Kota Batu
Melemahnya Rupiah Bikin Peternak dan Petani di Kota Batu Sengsara
Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat membuat petani dan peternak di Kota Batu sengsara.
Penulis: Dya Ayu | Editor: Eko Darmoko
Ringkasan Berita:
- Petani dan peternak di Kota Batu sengsara buntut melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat
- Dampak rupiah melemah membuat naiknya harga pakan ternak, bahan baku pertanian impor, hingga naiknya kemasan plastik yang mencapai 100 persen
- Hal itu memicu lonjakan biaya produksi di tengah harga hasil panen dan komoditas peternakan yang justru cenderung turun
SURYAMALANG.COM, KOTA BATU - Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat membuat petani dan peternak di Kota Batu sengsara.
Penasehat Kelompok Peternak Ayam Petelur Kota Batu, Ludi Tanarto mengatakan, dampak rupiah melemah membuat naiknya harga pakan ternak, bahan baku pertanian impor, hingga naiknya kemasan plastik yang mencapai 100 persen.
Alhasil, hal itu memicu lonjakan biaya produksi di tengah harga hasil panen dan komoditas peternakan yang justru cenderung turun.
“Sektor pertanian dan peternakan menjadi bidang yang sangat rentan terhadap fluktuasi kurs dolar, karena sebagian besar komponen produksi masih bergantung pada bahan impor."
"Sekitar 60 persen komponen pakan ternak masih menggunakan bahan impor, sehingga pembayarannya memakai dolar."
'Ketika nilai dolar naik seperti sekarang, dampaknya langsung terasa pada harga pakan,” kata Ludi Tanarto kepada SURYAMALANG.COM, Selasa (19/5/2026).
Baca juga: Dolar Naik, Produsen Keripik Tempe Sanan Kota Malang Menjerit, Harga Kedelai dan Plastik Ikut Naik
Ludi menjelaskan, dampak yang dirasakan para petani dan peternak di Kota Batu sudah terjadi dalam dua bulan terakhir, bahkan harga pakan ternak sudah mengalami kenaikan sebanyak tiga kali.
“Tiap naik berkisar Rp 200 per kilogram, sehingga total kenaikan mencapai Rp 600 per kilogram."
"Awalnya harga pakan sekitar Rp 7.400 per kilogram, sekarang sudah menyentuh Rp 8.000 per kilogram atau hampir 10 persen,” jelasnya.
Kenaikan juga terjadi pada bahan plastik untuk kemasan produk pertanian maupun peternakan.
Saat ini kenaikan plastik mencapai 100 persen akibat bahan bakunya juga bergantung pada impor.
“Harga botol plastik bahkan naik sampai 100 persen."
"Memang untuk plastik kemasan naiknya cukup tinggi."
"Sementara bahan aktif obat pertanian juga masih impor dan transaksinya menggunakan dolar. Ini tentunya terdampak,” ujarnya.
Lantaran kondisi rupiah yang melemah membuat harga sarana produksi pertanian ikut naik.
| Lulusan SD Berebut SPMB Jalur Afirmasi SMP Negeri di Kota Batu, Ini Kuotanya |
|
|---|
| Sapi Kurban Presiden Prabowo untuk Masyarakat Kota Batu Berjenis Limosin dengan Bobot 1,2 Ton |
|
|---|
| Plt Wali Kota Batu Heli Suyanto Tanggapi Pandangan Fraksi Terkait Tiga Ranperda |
|
|---|
| Merasa Dianak-tirikan, Pedagang Pasar Pagi Kota Batu Belum Bisa Satu Atap di Pasar Induk Among Tani |
|
|---|
| Okupansi Hotel di Kota Batu 70 Persen Selama Libur Panjang Mei 2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/Petani-saat-mengairi-tanamannya-di-Kota-Batu-Dampak-rupiah-melemah.jpg)