Selasa, 21 April 2026

Terminal Hamid Rusdi Malang

Kisah Terminal Hamid Rusdi Dilanda Sepi, Akses Jalan dan Perubahan Perilaku Penumpang Jadi Pemicu

Sekarang ini banyak kendala, terutama soal akses masuk ke terminal Hamid Rusdi yang terganggu kemacetan dari arah Pasar Gadang

Penulis: Benni Indo | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM/BENNI INDO
TERMINAL SEPI - Kondisi jalur trayek di Terminal Hamid Rusdi yang sepi pada Rabu siang (30/7/2025). Terminal Hamid Rusdi tidak berfungsi optimal, tidak banyak kendaraan yang datang ke terminal tersebut. Belakangan, Pemprov Jatim akan menghidupkan kembali terminal tersebut melalui program Trans Jatim. 

SURYAMALANG.COM, MALANGTerminal Hamid Rusdi, Kota Malang, tampak sepi dari aktivitas penumpang maupun kendaraan umum.

Kondisi ini berlangsung sejak pandemi Covid-19 dan belum pulih sepenuhnya. 

"Sejak pandemi, jumlah penumpang menurun drastis. Sekarang ini banyak kendala, terutama soal akses masuk ke terminal yang terganggu kemacetan dari arah Pasar Gadang," ujar  Abdul Ghofur, Koordinator Terminal Hamid Rusdi, saat ditemui Rabu (30/7/2025).

Menurutnya, angkutan umum yang dulunya aktif kini semakin tergerus oleh maraknya transportasi online dan kepemilikan sepeda motor pribadi di kalangan masyarakat. 

“Anak-anak sekarang lebih memilih motor. Bahkan uang muka beli motor sekarang hanya Rp 500 ribu,” tambahnya, Rabu (30/7/2025).


Ghofur menjelaskan, operasional terminal sebenarnya tetap berjalan 24 jam dengan dua shift.

Bus Damri menjadi satu-satunya armada yang masih datang tepat waktu setiap pagi, berangkat sekitar pukul 08.00 WIB menuju kawasan wisata di Pantai Selatan.

Sementara itu, trayek dari Lumajang dan Dampit tetap ada setiap hari meski jumlahnya tidak pasti, antara 5 hingga 11 bus per hari.

“Kalau pagi biasanya tidak masuk karena macet. Baru jam 9 ke atas jalanan mulai longgar dan bus mulai berdatangan,” terangnya.

Ghofur menyebutkan, rata-rata penumpang yang dilayani dalam sehari berkisar 50 orang.

Namun, pasca tengah hari, aktivitas terminal mulai meredup. 

“Sore hari sudah sepi, karena kendaraan sulit masuk akibat aktivitas bongkar muat pasar,” ungkapnya.

Saat ini, Terminal Hamid Rusdi tengah dipersiapkan sebagai salah satu titik pemberhentian bus Trans Jatim.

Beberapa pembenahan infrastruktur sudah dilakukan. Atap-atap yang rusak sudah diperbaiki.

"Kami siap jika ditunjuk sebagai titik pemberhentian,” tegas Ghofur.

Sumber: SuryaMalang
Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved