Selasa, 5 Mei 2026

Jember

Imbas Antrean BBM di SPBU Jember, Pengecer Jual Pertalite Tembus Rp 16 Ribu Perliter

Antrean panjang pembelian BBM di SPBU Jember memicu kelangkaan pertalite dan pertamax di tingkat pengecer. Dijual Rp 16 ribu perliter.

Tayang:
Editor: Frida Anjani
SURYAMALANG.COM/Imam Nawawi
Imam Nawawi ANTRE - Suasana di SPBU depan pasar Sabtuan Kelurahan Tegalbesar Kecamatan Kaliwates Jember, Jawa Timur, Jumat malam (6/3/2026) Dampak Antrean BBM di SPBU Jember membuat pengecer menjual pertalite hingga Rp 16 ribu perliter. 

Ringkasan Berita:
  • Antrean panjang pembelian BBM di SPBU Jember memicu kelangkaan pertalite dan pertamax di tingkat pengecer. 
  • Kondisi ini membuat harga jual di pengecer melonjak hingga Rp16 ribu per liter. 
  • Meski mahal, masyarakat tetap memburu bahan bakar tersebut karena kebutuhan mendesak. 

 

SURYAMALANG.COM, JEMBER - Panic buying BBM di Jember berdampak pada kenaikan harga pertalite dan pertamax di pengecer.

Sejumlah pedagang kecil menjual pertalite hingga Rp16 ribu per liter, bahkan ada yang mencapai Rp25 ribu.

Pertamina membatasi pembelian untuk kendaraan roda dua maksimal 10 liter.

Kebijakan ini diharapkan mampu mengurai antrean panjang di SPBU.

Pertalit Langka di Pengecer

Antrean pembelian bahan bakar minyak (BBM) di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Jember, Jawa Timur mengakibatkan kekosongan stok pertalite dan pertamax di tingkat pengecer.

Panic buying dilakukan masyarakat itu, mengakibatkan beberapa pengecer terpaksa menaikan harga penjualan pertalite dan Pertamax di Jember.

Penelusuran Tribun Jatim Network, di pengecer yang berjualan di seberang jalan depan DPRD Jember, pedagang kecil itu menjual satu liter pertalite Rp 16 ribu, Jumat malam (6/3/2026) pukul 20.00 WIB.

Meski tergolong mahal, BBM jenis tersebut tetap diburu pembeli. Terlihat hanya dua botol ukuran satu liter yang dipajang di pengecer tersebut.

"Terpaksa saya jual agak mahal, soalnya belinya sudah. Saya harus antre seharian untuk dapat bensin," kata pengecer tersebut.

Sementara itu, Ketua DPC Hiswana Migas Besuki Ikbal Wilda Fardana mengakui, ada kenaikan harga BBM ditingkat pengecer, bahkan kabarnya sebagian mereka menjual hingga Rp 25 ribu satu liternya.

"Kami mengimbau kepada oknum tengkulak yang sengaja menimbun dan memanfaatkan situasi kondisi, untuk kepentingan pribadi tidak melakukan itu. Karena kalau terbukti akan ditindak sesuai ketentuan hukum," tanggapnya, Sabtu (7/3/2026).

Stok BBM di Jember Aman

Menurutnya, jika ada yang menemukan pengecer menjual diatas kewajaran, hal itu dapat dilaporkan melalui saluran Wadul Gus'e maupun call center Pertamina 135.

"Sekali lagi, Stok BBM di Kabupaten Jember aman. Begitu juga pengiriman dan pendistribusian tidak ada kendala sama sekali. Masyarakat kami harapkan melakukan pembelian di SPBU," imbuh Ikbal.

Ikbal mengatakan, Pertamina juga membatasi pembelian BBM jenis pertalite bagi kendaraan roda dua, supaya antrean panjang SPBU bisa terurai hingga panic buying ini reda.

Sumber: SuryaMalang
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved