Pembunuhan Mahasiswi UMM
Tabiat Kontras Bripka AS Si Arogan yang Duda 3 kali dan Suyitno yang Tak Neko -Neko
Warga yang tinggal di lingkungan tempat tinggal masing-masing pelaku pembunuhan itu menggambarkan sikap sehari-hari keduanya yang kontras.
Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Dyan Rekohadi
Bripka AS selama ini sudah diberikan berbagai fasilitas oleh mertuanya, namun kini justru membunuh adik iparnya sendiri.
"Abah (Mertua Bripka AS) kalau di desa memang dikenal sultan. Karena banyak usahanya seperti dagang sembako, material bangunan, travel dan truk hingga jual beli tanah," tutur Felani.
Sementara kerabat korban, Agus Subiyanto menyebut setelah menikah dengan istrinya atau kakak kandung korban, Bripka AS dikaruniai 1 orang anak dan istrinya kini sedang hamil.
"Kalau tidak salah itu menikah sudah hampir 4 tahun. Kalau Bripka AS ini orang Kelurahan Patokan, Kecamatan Kraksaan, yang informasinya orang tuanya jual gorengan," ujar Agus.
Sedangkan di kalangan kepolisian, Bripka AS ini dikenal memiliki kepribadian arogan.
"Kalau dengar dari omongan ke omongan, katanya mantan anggota Brimob, makanya arogan. Selain itu, Bripka AS ini tidak hanya teman polisinya, teman luar yang bukan polisi juga menyebutnya PK (Penjahat Kelamin)," ujar seorang polisi yang enggan disebut namanya.
"Bahkan dulu pernah ada konflik sama saya, karena menjalin hubungan dengan mantan saya dan saya diminta untuk tidak menghubungi mantan saya lagi. Katanya sih karena dia terlanjur sayang," pungkasnya.
Baca juga: Ipar Adalah Maut, Polisi Bripka AS Habisi Nyawa Mahasiswi UMM, Polda Jatim Buru Sosok Pelaku Lain
Suyitno Hanya Pekerja Serabutan
Berbeda dengan Bripka AS yang dikenal memiliki tabiat negatif dan posisi sosial ekonomi yang mentereng, pelaku kedua, Suyitno yang ditangkap polisi pada Jumat (19/12/2025) kondisinya bertolak belakang.
Suyitno merupakan warga Blok Duren, Desa Kertosuko, Kecamatan Krucil, Kabupaten Probolinggo.
Tetangga Suyitno, Muhammad Azwar menyebut jika keseharian Suyit hanya bekerja serabutan, semua kerjaan pasti diambil, mulai dari bertani, jual durian, hingga jadi hansip dan sopir.
"Perekonomiannya juga menengah ke bawah, kasihan pokoknya. Banyak yang tidak menyangka, apalagi dia punya anak dua dan satunya masih kecil," ujar Azwar.
Baca juga: Breaking News Inilah Tampang Warga Sipil yang Bantu Bripka Agus Suleman Habisi Nyawa Mahasiswi UMM
Tertangkapnya Suyit sebagai pelaku kedua kasus pembunuhan FAN (21) Mahasiswi asal Desa/Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo itu membuat geleng kepala warga di lingkungannya.
Mengingat warga mengenal Suyit sebagai orang yang tak pernah neko-neko dan tidak pernah terlibat masalah hukum sebelumnya.
Namun kini ia malah terlibat kasus pembunuhan bersama dengan Bripka AS.
"Tidak ada yang menyangka pas dengan kabar kalau pelaku kedua ini dia (Suyitno). Di sini memang dikenal orang biasa, kemungkinan kalau terlibat ya pasti karena diiming-imingi sama pelaku utama (Bripka AS)," kata
"Kalau dari informasi warga desa, Suyit ini memang akrab sama dia (Bripka AS). Akrabnya itu karena gara-gara bisnis pupuk," pungkas Azwar.
Sejauh ini belum diketahui apa dan bagaimana peran Bripka AS maupun Suyitno dalam pembunuhan FAN.
Polisi masih mendalami keterangan keduanya sebelum mengungkap peran keduanya dalam kematian FAN.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/pembunuh-mahasiswi-UMM-punya-sikap-kontras.jpg)