Kota Batu
Peralihan Musim Hujan ke Kemarau, Suhu Kota Batu Terasa Panas Menyengat
Kota yang biasanya terkenal dengan udaranya yang sejuk serta angin sepoi-sepoi, beberapa hari belakangan terasa panas menyengat.
Penulis: Dya Ayu | Editor: Eko Darmoko
Ringkasan Berita:
- Kalaksa BPBD Kota Batu, Suwoko menuturkan, berdasarkan rilis dari BMKG, kondisi panas di Kota Batu terjadi karena masa peralihan dari musim hujan ke musim kemarau
- BMKG memprediksi musim kemarau di Jawa Timur tahun 2026 akan datang secara bertahap mulai bulan ini hingga bulan Juni mendatang, dengan puncak kekeringan diproyeksikan terjadi pada bulan Agustus
SURYAMALANG.COM, KOTA BATU - Cuaca panas beberapa hari belakangan ini dikeluhkan masyarakat Kota Batu dan sekitarnya.
Kota yang biasanya terkenal dengan udaranya yang sejuk serta angin sepoi-sepoi, beberapa hari belakangan terasa panas menyengat.
“Iya, 3-4 hari terakhir cuacanya panas dan ungkep (gerah) banget pas siang hari."
"Malam hari udaranya juga gitu. Mau gak mau harus pakai AC, padahal biasanya gak harus pakai AC udah dingin,” kata warga Temas, Kota Batu, yang berkuliah di Malang, Nuraini, kepada SURYAMALANG.COM, Rabu (15/4/2026).
Hal senada juga disampaikan Habib, pria asal Pesanggrahan itu, menuturkan cuaca yang terik membuatnya malas keluar rumah saat siang hari.
Namun apalah daya, kerjaannya sebagai tukang paket mengharuskan ia keliling setiap harinya.
Baca juga: Jalur Klemuk Kota Batu Ditutup Total untuk Roda 4 dan Roda 2 Matic, Serta Dihapus dari Google Maps
“Panasnya kentang-kentang kalau orang Jawa bilang."
"Biasanya saya santai gak pakai jaket, tapi beberapa hari belakangan ini gak tahu kenapa udaranya gerah pol."
"Pakai jaket gerah, gak pakai jaket panasnya menyengat di kulit,” ujar Habib.
Terkait cuaca panas yang terjadi di Kota Batu dan sekitarnya ini, Kalaksa BPBD Kota Batu, Suwoko menuturkan, berdasarkan rilis dari BMKG, kondisi ini terjadi karena masa peralihan dari musim hujan ke musim kemarau.
“Saat ini memasuki masa peralihan."
"Sehingga pola angin berubah dari angin Baratan menjadi angin Timur (Monsun Australia) di bulan ini,” jelas Suwoko kepada SURYAMALANG.COM.
Lanjutnya, BMKG memprediksi musim kemarau di Jawa Timur tahun 2026 akan datang secara bertahap mulai bulan ini hingga bulan Juni mendatang, dengan puncak kekeringan diproyeksikan terjadi pada bulan Agustus.
Selain itu, diprediksi kemarau tahun ini lebih panjang dan kering, sehingga diimbau waspada kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (Kahutla).
Baca juga: Pendaftaran Selter Calon Sekda Kota Batu Masih Sepi, Belum Ada yang Mendaftar
| Jalur Klemuk Kota Batu Ditutup Total untuk Roda 4 dan Roda 2 Matic, Serta Dihapus dari Google Maps |
|
|---|
| Pendaftaran Selter Calon Sekda Kota Batu Masih Sepi, Belum Ada yang Mendaftar |
|
|---|
| Taman Hutan Kota Bondas di Kota Batu Bakal Dibangun Jogging Track, Butuh Dana Rp 100 Juta Lebih |
|
|---|
| Pemkot Batu Siapkan Perwali untuk Menata Kabel Agar Tidak Semrawut |
|
|---|
| Pengembangbiakan Bekantan Berjalan Lancar di Jatim Park 2 Kota Batu, Lahir Bayi Kedelapan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/Banjir-Luapan-di-Bumiaji-Dikaitkan-Dengan-Wisata-Baru-di-Kota-Batu-Wali-Kota-Buka-Suara.jpg)