Rabu, 20 Mei 2026

Kota Batu

Melemahnya Rupiah Bikin Peternak dan Petani di Kota Batu Sengsara

Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat membuat petani dan peternak di Kota Batu sengsara.

Tayang:
Penulis: Dya Ayu | Editor: Eko Darmoko
SURYAMALANG.COM/Dya Ayu
ILUSTRASI - Petani saat mengairi tanamannya di Kota Batu. Dampak rupiah melemah membuat naiknya harga pakan ternak, bahan baku pertanian impor, hingga naiknya kemasan plastik yang mencapai 100 persen. Sektor pertanian dan peternakan menjadi bidang yang sangat terdampak imbas naiknya dolar karena sebagian besar komponen produksi masih bergantung pada bahan impor. 

Ia menyebut rata-rata kenaikan produk pertanian kini mencapai sekitar 15 persen.

“Supplier sekarang juga tidak berani memberi jaminan harga untuk satu bulan ke depan."

"Jadi setiap transaksi harus negosiasi ulang karena harga terus berubah mengikuti fluktuasi kurs,” terangnya.

Sayangnya, tingginya biaya produksi tak diiringi dengan kondisi pasar, yang kini juga tengah lesu.

Harga telur, daging, hingga sejumlah hasil panen disebut justru tengah mengalami penurunan harga.

“Kondisi sekarang ini biaya produksi naik, tetapi harga panen tidak ikut naik."

"Bahkan telur dan beberapa hasil pertanian cenderung turun."

"Apalagi saat ini masuk bulan Dzulqa’dah atau bulan Selo dalam penanggalan Jawa, saat ini aktivitas hajatan masyarakat cenderung menurun sehingga kebutuhan konsumsi ikut berkurang."

"Dampaknya harga komoditas ikut melemah,” bebernya.

Pihak petani dan peternak berharap nantinya memasuki bulan Dzulhijjah atau bulan Besar, aktivitas hajatan masyarakat meningkat dan kebutuhan konsumsi akan kembali naik.

Baca juga: Sapi Kurban Presiden Prabowo untuk Masyarakat Kota Batu Berjenis Limosin dengan Bobot 1,2 Ton

Sumber: SuryaMalang
Halaman 2/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved