Banjir Sidoarjo
Banjir Sidoarjo Semakin Parah Gegara Proyek Rumah Pompa Molor
Sebagian wilayah di Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo sudah kebanjiran sekira satu bulan belakangan. Utamanya di daerah Kedungbanteng dan sekitarnya
Penulis: M Taufik | Editor: Dyan Rekohadi
“Selama perpanjangan, kami juga kena denda. Itunganya 1/1.000 kali nilai proyek perhari. Artinya, setiap hari dendanya sekira Rp 7 juta, terus berjalan sampai proyek selesai,” kata Junaidi, perwakilan kontraktor saat ditemui di lokasi.
Dia berdalih keterlambatan ini karena banyak hal.
Selain faktor cuaca, sekarang ini material pesanannya juga belum datang karena penjualnya libur. Diperkirakan Senin baru tiba di lokasi.
“Kami mengajukan tambahan selama 50 hari kerja. Tapi kami prediksi, akhir Januari proyek ini bisa selesai. Setidaknya di bagian lantai akan kami selesaikan terlebih dulu. Kemudian bagian atasnya,” jawab Junaidi.
Baca juga: Angin Kencang di Prambon Sidoarjo Bikin Sejumlah Rumah Rusak dan Pohon Tumbang
Rumah Pompa Kedungbanteng Terdampak
Dari lokasi proyek pembangunan rumah pompa Kedungpeluk, Bupati Subandi bersama sejumlah pejabatnya bergeser ke rumah pompa di Kedungbanteng.
Di sana, mereka melihat langsung kondisi operasional yang terkendala.
Bupati sempat bertemu dengan sejumlah warga.
Mereka mengeluh sudah sekira satu bulan rumahnya kebanjiran. Warga juga berharap, operasional rumah pompa bisa dimaksimalkan supaya banjir segera surut.
Tapi sayang, air yang disedot di rumah pompa Kedungbanteng tidak dapat dialirkan dengan maksimal ke sungai.
“Karena aliran dari sungai ini tujuannya ke Kali Mbah Gepuk. Nah, lantaran di Kedungpeluk ditutup, kita tidak bisa maksimal mengalirkannya,” ungkap Kalaksa BPBD Sidoarjo Sabino Mariano.
Jika dipaksa maksimal, justru area banjir semakin luas. Air yang dikirim ke sungai itu malah akan meluber ke kawasan Kali Pecabean yang masuk wilayah Kecamatan Candi.
“Karena Kedungpeluk ditutup, kalau kita paksa mengalirkan air dari sini, kasihan daerah Kalipecabean. Malah parah kondisinya di sana,” lanjutnya.
Dapur Umum Mulai Beroperasi
BPBD Sidoarjo mulai membuka dapur umum untuk membantu permakanan bagi warga terdampak banjir di kawasan Tanggulangin.
Dapur umum itu dibuka di sebelah Masjid Al-Abror di Desa Kalidawir.
“Mulai hari ini dapur umum beroperasi. Petugas BPBD bersama para relawan sudah bekerja sejak pagi tadi. Kita masak dua kali sehari, dan setiap masak kita sediakan 2.000 porsi makanan,” kata Kalaksa BPBD Sidoarjo Sabino Mariano.
| Banjir di Sidoarjo, Sejumlah Wilayah di Sidoarjo Masih Tergenang Setelah Hujan Deras Semalam |
|
|---|
| Banjir di Sidoarjo Paksa Ratusan Warga Kecamatan Tanggulangin Mengungsi, 2 Sekolah Terendam |
|
|---|
| Penyebab Banjir di Candi Sidoarjo Awet, Kontur Tanah Rendah dan Pendangkalan Sungai Faktor Utama |
|
|---|
| Gotong Royong Setelah Sidoarjo Banjir, Pejabat, TNI, dan Polri Ikut Kerja Bakti Bersihkan Sungai |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/Rumah-pompa-Kedungpeluk-di-Kecamatan-Tanggulangin-Sidoarjo.jpg)