Minggu, 26 April 2026

Semarak Ramadan 2025 di Boarding School

Aktivitas Santri Boarding School Malang Selama Ramadan, Minimal Hatam Al-Qur'an Sekali

IIBS Baitul Manshurin Malang dan Pondok Pesantren Internasional Abdul Malik Fadjar (PPI-AMF) membuat metode pembelajaran yang mudah diterima santri.

Editor: Zainuddin
DOK./PPI-AMF
DISKUSI - Santri sedang diskusi keagamaan di Ponpes Internasional Abdul Malik Fadjar. 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Sistem pembelajaran yang menarik akan membuat para santri mudah memahami materi yang disampaikan.

Internasional Islamic Boarding School (IIBS) Baitul Manshurin Malang dan Pondok Pesantren Internasional Abdul Malik Fadjar (PPI-AMF) membuat metode pembelajaran yang mudah diterima oleh para santri.

Para santri IIBS Baitul Manshurin cukup antusias belajar di sekolah maupun pondok pesantren tersebut. "Saya cukup banyak mendapat ilmu yang yang belum saya ketahui sebelumnya, terutama soal Al-Quran dan hadis," kata Filzah Syafa Audia, santri IIBS Baitul Manshurin kepada SURYAMALANG.COM, Jumat (14/3).

Siswi kelas 9 ini datang dari Sidoarjo memang hanya ingin menimba ilmu di IIBS Baitul Manshurin Malang. Syafa mengaku tertarik dengan program pembelajaran social preneur.

Melalui program tersebut, Syafa mendapat banyak ilmu, terutama ilmu bisnis. Syafa yang bercita-cita menjadi wirausaha ini ingin mengembangkan bakatnya setelah lulus sekolah.

"Sejak dulu saya suka sekali dengan bisnis. Dulu saya sempat jualan di sekolah. Setelah sekolah di sini, saya lebih banyak mengenal bisnis. Saya senang karena bisa mendapat banyak ilmu," terangnya.

Pondok Pesantren Internasional Abdul Malik Fadjar (PPI-AMF) pun membuat kurikulum yang membuat para santri nyaman dalam belajar. Santri PPI-AMF, Zulva Wahyu Pradana bangga bisa mengenyam pendidikan Islami di pesantren yang berada di Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang tersebut.

Saat Ramadan, siswa kelas 10 tersebut termotivasi belajar tilawah. Zulva pun berlomba-lomba dengan teman-temannya belajr tilawah. "Saya juga terdorong untuk hatam Al-Qur'an minimal sekali pada Ramadan ini," kata Zulva.

Zulva pun senang menjalani pendidikan di PPI-AMF. Menurutnya, lingkungan dan pertemanan sangat mendukung sistem pembelajaran di pesantren tersebut. Zulva pun telah mempelajarai banyak hal selama di pesantren.

"Ramadan kan bulan turunnya Al-Qur'an. Jadi kami berlomba-lomba yang terbaik dalam belajar Al-Qur'an. Kami harus baca Al-Qur'an," kata remaja asal Ponorogo tersebut.

Santri lain, Azka A'malia Zafzifana menilai PPI-AMF bisa mengembankan kapasitas pelajar. Santriwati asal Samarinda itu merasa memiliki banyak kesempatan untuk mengembangkan bakat dan minatnya.

"Saya bisa berkembang lebih baik di sini. Pertemanannya juga sangat mendukung. Saya belum saya temukan hal seperti itu saat di Samarinda," kata Azka.

Kegiatan Ramadan di PPI-AMF akan ditutup dengan buka puasa bersama yang akan digelar pada 21 Maret. Para santri akan libur Lebaran 2025 mulai 22 Maret.(M Rifky Edgar/Benni Indo)

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved