Rabu, 6 Mei 2026

Pembunuhan Brigadir Nurhadi

'Jangan Begitu, Itu Cewek Abangmu' Misri Tegur Brigadir Nurhadi Pergoki Cium Melannie Putri di Kolam

'Jangan begitu, itu cewek abangmu', pengakuan Misri Puspitasari menegur Brigadir Muhammad Nurhadi ketika memeergoki sedang mencium Melannie Putri.

Tayang:
Editor: iksan fauzi
Tangkapan Layar
PEMBUNUHAN BRIGADIR NURHADI : Misir Puspitasrai (kiri) dan foto Brigadir Nurhadi semasa hidup. Misri sempat menegur Brigadir Nurhadi ketika memergoki sedang mencium cewek bawaan atasannya, Ipda Haris Chandra bernama Melannie Putri di kolam. 

SURYAMALANG.COM - 'Jangan begitu, itu cewek abangmu', pengakuan Misri Puspitasari (23) menegur Brigadir Muhammad Nurhadi ketika memeergoki sedang mencium Melannie Putri di kolam Vila Tekek Gili Trawangan, Kamis (16/4/2025).

Pengakuan Mistri Puspitasari itu disampaikan langsung oleh kuasa hukumnya, Yan Mangandar Putra.

Ya, Misri Puspitasari merupakan satu dari tiga orang yang menjadi tersangka dugaan pembunuhan terhadap Brigadir Nurhadi.

Dua tersangka lainnya adalah atasan Brigadir Nurhadi yang pernah menjabat sebagai Kasat Reskrim, yaitu Kompol I Made Yogi Purusa Utama dan Ipda Haris Chandra.

Misri Puspitasari merupakan wanita panggilan yang diajak Kompol Yogi untuk pesta bersama Ipda Haris Chandra, Melannie Putri dan Brigadir Nurhadi.

Menurut Yan, setelah Misri menegur Brigadir Nurhadi, diketahui Ipda Haris Chandra dan Melannie Putri kembali ke kamar hotel.

Baca juga: Kesaksian Misri Puspitasari saat Brigadir Nurhadi Tewas di Kolam Setelah Merayu Melanie, Terekam

Hotel tempat menginap Ipda Haris Chandra dan Melannie Putri bersebelahan dengan vila tempat mereka pesta.

"( Kompol Yogi) Yogi ke kamar tidur-tiduran, sedangkan Misri duduk di sekitar kolam," beber Yan.

Tak cukup di situ, Misri juga melihat Ipda Haris Chandra sedang bolak balik ke Vila Tekek Gili Trawangan Lombok Utara dari hotel sampai tiga kali.

"Kemudian pukul 19.58 WITA, di CCTV hotel terlihat Haris masuk vila yang ketiga kali," ungkap Yan.

Ia mengatakan, di waktu itulah terjadi detik-detik krusial.

"Klien saya tidak bisa mengingat jelas kejadian setelah pukul 19.55 WITA," katanya.

"Dia sempat bangunkan Yogi, kemudian masuk ke kamar mandi cukup lama, lebih dari 20 menit," beber Yan.

Baca juga: Gerak-gerik Ipda Haris Sebelum Brigadir Nurhadi Tewas, Misri Puspitasari: 2 Kali ke Vila Celingukan

"Kejadian sesaat sebelum masuk kamar mandi dan kejadian sesaat setelah keluar dari kamar mandi, dia benar-benar enggak bisa ingat," tukas Yan.

KEMATIAN BRIGADIR NURHADI - Kolase foto Brigadir Nurhadi, Misri dan Kompol Yogi, Kamis (10/7/2025). Klarifikasi keluarga Brigadir Nurhadi dituding pesta bareng wanita di vila Gili Trawangan, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).
KEMATIAN BRIGADIR NURHADI - Kolase foto Brigadir Nurhadi, Misri dan Kompol Yogi, Kamis (10/7/2025). Klarifikasi keluarga Brigadir Nurhadi dituding pesta bareng wanita di vila Gili Trawangan, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). (Kolase SURYAMALANG.COM/ISTIMEWA)

Kini, Misri mengalami tekanan serisu cukup mengganggu kesehatannya selama menjadi tersangka pembunuhan Brigadir Nurhadi.

Bahkan pada saat pemeriksaan 29 Juni 2025 lalu, perempuan asal Kota Jambi ini mengalami kesurupan.

"Puncak kondisi psikis M (Misri) yang tertekan terjadi pada malam itu, ketika M mengalami kerasukan. Ia kerasukan arwah seorang Brigadir MN dan mengungkapkan nama pelaku serta cara pembunuhannya," ungkap Yan Mangandar pada Tribun Lombok, Rabu (9/7/2025).

"Insiden serupa sebelumnya juga pernah dialami M di Banjarmasin setelah mengetahui dirinya ditetapkan sebagai tersangka," bebernya.

Peristiwa pembunuhan Brigadir Nurhadi terjadi ketika kelima orang itu sedang pesta di Villa Tekek Gili Trawangan.

Di sela pesta itu, mereka diduga mengkonsumsi narkoba jenis obat-obatan terlarang yang disediakan oleh mantan Kasat Reskrim Polresta Mataram Kompol Yogi.

Selain itu, Misri juga membawa obat penenang yang dibeli di Bali.

