Harga Fantastis Warung Makan di Puncak Bogor Viral, 2 Mie Rebus Rp 54 Ribu & 6 Teh Manis Rp 90 Ribu

Penulis: Sarah Elnyora
Editor: Dyan Rekohadi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Foto viral nota di salah satu warung di puncak Bogor yang viral di Twitter Selasa 1 Juni 2021

SURYAMALANG.COM, MALANG - Beredar viral harga makanan warung di Puncak Bogor yang dijual dengan tarif fantastis. 

Tarif tidak wajar itu terlihat dari foto-foto nota yang viral di Twitter berasal dari salah satu kedai. 

Makanan dan minuman yang dijual di warung tersebut antara lain seperti mie rebus, teh hangat, kopi dan jagung bakar. 

Dalam nota yang beredar tertulis harga 2 porsi mie instan pakai telur dipatok dengan harga Rp 54 ribu yang artinya 1 porsi Rp 27 ribu.

Namun di nota tersebut harga 1 porsinya ditulis Rp 18 ribu.

Kasir kedai tersebut diduga keliru dalam menghitung tarif makanan yang dipesan pelanggannya hingga tarif yang dibayarkan menjadi tak wajar.

Kemudian untuk sajian lainnya, seporsi nasi dipatok Rp 10 ribu, segelas teh manis hangat Rp 10 ribu, jagung bakar Rp 17 ribu, seporsi roti bakar coklat Rp 25 ribu dan seporsi telur setengah matang Rp 25 ribu.

Berita Arema Populer Rabu 2 Juni 2021: Target Eduardo Almeida Sebulan Pra Liga 1 & Tim Putri Kecewa

Foto viral nota di salah satu warung di puncak Bogor yang viral (Medsos/Istimewa via TribunnewsBogor.com)

Setelah nota pembayaran tersebut diunggah di medsos, beredar pula nota pembayaran lain dengan nama kedai yang sama.

Di nota tersebut tertulis 6 gelas teh manis dipatok Rp 90 ribu, segelas kopi hitam Rp 10 ribu dan segelas teh tawar hangat Rp 8 ribu.

Demi Ngidam Nagita Slavina, Tukang Jagung Rela Terbang Dari Lombok, Kini Nasibnya Berujung Mujur

Foto viral nota di salah satu warung di puncak Bogor yang viral di Twitter (Medsos/Istimewa via TribunnewsBogor.com)

Camat Cisarua Deni Humaedi saat dikonfirmasi mengaku belum mengetahui pasti soal kedai yang menawarkan harga yang dinilai tak wajar tersebut

Dia mengaku akan melakukan pengecekan terlebih dahulu demi mengkonfirmasi apakah harga makanan di Puncak yang viral itu murni kesalahan perhitungan kasir atau ada faktor lain.

"Saya coba tanya (cek) dulu itu yang dimana, saya coba konfirmasi dulu," kata Deni Humaedi saat dikonfirmasi TribunnewsBogor.com, Selasa (1/7/2021) 'Viral Harga Mie Pakai Telur di Puncak Bogor Rp 54 Ribu, Foto Notanya Beredar di Medsos'.

Sampai Selasa (1/7/2021) foto viral nota-nota tersebut sudah dibagikan lebih dari seribu kali dan dihujani lebih dari 700 komentar.

  • Kasus Serupa di Malioboro 

Sebelumnya, kasus serupa juga terjadi di di kawasan Malioboro, Yogyakarta. 

Salah satu pedagang pecel lele juga kedapatan menjual makanannya dengan harga tak wajar. 

Peristiwa ini viral setelah seorang wisatawan mengeluh lewat sebuah video yang diunggah di TikTok.

Bahkan, pada Rabu (26/5/2021) siang, keyword Malioboro menjadi trending topik Twitter sekaligus menampar jargon kota pariwisata.

Dalam konten itu, akun Tiktok bernama @aulroket secara gamblang mengeluhkan mahalnya harga pecel lele, yang dibanderol hingga Rp37 ribu.

Dengan rincian, Rp20 ribu untuk seporsi lele, Rp7 ribu nasi putih, serta Rp10 ribu untuk lalapan di sebuah warung lesehan.

"Gua nggak mau nyebut lah, pokoknya di deretan ini, kenapa kapitalis banget, hallo?"

