LIPSUS CJH Tertua Malang Raya
Aktivitas CJH Tertua Malang Raya, Kemenag Prioritaskan CJH Lansia
Kementerian Agama memberi prioritas kepada calon jemaah haji (CJH) untuk menunaikan ibadah haji.
Penulis: Benni Indo | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM, MALANG - Kementerian Agama (Kemenag) memberi prioritas kepada calon jemaah haji (CJH) untuk menunaikan ibadah haji. Di Malang Raya, CJH tertua adalah Kasim yang berusia 95 tahun saat melaksanakan ibadah haji pada 2025.
Di Kota Malang, CJH tertua bernama Satrio Wasiyo yang berusia 94 tahun. Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah Kantor Kemenag Kota Malang, Subhan mengatakan CJH tua harus ada pendamping dari keluarga.
"Kami beri kesempatan untuk ada pendampingan dari ahli warisnya. Jadi, ahli waris yang punya porsi bisa mendampingi orang tua. Meskipun belum waktunya berangkat, pendamping bisa berangkat, asalkan sudah punya porsi di atas lima tahun," kata Subhan kepada SURYAMALANG.COM, Kamis (24/4).
Maksud dari porsi adalah kuota berangkat haji yang sudah didaftarkan oleh keluarga CJH tua tersebut. Keluarga dari calon jamaah tua tersebut sudah menunggu dalam waktu minimal lima tahun. "Jadi pendamping itu porsi hajinya sudah mendaftar minimal lima tahun. Artinya, pendamping tetap dari keluarganya," tambahnya.
CJH tua tersebut akan mendapat fasilitas pelayanan tidak jauh berbeda dengan CJH lain. Menu makanannya juga sama dengan jamaah lain. Begitu juga pelayanan kesehatannya.
Namun jika ada kebutuhan khusus dari CJH tua tersebut, pelayanan akan disesuaikan. Di situlah pentingnya pendamping yang mengetahui kebutuhan CJH tersebut. "CJH lansia dan CJH difabel memang mendapat prioritas. Prioritas lansia mulai dari usia 85 tahun sampai 97 tahun," tambahnya.(bni)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/BERKAS-Calon-jemaah-haji-mengumpulkan-berkas-administrasi-untuk-pemberangkatan-haji-tahun.jpg)