Sabtu, 25 April 2026

Kota Batu

Peralihan Musim Hujan ke Kemarau, Suhu Kota Batu Terasa Panas Menyengat

Kota yang biasanya terkenal dengan udaranya yang sejuk serta angin sepoi-sepoi, beberapa hari belakangan terasa panas menyengat.

Penulis: Dya Ayu | Editor: Eko Darmoko
SURYAMALANG.COM/Dya Ayu
LANSKAP KOTA BATU - Suasana Kota Batu, beberapa waktu yang lalu. Kini, di pertengahan April 2026, Kota Batu terasa panas. Terkait cuaca panas, berdasarkan rilis dari BMKG, kondisi ini terjadi karena masa peralihan dari musim hujan ke musim kemarau. 
Ringkasan Berita:
  • Kalaksa BPBD Kota Batu, Suwoko menuturkan, berdasarkan rilis dari BMKG, kondisi panas di Kota Batu terjadi karena masa peralihan dari musim hujan ke musim kemarau
  • BMKG memprediksi musim kemarau di Jawa Timur tahun 2026 akan datang secara bertahap mulai bulan ini hingga bulan Juni mendatang, dengan puncak kekeringan diproyeksikan terjadi pada bulan Agustus

SURYAMALANG.COM, KOTA BATU - Cuaca panas beberapa hari belakangan ini dikeluhkan masyarakat Kota Batu dan sekitarnya.

Kota yang biasanya terkenal dengan udaranya yang sejuk serta angin sepoi-sepoi, beberapa hari belakangan terasa panas menyengat.

“Iya, 3-4 hari terakhir cuacanya panas dan ungkep (gerah) banget pas siang hari."

"Malam hari udaranya juga gitu. Mau gak mau harus pakai AC, padahal biasanya gak harus pakai AC udah dingin,” kata warga Temas, Kota Batu, yang berkuliah di Malang, Nuraini, kepada SURYAMALANG.COM, Rabu (15/4/2026).

Hal senada juga disampaikan Habib, pria asal Pesanggrahan itu, menuturkan cuaca yang terik membuatnya malas keluar rumah saat siang hari.

Namun apalah daya, kerjaannya sebagai tukang paket mengharuskan ia keliling setiap harinya.

Baca juga: Jalur Klemuk Kota Batu Ditutup Total untuk Roda 4 dan Roda 2 Matic, Serta Dihapus dari Google Maps

“Panasnya kentang-kentang kalau orang Jawa bilang."

"Biasanya saya santai gak pakai jaket, tapi beberapa hari belakangan ini gak tahu kenapa udaranya gerah pol."

"Pakai jaket gerah, gak pakai jaket panasnya menyengat di kulit,” ujar Habib.

Terkait cuaca panas yang terjadi di Kota Batu dan sekitarnya ini, Kalaksa BPBD Kota Batu, Suwoko menuturkan, berdasarkan rilis dari BMKG, kondisi ini terjadi karena masa peralihan dari musim hujan ke musim kemarau.

“Saat ini memasuki masa peralihan."

"Sehingga pola angin berubah dari angin Baratan menjadi angin Timur (Monsun Australia) di bulan ini,” jelas Suwoko kepada SURYAMALANG.COM.

Lanjutnya, BMKG memprediksi musim kemarau di Jawa Timur tahun 2026 akan datang secara bertahap mulai bulan ini hingga bulan Juni mendatang, dengan puncak kekeringan diproyeksikan terjadi pada bulan Agustus.

Selain itu, diprediksi kemarau tahun ini lebih panjang dan kering, sehingga diimbau waspada kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (Kahutla).

Baca juga: Pendaftaran Selter Calon Sekda Kota Batu Masih Sepi, Belum Ada yang Mendaftar

Sumber: SuryaMalang
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved