Pemburu Lailatul Qadar: Ciri-Ciri dan Keberkahannya

Bulan Ramadan, bulan yang penuh keberkahan dan penuh ampunan. Salah satu keutamaan yang terdapat pada bulan Ramadan adalah tibanya Lailatul Qadar

Editor: Eko Darmoko
IST
DR H Liliek Chalida Badrus M HI, anggota Komisi Pemberdayaan Perempuan - MUI Jatim. 

Artinya: “Rasulullah saw bersabda, sesungguhnya tanda dari lailatul qadar adalah malamnya cerah dan terang, seolah-olah di dalamnya ada bulan terang, tenang dan tenteram, tidak ada dingin dan panas.dan tidak halal bagi bintang muncul sampai pagi, dan tandanya juga matahari akan terbit pada pagi hari dengan sangat indah, tanpa sinar yang kuat deperti bulan purnama, dan setan tidak boleh keluar bersamanya pada hari itu.”

Berdasar hadits diatas memberikan penjelasan tentang ciri-ciri khusus yang dapat dirasakan dan diamati pada lailatul qadar. Ciri-ciri yang sesuai dengan hadits diatas, sebagai berikut,

Pertama, Malam yang cerah dan terang. Rasulullah SAW menggambarkan Lailatul Qadar sebagai malam yang sangat terang, seolah-olah ada cahaya bulan yang menyinari seluruh malam tersebut. Walaupun tidak ada bulan yang tampak dengan jelas seperti bulan purnama, suasana malam tersebut tetap terang benderang.

Cahaya yang dimaksud bukanlah cahaya biasa, tetapi cahaya yang memberikan ketenangan dan kenyamanan. Malam tersebut tidak gelap atau suram, melainkan dipenuhi dengan sinar yang membawa kedamaian, seolah alam semesta turut memberikan penghormatan pada malam yang mulia itu.

Kedua, Suasana tenang dan tenteram. Selain terang, Lailatul Qadar juga diwarnai dengan ketenangan yang luar biasa. Rasulullah SAW menyebutkan bahwa malam tersebut terasa sangat damai, tidak ada kegelisahan atau kekhawatiran yang mengganggu jiwa.

Suasana hati orang yang menjalani ibadah pada malam itu akan merasakan kedamaian yang mendalam, seolah-olah segala kesulitan atau kecemasan terangkat, memberikan ruang untuk fokus sepenuhnya pada ibadah kepada Allah SWT.

Ketiga, Cuaca yang tidak terlalu dingin atau panas.  Lailatul Qadar juga ditandai dengan cuaca yang sejuk dan nyaman, tidak terlalu panas atau dingin. Cuaca yang ideal ini membuat umat Islam dapat beribadah dengan khusyuk tanpa merasa terganggu oleh kondisi fisik, seperti rasa panas atau dingin yang berlebihan.

Ini juga menambah kenyamanan dan kelancaran dalam beribadah, terutama saat melaksanakan ibadah seperti shalat malam (tahajud) atau dzikir.

Keempat, Bintang tidak muncul sampai pagi. Salah satu tanda unik yang disebutkan dalam hadis adalah bahwa pada Lailatul Qadar, bintang-bintang tidak akan terlihat di langit hingga pagi hari. Ini menunjukkan bahwa langit malam tersebut tampak berbeda dari malam-malam biasa.

Dalam kebanyakan malam, langit dipenuhi dengan bintang yang bersinar terang, namun pada  Lailatul Qadar, langit menjadi tampak lebih sepi dan hening, tidak ada gemerlap bintang yang biasa terlihat. Hal ini memberikan kesan bahwa malam tersebut memiliki suasana yang berbeda dan khusus, yang memberi tanda bahwa malam itu adalah malam yang penuh keberkahan.

Kelima, Matahari terbit dengan cahaya yang lembut. Rasulullah SAW juga menjelaskan bahwa setelah Lailatul Qadar berakhir, matahari akan terbit pada pagi hari dengan sangat indah, tetapi tidak dengan sinar yang kuat atau menyilaukan seperti biasanya. Sinar matahari pada pagi hari setelah Lailatul Qadar akan terasa lembut, mirip dengan cahaya bulan purnama. Hal ini menjadi tanda bahwa malam tersebut memang luar biasa, berbeda dengan malam-malam lainnya, dan membawa keberkahan yang tampak hingga matahari terbit.

Keenam, Setan tidak boleh keluar pada hari itu. Salah satu ciri yang sangat mencolok dari  Lailatul Qadar adalah bahwa setan tidak dapat mengganggu umat Islam pada hari itu.

Setan tidak dapat mengeluarkan gangguan atau godaan pada malam atau hari tersebut. Ini menunjukkan bahwa Lailatul Qadar adalah malam yang sangat suci dan penuh dengan ketenangan spiritual, di mana umat Islam dapat fokus sepenuhnya pada ibadah tanpa adanya gangguan dari kekuatan jahat. Ini juga mencerminkan keberkahan malam tersebut, di mana Allah SWT menghalangi segala bentuk gangguan dari setan untuk memberi ruang bagi hamba-hamba-Nya untuk beribadah dengan tenang.

Secara keseluruhan, tanda-tanda ini menggambarkan bahwa Lailatul Qadar adalah malam yang penuh dengan keberkahan dan keistimewaan. Keadaan alam yang tenang, cuaca yang nyaman, serta tanda-tanda langit dan matahari yang berbeda memberikan petunjuk kepada umat Islam bahwa malam tersebut adalah malam yang sangat mulia.

Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk meningkatkan ibadah mereka, khususnya di sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan, dengan harapan dapat meraih keutamaan malam yang lebih baik daripada seribu bulan ini.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved