Kota Batu
Melemahnya Rupiah Bikin Peternak dan Petani di Kota Batu Sengsara
Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat membuat petani dan peternak di Kota Batu sengsara.
Penulis: Dya Ayu | Editor: Eko Darmoko
Ia menyebut rata-rata kenaikan produk pertanian kini mencapai sekitar 15 persen.
“Supplier sekarang juga tidak berani memberi jaminan harga untuk satu bulan ke depan."
"Jadi setiap transaksi harus negosiasi ulang karena harga terus berubah mengikuti fluktuasi kurs,” terangnya.
Sayangnya, tingginya biaya produksi tak diiringi dengan kondisi pasar, yang kini juga tengah lesu.
Harga telur, daging, hingga sejumlah hasil panen disebut justru tengah mengalami penurunan harga.
“Kondisi sekarang ini biaya produksi naik, tetapi harga panen tidak ikut naik."
"Bahkan telur dan beberapa hasil pertanian cenderung turun."
"Apalagi saat ini masuk bulan Dzulqa’dah atau bulan Selo dalam penanggalan Jawa, saat ini aktivitas hajatan masyarakat cenderung menurun sehingga kebutuhan konsumsi ikut berkurang."
"Dampaknya harga komoditas ikut melemah,” bebernya.
Pihak petani dan peternak berharap nantinya memasuki bulan Dzulhijjah atau bulan Besar, aktivitas hajatan masyarakat meningkat dan kebutuhan konsumsi akan kembali naik.
Baca juga: Sapi Kurban Presiden Prabowo untuk Masyarakat Kota Batu Berjenis Limosin dengan Bobot 1,2 Ton
| Lulusan SD Berebut SPMB Jalur Afirmasi SMP Negeri di Kota Batu, Ini Kuotanya |
|
|---|
| Sapi Kurban Presiden Prabowo untuk Masyarakat Kota Batu Berjenis Limosin dengan Bobot 1,2 Ton |
|
|---|
| Plt Wali Kota Batu Heli Suyanto Tanggapi Pandangan Fraksi Terkait Tiga Ranperda |
|
|---|
| Merasa Dianak-tirikan, Pedagang Pasar Pagi Kota Batu Belum Bisa Satu Atap di Pasar Induk Among Tani |
|
|---|
| Okupansi Hotel di Kota Batu 70 Persen Selama Libur Panjang Mei 2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/Petani-saat-mengairi-tanamannya-di-Kota-Batu-Dampak-rupiah-melemah.jpg)