Kamis, 11 Juni 2026

Wisata Malang Raya

Sambut Nataru dan Siaga Bencana, Ini Kesiapan Tempat Wisata Coban Rondo Malang

Pengelola tempat wisata air terjun Coban Rondo di Kecamatan Pujon Kabupaten Malang bersiap menyambut libur Nataru sekaligus siaga bencana

Tayang:
Penulis: Kukuh Kurniawan | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM/Kukuh Kurniawan
ANTISIPASI NATARU DAN BENCANA - Gerbang masuk menuju tempat wisata air terjun Coban Rondo di Kecamatan Pujon Kabupaten Malang, Jumat (12/12/2025). Pihak pengelola Coban Rondo telah melakukan berbagai langkah kesiapan menghadai momen libur Nataru dan antisipasi bencana. 

Ringkasan Berita:
  • Pengelola tempat wisata air terjun Coban Rondo menyambut momen libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) sekaligus antisipasi menghadapi bencana
  • Skema evakuasi evakuasi jika nantinya ada bencana alam sudah disiapkan
  • Penambahan personel, pemantauan cuaca dan pemasangan papan-papan petunjuk peringatan dan arah jalur evakuasi te;ah disiapkan

 

 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Pengelola tempat wisata air terjun Coban Rondo di Kecamatan Pujon Kabupaten Malang telah melakukan berbagai langkah persiapan di penghujung tahun ini. 

Terkait menghadapi momen libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) serta antisipasi menghadapi bencana.

Manajer Klaster Malang PT Perhutani Alam Wisata Risorsis selaku pengelola Coban Rondo, Imam Basori mengatakan, bahwa pengoptimalan personel baik dari internal maupun eksternal telah dilakukan.

Sehingga apabila terjadi kejadian bencana, maka akan langsung bergerak.

Baca juga: Daftar 5 Lokasi Wisata Malang Rating Tertinggi di Google Review, Bisa Jadi Tujuan Saat Libur Nataru

"Ada 25 personel kami dan tambahan dari eksternal sebanyak 7 orang, belum bantuan dari unsur TNI - Polisi setempat serta pihak kecamatan maupun Perhutani. Ini kami optimalkan dan kami kerahkan untuk membantu evakuasi pengunjung apabila terjadi kejadian," ujarnya , Jumat (12/12/2025).

Meski belum memiliki peralatan peringatan dini atau Early Warning System (EWS), namun pihaknya telah melakukan kesiapan mitigasi bencana. 

Yaitu dengan memasang rambu-rambu petunjuk arah evakuasi, memasang pagar pengaman agar pengunjung tidak masuk ke area bawah air terjun, dan rutin memantau informasi perkembangan kondisi cuaca.

"Ketika hujannya deras dan ekstrem serta kondisinya berbahaya, maka kami lakukan penutupan sementara waktu. Apabila ada pengunjung masih berada di dalam, maka personel kami akan saling berkomunikasi dan mengkondisikan evakuasi pengunjung untuk segera keluar dari area coban,"

"Namun sejauh ini, belum pernah dilakukan (penutupan sementara). Karena kondisi hujan di wilayah sini masih normal dan tidak terlalu ekstrem, dan kami berharap jangan sampai terjadi kejadian apapun," bebernya.

Dirinya memperkirakan saat momen libur Nataru 2025/2026, akan terjadi peningkatan jumlah pengunjung di tempat wisata Coban Rondo.

Diprediksi akan meningkat hingga 25 persen dibandingkan saat hari biasa atau saat libur akhir pekan.

"Kalau hari biasa sekitar 500 sampai 700 pengunjung per hari, dan saat libur akhir pekan bisa sampai 1.500 pengunjung. Maka untuk momen libur Nataru nanti, kami prediksi ada peningkatan hingga 25 persen. Sehingga kami berharap, kondisi cuaca saat libur Nataru kondusif karena aspek ini juga mempengaruhi," jelasnya.

Sementara itu, salah seorang pengunjung asal Surabaya, Samsul Huda datang ke tempat wisata Coban Rondo dengan mengajak istri dan ketiga anaknya.

Ia mengaku sebenarnya sempat khawatir dengan kondisi cuaca ekstrem di Malang Raya yang rawan terjadi bencana.

"Tadi sebelum berangkat, saya cek informasi cuaca di wilayah Malang termasuk menghubungi saudara saya yang ada di Pujon. Ternyata hari ini kondisinya aman dan tidak hujan sama sekali, jadi tidak khawatir dan langsung berangkat ke sini," pungkasnya.

 

 

Sumber: SuryaMalang
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved