras SPHP yang ia jual di lapaknya, Pasar Bunul, Kota Malang, Senin (10/3/2025). Bulog telah menggelontorkan beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) ke sejumlah pasar tradisional di Malang Raya dan Pasuruan, Senin (10/3/2025). 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Bulog telah menggelontorkan beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) ke sejumlah pasar tradisional di Malang Raya dan Pasuruan, Senin (10/3/2025).

Kepala Bulog Sub Divre Malang, M Nurjuliansyah Rachman menerangkan, penyaluran telah dilakukan sejak 5 Maret 2025.

"Betul, per 5 Maret 2025 ada penugasan penyaluran SPHP untuk Wilayah I yang sudah bisa disalurkan," ujar Hanum, sapaan akrab Nurjuliasnyah kepada SURYAMALANG.COM, Senin (10/3/2025).

Sejauh ini, Bulog Sub Divre Malang telah menggelontorkan 40 ton beras SPHP di Malang Raya. Gelontoran akan terus dilakukan sampai tanggal 31 Maret 2025 di wilayah kerja.

"Ini tadi masiih 40 ton karena saat ini masih proses rebagging dari karung 50 Kg menjadi karung 5 Kg," paparnya.

Total stok cadangan di Malang saat ini mencapai 27 ribu ton. Pengadaan gabah beras sudah hampir 7.000 ton setara beras.

Dikarenakan penugasan kali ini hanya khusus hari besar keagamaan nasional, Bulog Sub Divre Malang punya alokasi sebanyak 850 ton untuk seluruh Malang Raya dan Pasuruan.

Pedagang di Pasar Bunul, Supriyono mengatakan, pembelian SPHP dibatasi.

Pedagang merasa terbantu dengan adanya pasokan beras SPHP yang sebelumnya dihentikan. Beras SPHP banyak diburu oleh masyarakat.

"Kuota SPHP dibatasi 400 kemasan isi 5 Kg per sak. Saya beli 200 sak karena menyesuaikan uang kulakan, soalnya beras harus beli tunai," ujar Supriyono.

Ia menjelaskan pasokan beras SPHP mulai diburu masyarakat setelah sempat dihentikan sejak 7 Februari 2025 oleh Badan Pangan Nasional.

Kini, beras SPHP merambah pasar tradisional. Beras itu menjadi yang paling murah ketimbang beras kemasan 5 kg berbagai merek.

"Beras SPHP beli dari Bulog Rp 56.500 kemasan 5 kg, saya jual Rp 60 ribu," katanya.

Dengan demikian, beras yang dibeli masyarakat itu sesuai ketentuan harga eceran tertinggi (HET) Rp12.000 per kg. Paling mahal beras medium non SPHPyang harga per 5 Kg bica mencapi Rp 75 ribu.

Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved