Jumat, 24 April 2026

Banjir Sidoarjo

Banjir Sidoarjo Semakin Parah Gegara Proyek Rumah Pompa Molor

Sebagian wilayah di Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo sudah kebanjiran sekira satu bulan belakangan. Utamanya di daerah Kedungbanteng dan sekitarnya

Penulis: M Taufik | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM/M Taufik
PARAH –Proyek pembangunan rumah pompa Kedungpeluk, di Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, Sabtu (27/12/2025). Proyek itu berjalan sangat lambat, dan berdampak semakin parahnya banjir di sana. 

Ringkasan Berita:
  • Banjir di Sidoarjo khususnya di sejumlah lokasi seperti kecamatan Tanggulangin belum surut hingga sebulan
  • Banjir semakin parah gara-gara proyek pembangunan rumah pompa di Kedungpeluk yan g tak kunjung selesai
  • Proyek rumah pompa itu menutup aliran Kali Mbah Gepuk, sungai besar yang menjadi aliran utama ke laut. 
  • Dapur umum mulai dijalankan untuk membantu warga, korban banjir

 

SURYAMALANG.COM, SIDOARJO – Banjir di Sidoarjo bisa dikatakan semakin parah .

Sebagian wilayah di Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo sudah kebanjiran sekira satu bulan belakangan. Utamanya di daerah Kedungbanteng dan sekitarnya. 

Beberapa wilayah sempat surut kemudian banjir lagi, beberapa lainnya banjirnya awet sebulan belakangan.

Data di BPBD Sidoarjo tercatat ada 7.146 rumah warga di Tanggulangin yang terendam banjir hingga Sabtu (27/12/2025).

Jumlah itu tersebar di Desa Kedungbanteng 935 rumah, Banjarasri 753 rumah, Banjarpanji 437 rumah, Kalidawir 805 rumah, Gempolsari 687 rumah, Penatarsewu 567 rumah, dan Desa Kalitengah sebanyak 2.962 rumah.

“Sudah satu bulan rumah kami kebanjiran. Sempat surut seminggu, lalu banjir lagi saat hujan deras mengguyur,” keluh Nuril, warga Kedungbanteng saat berbincang dengan Surya, Sabtu siang.

Baca juga: Banjir di Sidoarjo Semakin Parah Karena Air Laut Pasang, Kerahkan Pompa Portable

Selain itu rumah-rumah warga, banjir juga menggenangi dua sekolah TK, satu SD, dan satu SMP.

Banjir juga merendam sejumlah jalan desa, dan ratusan hektar area pertanian di sana.

Ketinggian air beragam, dari 20 centimeter sampai 50 centimeter.   

Penyebabnya, hujan mengguyur dengan intensitas tinggi beberapa waktu terakhir.

Sementara kondisi kawasan itu mengalami land subsidence (penurunan muka tanah).

Banjir semakin parah gara-gara proyek pembangunan rumah pompa di Kedungpeluk.

Rumah pompa itu dibangun dengan maksud mengendalikan aliran air sungai.

Tepatnya Kali Mbah Gepuk, sungai besar yang menjadi aliran utama ke laut.

Sumber: SuryaMalang
Halaman 1/4
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved