Kementerian PU Segera Bangun Sekolah Rakyat di Kota Malang, Bakal Ditunjang dengan Fasilitas Lengkap

Kementerian PU Segera Bangun Sekolah Rakyat di Kota Malang, Bakal Ditunjang dengan Fasilitas Lengkap

Penulis: Kukuh Kurniawan | Editor: Eko Darmoko
SURYAMALANG.COM/Kukuh Kurniawan
BANGUN SEKOLAH RAKYAT - Sekretaris Jenderal Kementerian PU, Mohammad Zainal Fatah (memakai topi dan berkacamata) didampingi Sekda Kota Malang, Erik Setyo Santoso saat mengecek gedung eks Poltekom, Minggu (4/5/2025). Diketahui, Kementerian PU segera menbangun Sekolah Rakyat di Kota Malang dan rencananya akan dibangun di lahan seluas 8,5 hektar yang berada di Jalan Mayjen Sungkono Kecamatan Kedungkandang atau tak jauh dari GOR Ken Arok. 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) segera membangun kompleks Sekolah Rakyat di Kota Malang.

Untuk mengakomodir pembangunan tersebut, tim yang dipimpin oleh Sekretaris Jenderal Kementerian PU, Mohammad Zainal Fatah, telah mengecek langsung ke beberapa lokasi.

Salah satunya, yaitu lahan kosong seluas 8,5 hektar yang berada di Jalan Mayjen Sungkono Kecamatan Kedungkandang atau tak jauh dari GOR Ken Arok.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Malang, Erik Setyo Santoso mengatakan, bahwa tim dari Kementerian PU datang ke Malang untuk mengobservasi sekaligus mengecek calon lokasi yang dianggap pas dan ideal sebagai Sekolah Rakyat.

Ada beberapa kriteria atau indikator yang dilihat. Untuk jangka pendek, yaitu memanfaatkan sementara bangunan eks Politeknik Kota Malang (Poltekom) yang terletak di Jalan Tlogowaru.

"Jadi, bangunan yang sudah ada dioptimalisasi dan dimanfaatkan seperti lokasi pertama (gedung eks Poltekom). Karena pertengahan tahun ini, Sekolah Rakyat sudah harus bisa dioperasionalkan," jelasnya kepada SURYAMALANG.COM, Minggu (4/5/2025).

Lalu, adapun kriteria kedua untuk jangka panjang. Yaitu, mencari lokasi untuk pembangunan Sekolah Rakyat secara permanen.

"Ada beberapa lokasi yang kami usulkan, salah satunya lahan kosong yang berada di sebelah GOR Ken Arok ini, dan tadi tim PU melihat dan dinilai sangat ideal," tambahnya.

Erik menjelaskan, bahwa pembangunan Sekolah Rakyat sepenuhnya ditanggung oleh APBN. Untuk desain bangunan, dari Kementerian Sosial sebagai penanggung jawab dan pengerjaannya dilakukan Kementerian PU.

"Jadi, ada dua desain bangunan Sekolah Rakyat yang telah disiapkan, yaitu desain pertama membutuhkan lokasi 5 sekian hektar dan desain kedua butuh lokasi 6 sekian hektar."

"Sementara lahan di samping GOR Ken Arok ini, luasnya 8,5 hektar sehingga sudah sangat ideal," terangnya.

Apabila Sekolah Rakyat ini sudah selesai terbangun dan bisa beroperasi di tahun 2026 mendatang, maka aktivitas yang berada di gedung eks Poltekom akan dipindakan seluruhnya.

"Poltekom ini kan sifatnya sementara sampai gedung baru selesai terbangun. Jadi nanti yang di sana (Poltekom) dipindah ke sini (gedung baru)," tambahnya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kementerian PU, Mohammad Zainal Fatah menuturkan bahwa Sekolah Rakyat yang bakal dibangun itu, akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas sarana prasarana.

"Jadi lengkap ada SD, SMP, SMA, asrama termasuk infrastruktur olahraga seperti lapangan."

"Lalu ada dapur dan aula serta tempat pelatihan sehingga mereka (pelajar) bisa bikin semisal hidroponik," pungkasnya.

Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved