Kamis, 16 April 2026

Kabupaten Probolinggo

Pada Tahun 2025 Ini, Pemkab Probolinggo Tuntaskan Perbaikan 75 Ruas Jalan

Meski dalam kondisi keterbatasan anggaran fiskal, perbaikan jalan mampu dilakukan hingga 75 ruas jalan sepanjang tahun 2025.

Editor: Eko Darmoko
ISTIMEWA
PERBAIKAN JALAN - Sebuah jalan penghubung Kecamatan Gading - Krucil yang dulunya rusak dan kini sudah mulus. Sepanjang 2025 ini, Pemkab Probolinggo menuntaskan sebanyak 75 ruas jalan. 

Ringkasan Berita:
  • Komitmen Pemkab Probolinggo untuk membenahi infrastruktur jalan terus digenjot
  • Meski dalam kondisi keterbatasan anggaran fiskal, perbaikan jalan mampu dilakukan hingga 75 ruas jalan sepanjang tahun 2025
  • Capaian ini menjadi catatan menarik mengingat perbaikan infrastruktur jalan tersebut terus digenjot di tengah kondisi keterbatasan fiskal daerah

Laporan Ahsan Faradisi

SURYAMALANG.COM, PROBOLINGGO - Komitmen Pemkab Probolinggo untuk membenahi infrastruktur jalan terus digenjot.

Meski dalam kondisi keterbatasan anggaran fiskal, perbaikan jalan mampu dilakukan hingga 75 ruas jalan sepanjang tahun 2025.

Capaian ini menjadi catatan menarik mengingat perbaikan infrastruktur jalan tersebut terus digenjot di tengah kondisi keterbatasan fiskal daerah.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Probolinggo, Hengki Cahjo Saputra mengatakan, perbaikan jalan tahun ini tidak hanya mengandalkan APBD, melainkan juga memaksimalkan sumber daya non-APBD.

"Perbaikan dilakukan secara menyeluruh, baik menggunakan APBD maupun Non-APBD. Strateginya adalah kolaborasi," kata Hengki, Rabu (10/12/2025).

Baca juga: Patroli Skala Besar Mulai Digalakkan Polres Probolinggo Jelang Natal dan Tahun Baru 2025/2026

Berdasarkan data Dinas PUPR, berikut adalah rincian penanganan jalan yang telah dilakukan sepanjang tahun 2025 :

  • 42 Ruas Jalan: Diselesaikan melalui pengerjaan pemeliharaan rutin menggunakan APBD
  • 17 Ruas Jalan: Dilakukan pekerjaan konstruksi (peningkatan) menggunakan anggaran APBD
  • 16 Ruas Jalan: Diperbaiki oleh pihak kontraktor tol (sebagai bentuk tanggung jawab atas dampak lalu lintas alat berat)
  • Akses Wisata: Sejumlah ruas jalan menuju area wisata dikerjakan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan

Pemanfaatan kerja kolektif kolegial ini, lanjut Hengki, melibatkan berbagai elemen, mulai dari Pemerintah Daerah, Pemerintah Desa, pihak kontraktor swasta, hingga dana CSR perusahaan.

"Sinergi ini memungkinkan perbaikan infrastruktur tetap berjalan masif meski anggaran daerah terbatas," ungkapnya.

Bupati Probolinggo, Mohammad Haris menyampaikan, pengerjaan jalan tidak bisa semua dibebankan pada APBD.

Mengingat anggaran yang terbatas dan ruas jalan rusak masih cukup besar. Sehingga butuh strategi dan kerjasama lintas instansi untuk menyelesaikan beban infrastruktur tersebut.

"Keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi alasan terhentinya pelayanan kepada masyarakat, khususnya dalam penyediaan akses jalan yang layak," ujar Gus Haris.

Oleh karena itu, menurut Gus Haris, model kerja gotong royong antara pemerintah, swasta, dan desa adalah solusi efektif mempercepat pembangunan daerah dan hal tersebutlah yang sangat ditekankan.

"Dengan mulusnya puluhan ruas jalan ini, diharapkan mobilitas warga semakin lancar dan berdampak positif pada perputaran ekonomi lokal."

"Tahun depan perbaikan infrastruktur jalan akan kembali dilakukan pada ruas-ruas jalan rusak di sejumlah ruas jalan lainnya," pungkasnya.

 

Sumber: SuryaMalang
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved