8 Sosok Penentu Pemakzulan Gibran, Purnawirawan TNI Ancam Duduki MPR dan Lapor SBY: Ambil Paksa!

8 Sosok penentu pemakzulan Gibran, Purnawirawan TNI makin serius, ancam duduki MPR dan lapor SBY: ambil paksa!

|
TribunSolo.com/Ahmad Syarifudin/KOMPAS.com/NICHOLAS RYAN ADITYA
DESAKAN PEMAKZULAN GIBRAN - Wakil Presiden, Gibran Rakabuming Raka (KANAN) dalam dokumentasi TribunSolo.com pemberitaan Rabu, (25/1/2023). Eks Wakil Panglima TNI Jenderal (Purn) Fachrul Razi (KIRI) dalam konferensi pers Pemakzulan Gibran Rakabuming Raka, di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Rabu (2/7/2025), Purnawirawan TNI ancam duduki MPR dan lapor SBY. Ada 8 sosok penentu pemakzulan Gibran. 

"Kita duduki MPR Senayan sana. Oleh karena itu, saya minta siapkan kekuatan," imbuhnya. 

Baca juga: Wapres Gibran Kunjungi Pesantren Mambaul Ulum Banyuwangi, Perkuat Silaturahmi Ulama-Umara

Slamet kemudian menyinggung kondisi bangsa yang akan berada di ujung tanduk apabila masih dipimpin oleh Wapres Gibran.

Pihaknya mendesak seluruh elemen masyarakat untuk bergerak menyelamatkan negara.

"Negara kita memang berada di ujung tanduk, masih ada atau hancur. Oleh karena itu, mau enggak mau, kita semua harus bergerak untuk menyelamatkan bangsa ini," ujar Slamet.

Slamet mengungkapkan kekecewaan lantaran surat-surat yang mereka layangkan ke DPR tidak mendapat tanggapan. 

Bahkan Slamet menyebut DPR tidak sopan memperlakukan purnawirawan TNI seperti itu. 

"Surat-surat yang sudah kita sampaikan, kita masih sopan, tapi mereka kelihatannya enggak sopan, enggak dijawab," ujar Slamet.

"Oleh karena itu, kita enggak perlu menunggu lagi, kalau perlu kita selesaikan secara jantan. Mau enggak mau harus gitu," tambahnya.

Lapor SBY

Setelah konferensi pers, Mantan Wakil Panglima TNI Jenderal (Purn) Fachrul Razi mengungkapkan rencana untuk bertemu dengan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sekaligus eks Kepala Staf Teritorial (Kaster) TNI. 

Pertemuan ini disebut-sebut dalam rangka mencari tahu keberpihakan SBY terkait desakan pemakzulan (impeachment) terhadap Gibran.

Fachrul menekankan pertemuan tersebut bisa saja bersifat tertutup dan dengan pendekatan yang "tidak formal". 

"Nah, kalau soal menemui itu kan bisa tertutup ya. Mungkin nanti kita cari pendekatan-pendekatannya tidak formal," kata Fachrul di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Rabu.

Baca juga: Wapres Gibran Sebut UMKM Buatan Ibu-ibu Banyuwangi Potensial Naik Kelas

Fachrul lantas membandingkan sikap SBY dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) pasca-masa jabatan.

Fachrul menilai, SBY tidak lagi "cawe-cawe" setelah purna tugas, berbeda dengan Jokowi yang disebutnya masih menunjukkan intervensi. 

"Bisa saja (bertemu SBY) karena kalau Pak SBY berbeda banget dengan Pak Jokowi. Begitu selesai masa tugasnya, dia enggak cawe-cawe lagi" urainya.

Halaman
123
Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved