Pohonnya ditanam di pekarangan samping rumah milik orang tuanya.
Luasnya hanya sekitar 400 meter persegi dengan jumlah pohon kisaran belasan batang.
Usia pohon salak yang ditanam itu kisaran 25 tahun lebih.
Meskipun sudah berumur puluhan tahun, namun pohonnya masih berbuah sampai sekarang.
Baca juga: 6 PENYEBAB Hasil Panen Apel Batu Turun Drastis, Tahun 2024 Hanya 140 Kwintal
Baik Suyono maupun kakaknya, masih rutin merawat pohon salak.
Hal ini ia lakukan untuk mempertahankan salak suwaru yang selalu dirindukan warga asli Pagelaran.
"Orang yang tahu salak suwaru pasti langsung beli ke rumah-rumah karena rasanya beda dengan salak pondoh ini lebih berair," tandasnya.
Namun, ia tak menampik bahwa harga Salak Suwaru semakin anjlok.
Pada saat kejayaannya dulu, salak tersebut bisa laku dengan harga Rp 10 ribu/kilogram, kini harganya tinggal Rp 3,5 ribu/kilogram.
Sehingga banyak warga yang dulunya menanam salak kini beralih ke tanaman tebu karena hasil panennya jauh lebih menjanjikan.
"Masalahnya karena kendala harga," tukasnya.