Misri membeli obat menggunakan uang kiriman dari Kompol Yogi sebanyak Rp 2 Juta.

Sebelum Brigadir Nurhadi tewas, kelima orang ini sempat berenang di kolam vila dalam kondisi mabuk. 

Baca juga: Misri Puspitasari Ngaku Kerasukan Arwah Brigadir Nurhadi, Ceritakan Nama Pelaku dan Cara Pembunuhan

Saat semua mengalami kondisi kurang sadar, Misri melihat Brigadir Nurhadi mendekati hingga mencium Melanie Putri di atas kolam. 

Dirreskrimum Polda NTB, Kombes Syarif Hidayat mengatakan Brigadir Nurhadi diduga mengonsumsi obat penenang.

Setelah itu, Syarif menyebut Brigadir Nurhadi sempat mencoba merayu dan mendekati salah satu teman wanita tersangka, yakni Melannie Putri.

"Ada peristiwa almarhum (Brigadir Nurhadi) mencoba untuk merayu dan mendekati rekan wanita salah satu tersangka, itu ceritanya. Itu dibenarkan oleh saksi yang ada di TKP (tempat kejadian perkara)," ungkap Syarif saat konferensi pers di Mapolda NTB, Jumat (4/7/2025).

Sementara itu, Ketua tim kuasa hukum Kompol Yogi, Hijrat Prayitno mengatakan, kliennya yang mengangkat korban dari dasar kolam serta memberikan pertolongan pertama termasuk membawa ke klinik di Gili Trawangan.

"Berdasarkan keterangan klien kami, sudah berusaha menyelamatkan almarhum Brigadir Nurhadi dari dasar kolam," jelasnya, Senin (7/7/2025). 

Korban kemudian dievakuasi ke pinggir kolam sementara pihak hotel langsung menghubungi salah satu pusat kesehatan, untuk melakukan tindakan medis.

Sekira pukul 21:26 WITA tim kesehatan tiba di hotel dan langsung memberikan tindakan pertolongan pertama, namun tidak memberikan respon.

Setelah beberapa kali memberikan pertolongan pertama namun tidak memberikan respon, Brigadir Nurhadi selanjutnya dibawa menuju ke Klinik Warna Medika dan dilakukan pemeriksaan EKG.

Hasil pemeriksaan EKG flat atau sudah tidak terdeteksi detak jantung, pukul 22:14 WITA Brigadir Nurhadi dinyatakan meninggal.

Kematian Brigadir Nurhadi janggal

PEMBUNUHAN BRIGADIR NURHADI - Foto mertua Brigadir Nurhadi, Sukarmidi saat ditemui di rumahnya, keluarga Brigadir Nurhadi ungkap keinginan terakhir korban sebelum tewas. Kamis (10/7/2025).
PEMBUNUHAN BRIGADIR NURHADI - Foto mertua Brigadir Nurhadi, Sukarmidi saat ditemui di rumahnya, keluarga Brigadir Nurhadi ungkap keinginan terakhir korban sebelum tewas. Kamis (10/7/2025). (TribunLombok.com/Wawan Sugandika)

Keluarga menilai ada kejanggalan terhadap kematian Brigadir Nurhadi di kolam renang.

Mengingat kolam tempat tenggelamnya Brigadir Nurhadi tergolong dangkal.

Yakni, memiliki kedalaman cuma 1,2 meter.

Sedangkan tubuh Brigadir Nurhadi tingginya lebih dari 1,6 meter.

Justri keluarga menduga telah terjadi pembunuhan lantaran jenazah Brigadir Nurhadi ditemukan tanda-tanda bekas penganiayaan.

Hasil autopsi, di tubuh Brigadir Nurhadi terdapat luka memar di bagian kepala depan dan belakang akibat benda tumpul. 

Baca juga: Brigadir Nurhadi Tewas Usai Merayu Wanita Penghibur Atasannya, Pesta di Vila Tekek Ide Kompol I Made

"Jadi ada kekerasan pencekian yang utama yang menyebabkan yang bersangkutan tidak sadar atau pingsan sehingga berada di dalam air," kata Dokter Forensik Unram dr Arfi Samsun. 

Penyidik masih mendalami peran dari tiga tersangka, termasuk sosok yang melakukan pencekikan.

Sementara itu, hasil pemeriksaan poligraf atau pendeteksi kebohongan mengungkap seluruh jawaban dari para tersangka sebagian besar berbohong.

Ditahan di sel khusus

Penyidik Polda NTB menahan tersangka Kompol Yogi dan Ipda Haris Chandra di sel khusus.

"Jadi kita tempatkan secara terpisah di sel khusus lantai dua 4 dan 5," ungkap Direktur Reserse Kriminal Umum Polda NTB, AKBP Rifai di Mapolda NTB, Senin (7/7/2025).

Ia menambahkan, penahanan ini bertujuan untuk mempercepat proses penyelidikan.

"Satu sel satu orang," katanya.

Sebelum ditahan, kedua tersangka telah menjalani pemeriksaan kesehatan di RS Bhayangkara Mataram.

Penahanan ini merupakan langkah lanjutan setelah tiga orang tersangka sebelumnya juga ditahan terkait kasus kematian Brigadir Nurhadi.

Artikel ini telah tayang di Bangkapos.com dan Kompas.com grup SURYAMALANG.COM

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved