Semarak Ramadan 2025 di Boarding School

Aktivitas Santri Boarding School Malang, Sebarkan Ilmu Mulai Pelosok sampai ke Luar Negeri

Penyebaran ilmu sebagai bentuk pengabdian santri Muhammadiyah Boarding School (MBS) Al-Amin Putri kepada masyarakat.

Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM/Lu'lu'ul Isnainiyah
KERJAKAN SOAL - Santri sedang mengerjakan soal ujian di Muhammadiyah Boarding School (MBS) Al-Amin Putri, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang. Santri MBS Al-Amin Putri menyebarkan ilmu keislaman ke berbagai daerah selama Ramadan. 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Santri Muhammadiyah Boarding School (MBS) Al-Amin Putri menyebarkan ilmu keislaman ke berbagai daerah selama Ramadan.

Penyebaran ilmu ini sebagai bentuk pengabdian santri sekolah berbasis pesantren yang terletak di Jalan Adi Santoso, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang ini kepada masyarakat.

Dalam kegiatan bertajuk Safari Ramadan tersebut, santri menyebar ke berbagai daerah. Musyrifah atau Pembimbing MBS Al-Amin Putri, Mar'atus Sholihah mengatakan Safari Ramadan ini digelar selama satu pekan.

"Para santri dibagi menjadi tujuh kelompok, kemudian disebar ke berbagai pelosok, seperti Kepanjen, Sumberpucung, Pakisaji, Donomulyo, Blitar, dan Tuban. Mereka menginap di sana," kata Mar'atus kepada SURYAMALANG.COM, Minggu (17/3).

MBS Al-Amin Putri memiliki 73 santri. Berarti setiap kelompok terdiri dari 10 sampai 11 santri. Mar'atus menyebutkan Safari Ramadan ini sudah berlangsung sejak awal Ramadan.

Selama mengikuti Safari Ramadan, para santri akan berinteraksi dengan warga. Para santri akan memberi kuliah tujuh menit (kultum) setelah Salat Subuh di masjid atau musala, dan juga mengajar di TK, SD, maupun TPQ.

"Mereka juga ikut membersihkan masjid, meramaikan masjid dengan tadarus, bagi-bagi takjil, dan menggelar lomba," tambahnya.

Sekarang para santri sudah kembali untuk mengikuti pembelajaran seperti biasanya di pesantren. Selama berada di pesantren, para santri tetap melakukan kegiatan Islami selama Ramadan. "Kami ada kegiatan menghias masjid, membuat gapura, dan Salat Tarawih berjemaah. Untuk Salat Tarawih ini, kadang imamnya dari luar pesantren, seperti pimpinan Muhammadiyah atau dari pesantren putra," terangnya.

Secara umum, kegiatan para santri selama Ramadan tidak berbeda jauh dengan hari biasanya. Selama Ramadan, santri beraktivitas mulai dari sahur, Salat Subuh berjamaah, lalu menghafal Al-Qur'an (murojaah).

Selanjutnya, para santri mengikuti pembelajaran sekolah mulai pukul 06.30 WIB. Setelah pulang dari sekolah pada pukul 12.30 WIB, para santri bisa bersitrihat.

Selama Ramadan ini, para santri juga wajib mengikuti Kultum Ramadan (Kurma) yang digelar sekitar pukul 15.45 WIB.

"Kurma diisi oleh guru-guru. Tapi kami juga kerja sama dengan kampus untuk mengisi kultum dan berbagi takjil. Beberapa waktu lalu kami kerja sama dengan Universitas Airlangga (Unair) Surabaya," urainya.

Setelah berbuka puasa, para santri wajib mengikuti Salat Tarawih berjamaah di masjid. Di sela Salat Tarawih itu ada kultum setelah Salat Tarawih atau sebelum Salat Witir.

Mar'atus menyebutkan para santri akan libur mulai 26 Maret. Para santri bisa menikmati liburan selama 12 hari. "Sebelum santri pulang, nanti ada bagi-bagi parcel untuk anak yatim. Kan beberapa santri merupakan anak yatim," imbuhnya.

Beri Tugas

Halaman
12
Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved