Jumat, 10 April 2026

Waspada Peredaran Uang Palsu

Polres Batu Imbau Warga Selalu Waspada Terhadap Peredaran Uang Palsu Selama Ramadhan dan Hari Raya

Polres Batu Imbau Warga Selalu Waspada Terhadap Peredaran Uang Palsu Selama Ramadhan dan Hari Raya

Penulis: Dya Ayu | Editor: Eko Darmoko
SURYAMALANG.COM/Dya Ayu
ILUSTRASI UANG PALSU - Masyarakat wajib lebih waspada terkait peredaran uang palsu. Sebab, jelang Lebaran sering dimanfaatkan oknum untuk menggunakan uang palsu saat transaksi. 

Ringkasan Berita:
  • Polres Batu mengungkap, uang palsu memiliki ciri-ciri tekstur yang lebih halus dibandingkan uang asli
  • Fenomena uang palsu ini sering muncul saat Ramadhan atau menjelang Idulfitri
  • Polres Batu dalam kurun dua tahun terakhir mendapat satu laporan pengaduan terkait uang palsu
 

SURYAMALANG.COM, KOTA BATU - Takjil yang mengandung bahan berbahaya, parsel dengan produk kedaluwarsa, serta peredaran uang palsu menjadi ancaman bagi warga saat Ramadhan maupun jelang Idulfitri.

Terkait maraknya peredaran uang palsu jelang Lebaran, masyarakat diimbau untuk lebih waspada dan berhati-hati agar tidak tertipu.

Di Kota Batu, Polres Batu pernah mengungkap kasus peredaran uang palsu.

Disampaikan Ps Kasi Humas Polres Batu, Iptu M Huda Rohman, dalam kurun dua tahun terakhir Polres Batu hanya mendapat satu laporan pengaduan terkait uang palsu.

Dari hasil pengembangan dan penyelidikan, Polres Batu berhasil menangkap tiga tersangka pada tanggal 23 Maret 2025 lalu dengan barang bukti berupa uang palsu sebesar Rp 14.900.000 pecahan Rp 100 ribu.

Persis saat jelang Lebaran, tiga tersangka yakni GA (19) warga Dusun Sidorejo Desa Sidomulyo, Kecamatan Selorejo, Kabupaten Blitar; AA (37), warga Dusun Sukomulyo, Desa Gadungan, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar; dan HP (22) warga Jalan Kendalrejo Talun, Desa Kendalrejo, Kecamatan Talun, Kabupaten Blitar ditangkap polisi.

Baca juga: Pasar Among Tani Kota Batu Akan Dijadikan Pusat Grosir, Revitalisasi Pakai Anggaran APBN Rp 166,7 M

Ketiganya terbukti menjual uang palsu kepada pembelinya di Kota Batu setelah berkomunikasi via Facebook dengan harga Rp 2,5 juta untuk uang palsu sebesar Rp 10 juta.

“Dua tahun terakhir laporan yang masuk ke kami soal uang palsu ada satu kejadian dengan tersangka dua laki-laki dan satu perempuan."

"Kami imbau bagi masyarakat menjelang Idul Fitri seperti saat ini untuk lebih berhati-hati dan waspada."

"Sebelum tukar uang baru wajib dicek terlebih dahulu keasliannya,” kata Iptu M Huda Rohman kepada SURYAMALANG.COM, Minggu (8/3/2026).

Selain itu, Huda juga mengimbau para pedagang untuk waspada dalam menerima uang belanja pembeli.

Sebab tak jarang pedagang mendapati adanya uang palsu setelah transaksi dari pembeli.

“Kalau bisa setiap toko punya alat ultraviolet untuk deteksi uang palsu,” ujarnya.

Dari hasil penangkapan Polres Batu, uang palsu yang didapat dari tersangka memiliki ciri-ciri tekstur yang lebih halus dibandingkan uang asli, disemprot dengan cat semprot pilox akrilik agar terasa kasar saat disentuh menyerupai uang asli.

Sementara itu salah satu pemilik toko peracangan di Kota Batu, Tutik Winarni mengaku, pernah mendapat uang palsu sebesar Rp 100 ribu sebanyak dua lembar dari total transaksi Rp 2 juta hasil jual beli di tokonya.

Sumber: SuryaMalang
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved