Oleh: Alief Wikarta, PhD, Dosen dan Sekretaris Departemen Teknik Mesin, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS)
SURYAMALANG.COM - Dalam kehidupan organisasi, kita sering mendengar istilah snowball effect: masalah kecil yang dibiarkan terus menggelinding, membesar, hingga akhirnya menjadi bencana.
Biasanya bola salju tumbuh karena tidak ada pencegahan dan koreksi dini.
Namun, dalam praktiknya, ada situasi yang lebih berbahaya: bola salju itu bukan hanya dibiarkan, melainkan juga disembunyikan.
Salah satu contoh yang sedang ramai adalah kasus sertifikasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker).
Tarif resmi yang semestinya hanya Rp275 ribu berubah menjadi jutaan rupiah di lapangan.
Praktik ini disebut berlangsung sejak 2019, dengan dugaan nilai korupsi mencapai puluhan miliar rupiah.
Kasus tersebut baru terbongkar setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan.
Beberapa pejabat, termasuk wakil menteri, telah ditetapkan sebagai tersangka.
Kasus ini menunjukkan bahwa sistem pengawasan kurang berjalan dengan semestinya.
Lebih dari itu, ada patronase dan perlindungan yang membuat praktik salah ini aman bertahun-tahun.
Inilah contoh nyata bola salju yang bukan hanya membesar, tetapi juga disembunyikan dari pandangan publik.
Pola Sistemik
Mengapa hal seperti ini bisa terjadi? Jawabnya karena penyimpangan kecil dianggap sepele.
Perbedaan tarif misalnya, bisa dipandang sekadar “biaya tambahan” yang wajar.