"Jadi, buat kalian, viewer gue orang Yogya, coba kasih tau, kenapa makan di daerah sini tuh harganya suka tak sesuai," ujarnya. 

Gaya Krisdayanti Hadiri Rapat Paripurna DPR Tersorot, Tampil Menawan, Istri Raul Lemos Bikin Salfok

Akibat postingan viral itu, tiga tempat usaha di Jalan Perwakilan, Yogyakarta, ditutup sementara. 

Ketiga tempat itu terindikasi melakukan pelanggaran, yakni mematok harga secara tak wajar dan menerapkan cara berjualan yang menjebak.

"(Pesan) pecel lele kok cuma dikasih lele thok (saja), itu nggak boleh lagi."

"Kalau pecel lele ya komplit," tegas Wakil Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi, usai meninjau pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Malioboro, Sabtu (29/5/2021), dilansir Tribun Jogja 'Kata Wakil Wali Kota Yogyakarta, Pecel Lele Kok Cuma Lele Thok!'.

Heroe menambahkan, sanksi terberat pada para pedagang yang melanggar adalah penutupan tempat usaha secara permanen.

Pasalnya, kata Heroe, berjualan dengan cara menjebak berpotensi membuat nama Malioboro menjadi jelek.

"Ini sudah kesepakatan kita semua kalau ada yang melanggar dan ada yang membuat Malioboro tidak baik di mata orang ya kena sanksi," ujarnya.

Terkait hal ini, Sri Sultan mengatakan, pedagang yang sengaja membanderol harga mahal memang akan mendapatkan untung banyak.

Namun, ujarnya, hal tersebut justru membuat pelanggan enggan kembali ke warung milik si pedagang.

"Ya nuthuk (getok) maunya untung besar tapi buntung, durung karuan payu meneh (belum tentu laku lagi)."

"Kalau saya jualan itu untung secukupnya ya kan, tapi nambah pelanggan," bebernya saat ditemui di Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Senin (31/5/2021), dikutip dari Kompas.com 'Soroti soal Harga Pecel Lele Mahal di Malioboro, Ini Kata Sri Sultan'.

Lebih lanjut, Sri Sultan meminta agar para pedagang di Malioboro dan sekitarnya dapat mengambil hikmah dari viralnya video soal harga pecel lele.

"Bagaimana dengan pengalaman kemarin itu menjadi teman-teman PKL di sana mengkoordinasikan potensi yang ada."

"Jangan hanya bicara Malioboro saja tapi lingkungannya juga bisa dikomunikasikan," pungkasnya.

Mengutip Tribun Jogja, oknum pedagang yang membanderol harga pecel lele mahal tersebut adalah pedagang baru.

Ketua Forum Komunikasi dan Koordinasi Perwakilan (FKKP), Adi Kusuma, mengatakan pedagang tersebut belum masuk dalam paguyubannya.

"Perihal video viral yang menyangkut PKL pecel lele yang ada di perwakilan, kami menyatakan bahwa memang sudah kami temukan oknum PKL tersebut."

"Tetapi saya nyatakan oknum tersebut belum masuk dalam paguyuban kami, karena oknum tersebut ternyata adalah pemilik baru dari pemilik lama yang baru dialihkan," katanya melalui keterangan tertulis yang diterima Tribun Jogja, Kamis (27/5/2021) 'Kabar Terbaru Kasus Video Viral Harga PKL Pecel Lele di Kawasan Malioboro Yogyakarta'.

Pedagang itu, lanjut Adi, baru berjualan sekitar dua bulan lalu.

Ia meneruskan tempat pemilik lama yang tak sanggup melanjutkan usahanya karena terdampak pandemi Covid-19.Adi mengungkapkan, si pedagang tak tahu adanya paguyuban.

Si pedagang juga tak berkoordinasi setelah pengambilalihan manajemen tempat makan itu.

Ia pun dikenai sanksi dan mendapat pembinaan dari FKKP.

"Agar tidak terulang lagi kejadian serupa, kami dalam waktu dekat akan melakukan pendataan ulang di wilayah tersebut dan kami akan adakan penyuluhan ketertiban untuk semua PKL yang ada di Perwakilan," pungkasnya.

Ikuti berita viral dan viral harga makanan warung di Puncak Bogor lainnya. 

Berita Terkini