Kota Malang

Terminal Hamid Rusdi di Kota Malang Sepi Aktivitas, DPRD Jatim Desak Pemprov Turun Tangan

Sepinya Terminal Hamid Rusdi di Kota Malang turut menarik perhatian Anggota DPRD Jatim, Puguh Wiji Pamungkas.

Editor: Eko Darmoko
IST
TERMINAL HAMID RUSDI - Anggota Komisi E DPRD Jatim, Puguh Wiji Pamungkas, saat kegiatan beberapa waktu lalu. Dalam pernyataan terbaru, Puguh meminta Pemprov untuk melakukan berbagai upaya agar Terminal Hamid Rusdi di Kota Malang kembali ramai aktivitas. 

Laporan Yusron Naufal Putra

SURYAMALANG.COM, MALANG - Sepinya Terminal Hamid Rusdi di Kota Malang turut menarik perhatian Anggota DPRD Jatim, Puguh Wiji Pamungkas.

Legislator dari Dapil Malang Raya ini tak memungkiri kondisi tersebut, dan mengusulkan agar Pemprov Jatim turun tangan guna menghidupkan kembali aktivitas di terminal tersebut.

Secara ketentuan, Terminal Hamid Rusdi di Kota Malang ini merupakan Terminal tipe B, yakni dikelola oleh Pemerintah Provinsi.

Dalam pandangan Puguh, salah satu penyebab terminal itu kini sepi dari aktivitas karena biasanya angkutan banyak berhenti atau ngetem di luar terminal.

Baca juga: Dusun Blandit di Singosari Malang Jadi Sarang Judi Sabung Ayam, Polisi-TNI Lakukan Penggerebekan

"Menurut saya ini kan menjadi aset Pemprov yang istilahnya itu tidak termaksimalkan penggunaannya."

"Jadi ini sudah dibangun menggunakan dana APBD dengan nominal yang cukup besar," kata Puguh Wiji Pamungkas saat dikonfirmasi SURYAMALANG.COM di Surabaya, Jumat (1/8/2025).

Sedianya, berbagai sarana dan prasarana yang dibangun untuk transportasi publik termasuk Terminal Hamid Rusdi ini dibangun untuk menarik daya pikat masyarakat untuk memanfaatkan transportasi massal.

Terlebih, posisi Terminal Hamid Rusdi yang cukup strategis. Lokasinya dekat dengan Malang bagian selatan.

Dianggap strategis karena bisa menjadi jembatan mobilitas, di antaranya dari Kabupaten Malang ke Lumajang melalui jalur selatan.

Lalu, dari Kabupaten Malang ke sejumlah wilayah lain di Jawa Timur.

Baca juga: Kasih Ibu Sepanjang Masa, Nortaji Ajak Musrika Pulang dari Griya Lansia Malang Meski Telah Disakiti

Puguh menyampaikan usulan agar Pemprov Jatim melalui Dinas Perhubungan bisa melakukan berbagai upaya.

Misalnya, dengan melakukan rekayasa agar angkutan yang biasanya ngetem di luar terminal bisa masuk ke dalam.

Dengan dilakukan disiplin semacam itu, maka ia yakin terminal ini akan hidup kembali.

Jika dibiarkan ngetem di luar, tidak hanya akan membuat terminal sepi tapi juga bisa menimbulkan kemacetan di jalan.

Lantaran keinginan untuk aktivasi kembali terminal ini, Puguh sangat setuju terhadap rencana peluncuran Trans Jatim koridor Malang Raya.

Sebab, nantinya juga akan masuk ke Terminal Hamid Rusdi. Menurut Puguh, penataan transportasi sangan penting dilakukan secara komprehensif.

Mengingat Malang Raya dengan berbagai banyaknya wisatanya terus berpotensi menarik wisatawan untuk masuk.

Belum lagi, jumlah kampus di Malang yang juga banyak dan selama ini jadi jujugan masyarakat luar daerah.

Puguh mengutip data BPS, bahwa ada sekitar 300.000 mahasiswa di Malang yang hanya tinggal sementara.

Sebagai gambaran, jika ada tiga kali wisuda saja di berbagai kampus, maka potensi kedatangan puluhan ribu orang tua mahasiswa dari luar daerah ke Malang sangat terbuka.

Tentu tak hanya datang ke kampus, melainkan juga ada potensi menikmati wisata di Malang. Hal ini menuntut perhatian lebih untuk transportasi publik.

"Kalau ada jaminan transportasi publik yang itu menjadi bagian dari yang mempermudah mereka untuk datang ke pusat-pusat wisata, tentu ini akan menjadi salah satu faktor yang membuat mendongkrak pendapatan asli daerah Pemprov Jatim," ujar politisi PKS ini.

Sepinya Terminal Hamid Rusdi di Kota Malang ini terjadi sejak pandemi Covid-19 beberapa tahun lalu.

Aktivitas terminal tampak sepi dari aktivitas penumpang maupun kendaraan umum.

Kondisi ini juga diakui oleh Abdul Ghofur, Koordinator Terminal Hamid Rusdi, saat ditemui Rabu (30/7/2025) lalu.

Pasca pandemi, aktivitas belum pulih sepenuhnya. jumlah penumpang menurun drastis.

"Sejak pandemi, sekarang ini banyak kendala, terutama soal akses masuk ke terminal yang terganggu kemacetan dari arah Pasar Gadang," kata Abdul Ghofur kepada SURYAMALANG.COM.

Menurutnya, angkutan umum yang dulunya aktif kini semakin tergerus oleh maraknya transportasi online dan kepemilikan sepeda motor pribadi di kalangan masyarakat.

Sedianya, perasional terminal sebenarnya tetap berjalan 24 jam dengan dua shift.

Bus Damri menjadi satu-satunya armada yang masih datang tepat waktu setiap pagi, berangkat sekitar pukul 08.00 WIB menuju kawasan wisata di Pantai Selatan.

 

Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved