“Kami ingin menampilkan kebudayaan yang sering dianggap kuno oleh orang lain. Dengan cara berbagai upaya yang tidak berlebihan. Seperti menampilkan skenario yang cantik, yaitu membagikan buah seperti jeruk atau suvenir lainnya yang sesuai dengan tahunnya. Untuk saat ini kan Tahun Tikus, kami telah menyiapkan suvenir itu kepada para penonton,” jelasnya.
Citra Satria berharap, di Tahun Imlek 2020 masyarakat Indonesia diberi kesehatan dan kesuksesan demi masa depan yang lebih baik.
“Semoga di tahun ini Indonesia harus lebih maju dan lebih baik dari tahun tahun sebelumnya,” ucapnya.
Salah satu anggota barongsai Tim Tarian Singa dan Naga Ksatria dari suku Jawa, Ahmad Rifai (28), mengaku bergabung dengan klub itu karena alasan budaya, hobi, dan olahraga. Rifai menjadi anggota sejak 2005.
“Pertama kali gabung kesulitannya pada awal-awal latihan. Sebelum latihan barongsai harus berlatih kuda kuda, kemudian latihan fisik, dan bela diri wushu,” ungkap pria yang juga bekerja sebagai pengusaha dekorasi dan renovasi rumah ini.
Rifai juga menambahkan, melalui klub Tim Tarian Singa dan Naga Ksatria ini para anggota jadi lebih mengenal banyak orang melalui perkumpulan rutin yang diadakan seminggu dua kali.
“Selama jadi anggota, kami sudah mengikuti banyak kompetisi dengan torehan masuk 10 besar. Kalau cerita sukses saya, melalui barongsai saya mendapatkan perempuan idaman sehingga bisa melanjutkan ke jenjang pernikahan,” terang Ahmad Rifai.
Hal serupa juga diutarakan Budi Hartanto (30), keturunan Tionghoa. Kesukaannya berolahraga menjadi alasan dia menjadi anggota klub barongsai pada 2007.
Menurutnya, barongsai merupakan olahraga yang jarang dilakukan oleh sebagian masyarakat.
“Secara keseluruhan, saya membantu teknik dasarnnya dengan memberikan materi supaya punya pegangan dalam menguasai barongsai,” imbuh pria juga seorang dokter gigi ini.
Di tahun Imlek kali ini, Budi berharap budaya di Indonesia terus berkembang dan beraneka ragam. Serta tidak ada lagi isu SARA yang menyerang masyarakat. Mengingat para anggota Tim Tarian Singa dan Naga Ksatria berbaur menjadi satu.
“Semoga Tim Tarian Singa dan Naga Ksatria lebih maju lagi dan aktif dalam semua kompetisi,” pungkasnya.
Sementara itu, para pengunjung yang memadati atrium Royal Plaza Surabaya, Jumat (24/1/2020), merasa terhibur dengan atraksi kesenian barongsai dan leang-leong di pusat perbelanjaan tersebut.
Tak sedikit pula yang berteriak memanggil barongsai di tengah-tengah pertunjukan supaya dihampiri.
(Tim liputan SURYA)