Waspada Peredaran Uang Palsu
Peredaran Uang Palsu Masih Ditemukan di Malang, Bank Indonesia Ingatkan Warga Kenali Ciri Uang Asli
Peredaran Uang Palsu Masih Ditemukan di Malang, Bank Indonesia Ingatkan Warga Kenali Ciri Uang Asli
Penulis: Mochammad Rifky Edgar Hidayatullah | Editor: Eko Darmoko
Ringkasan Berita:
- Peredaran uang palsu menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H masih ditemui di sejumlah daerah. Polresta Malang Kota baru saja mengungkapkan kasus peredaran uang palsu hampir senilai Rp 100 juta
- Bank Indonesia (BI) Malang mengingatkan warga agar lebih waspada dengan mengenali ciri-ciri uang rupiah asli. Masyarakat tetap perlu meningkatkan kewaspadaan saat menerima uang tunai
SURYAMALANG.COM, KOTA MALANG - Di tengah meningkatnya transaksi digital, peredaran uang palsu menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H masih ditemui di sejumlah daerah.
Seperti di Kota Malang, Polresta Malang Kota baru saja mengungkapkan kasus peredaran uang palsu hampir senilai Rp 100 juta.
Peredaran uang palsu ini berhasil diungkap, dengan melibatkan tiga tersangka yang kini telah ditangkap.
Namun, polisi masih menyelidiki lebih lanjut kasus tersebut, guna melakukan pengembangan.
Menanggapi hal tersebut, Bank Indonesia (BI) Malang mengingatkan warga agar lebih waspada dengan mengenali ciri-ciri uang rupiah asli.
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Malang, Siti Nurfalinda, mengatakan masyarakat tetap perlu meningkatkan kewaspadaan saat menerima uang tunai.
Edukasi mengenai cara membedakan uang rupiah asli dan palsu terus dilakukan agar masyarakat tidak mudah tertipu.
Baca juga: Geliat Penukaran Uang Baru di Kota Malang Jelang Lebaran 2026, Harus Jeli Perbedaan Asli dan Palsu
"Peredaran uang palsu kemungkinan masih ada. Karena itu masyarakat perlu tetap aware dan memahami ciri-ciri uang asli," ujarnya saat ditemui SURYAMALANG.COM, Kamis (5/3/2026).
Menurutnya, cara paling sederhana untuk memastikan keaslian uang rupiah adalah dengan metode 3D, yaitu dilihat, diraba, dan diterawang.
Pada tahap dilihat, masyarakat bisa memperhatikan tampilan uang yang umumnya memiliki warna cerah serta gambar pahlawan dan ornamen yang terlihat jelas dan detail.
Selain itu, terdapat beberapa unsur pengaman seperti benang pengaman dan gambar tersembunyi yang dapat dilihat dari sisi tertentu.
Kemudian pada tahap diraba, uang asli memiliki tekstur yang berbeda dengan kertas biasa.
Beberapa bagian uang terasa timbul atau tidak rata, seperti pada gambar pahlawan, tulisan Bank Indonesia, serta angka nominal.
"Biasanya kalau diraba ada bagian yang terasa tidak rata karena itu merupakan fitur pengamanan," jelasnya.
Sementara pada tahap diterawang, masyarakat bisa mengarahkan uang ke cahaya untuk melihat tanda air (watermark) berupa gambar pahlawan dan angka nominal yang muncul samar pada bagian tertentu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/Deputi-Kepala-Perwakilan-Bank-Indonesia-KPwBI-Malang-Siti-Nurfalinda.jpg)