Biang Kerok Teror Bom Pesawat Saudia Airlines Diduga Berasal dari India, Dikirim Lewat Pesan Suara

Terungkap biang kerok teror bom pesawat Saudia Airlines yang diduga berasal dari India. 

Penulis: Frida Anjani | Editor: Frida Anjani
ISTIMEWA/Tribunnews
DIJAGA TNI - Sejumlah anggota TNI ikut melakukan evakuasi terhadap ratusan penumpang pesawat Saudi Arabian Airlines yang mendarat darurat di di Bandara Internasional Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara, pada Selasa (17/06/2025). Polisi melakukam pendalaman dan masih terus dilakukan berkoordinasi dengan pihak maskapai Saudi Arabia 

SURYAMALANG.COM - Terungkap biang kerok teror bom pesawat Saudia Airlines yang diduga berasal dari India. 

Diketahui, teror bom ke pesawat Saudia Airlines yang mendarat darurat di Bandara Kualanamu ini disampaikan dari direct speech atau pesan suara langsung.

Hal ini disampaikan oleh Kapolda Sumut Irjen Whisnu Hermawan Februanto.

Peneror jilid 2 pesawat Saudia Airlines SVA 5688 Rute Jeddah, Muscat, tujuan Surabaya yang mendarat darurat di bandara Internasional Kualanamu, Sabtu (21/6/2025) berasal dari negara India.

Sebab informasi yang diperoleh Kepolisian, teror ancaman bom ke pesawat yang membawa 367 jemaah haji asal Jawa Timur, berasal dari negara tersebut.

Namun demikian, keberadaan pasti peneror masih terus diselidiki benar tidak dari negara India.

"Kemungkinan sama (ancamannya). Karena informasinya dari wilayah India. Masih kita dalami,"kata Kapolda Sumut Irjen Whisnu Hermawan Februanto, Sabtu (21/6/2025).

Pola ancaman teror bom kali ini berbeda dengan teror di tanggal 17 Juni kemarin.

Baca juga: MIRIS! Siswa SD Sawer Biduan Saat Perpisahan Sekolah di Tulungagung, Biang Kerok Wali Murid Sendiri

Teror pertama yang dialami Saudia Airlines SV -5726 pembawa 442 jemaah haji asal Indonesia rute Jeddah - Jakarta dilakukan melalui email yang dikirim ke kementerian perhubungan di Jakarta.

Namun hari ini, pesawat berbeda dari maskapai yang sama, Saudia Airlines SVA 5688 Rute Jeddah, Muscat, tujuan Surabaya membawa 376 jemaah haji mendarat darurat di bandara Kualanamu diteror melalui pesan suara radio speech.

Untuk menyelidiki teror serupa, Kapolda Sumut mengaku berkoordinasi dengan Polda Metro Jaya, dan Bareskrim Polri.

Kemudian, Polisi juga akan berkoordinasi dengan pihak keamanan lintas negara.

"Pertama dari email, ini dari direct speech. Kami dalami. Dari Polda Metro, Bareskrim. butuh koordinasi antar negara."

Irjen Whisnu Hermawan Februanto menyatakan pihaknya bersama TNI, bandara Kualanamu selesai memeriksa pesawat Saudia Airlines SVA 5688 Rute Jeddah, Muscat, tujuan Surabaya yang mendarat darurat di bandara Internasional Kualanamu, Sabtu (21/6/2025).

 TEROR BOM: Kepala kantor otoritas bandara wilayah II, Medan Asri Santosa (kemeja putih) bersama Kapolda Sumut Irjen Whisnu Hermawan (Kiri) saat diwawancarai soal pesawat Saudia Airlines kembali dapat teror dan mendarat darurat di Kualanamu, Sabtu (21/6/2025). Asri menyebut teror dikirim menggunakan seperti pesan suara atau direct speech, menggunakan jaringan pribadi. (TRIBUN MEDAN/FREDY SANTOSO)
 TEROR BOM: Kepala kantor otoritas bandara wilayah II, Medan Asri Santosa (kemeja putih) bersama Kapolda Sumut Irjen Whisnu Hermawan (Kiri) saat diwawancarai soal pesawat Saudia Airlines kembali dapat teror dan mendarat darurat di Kualanamu, Sabtu (21/6/2025). Asri menyebut teror dikirim menggunakan seperti pesan suara atau direct speech, menggunakan jaringan pribadi. (TRIBUN MEDAN/FREDY SANTOSO) ()

Baca juga: FOTO Wajah Jokowi Saat Ultah ke-64 Disebut Idap Sindrom Stevens Jhonson, Warga Doakan Cepat Sembuh

Kurang lebih memeriksa pesawat selama 7 jam sejak pesawat mendarat pukul 09:27 WIB hingga pukul 16:30 WIB setiap bagian, hasilnya pesawat bebas dari bom.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved