Surabaya
Jangan Panic Buying, Pemprov Jatim Pastikan Stok BBM dan LPG Aman Selama Libur Lebaran 2026
Jangan Panic Buying, Pemprov Jatim Pastikan Stok BBM dan LPG Aman Selama Libur Lebaran 2026
Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: Eko Darmoko
Ringkasan Berita:
- Ketersediaan BBM dan LPG dipastikan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat, termasuk jika sampai ada lonjakan permintaan
- Pemprov Jatim memastikan stok BBM maupun LPG aman menjelang Idulfitri 2026, bahkan hingga libur Lebaran selesai
- Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jatim, Aris Mukiyono menegaskan bahwa kondisi stok energi di Jatim masih dalam batas aman, baik untuk BBM bersubsidi maupun non-subsidi
SURYAMALANG.COM, SURABAYA – Pemprov Jatim memastikan stok BBM maupun LPG aman menjelang Idulfitri 2026, bahkan hingga libur Lebaran selesai.
Ketersediaan BBM dan LPG dipastikan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat, termasuk jika sampai ada lonjakan permintaan.
Untuk itu pihaknya mengimbau masyarakat tenang dan tak melakukan panic buying untuk BBM maupun LPG.
Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jatim, Aris Mukiyono menegaskan bahwa kondisi stok energi di Jatim masih dalam batas aman, baik untuk BBM bersubsidi maupun non-subsidi.
“Kami pastikan stok BBM di Jawa Timur dalam kondisi aman dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadan hingga Idul Fitri."
"Tak perlu khawatir apalagi panic buying,” ujar Aris Mukiyono kepada SURYAMALANG.COM, dalam diskusi media, Rabu (18/3/2026).
Berdasarkan proyeksi distribusi energi dari Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, ketahanan stok BBM di Jatim berada pada level aman dengan rata-rata cadangan dengan coverage days bervariasi di atas batas minimal.
Baca juga: Pemkot Surabaya Buka Jasa Penitipan Hewan di Puskeswan, Pemudik Bisa Tenang saat Menitipkan Hewannya
Stok Pertalite tercatat memiliki ketahanan sekitar 8 hingga 12 hari, Pertamax 8,5 hingga 16 hari, serta Solar/Biosolar 4,1 hingga 9,3 hari.
Sementara itu, untuk jenis BBM non-subsidi lainnya, Pertamina Dex memiliki ketahanan stok sekitar 9 hingga 15 hari dan Pertamax Turbo berkisar 3,9 hingga 10,5 hari.
Adapun untuk Avtur berada di kisaran 9 hingga 20 hari dan minyak tanah (kerosene) sekitar 4,4 hingga 15,3 hari.
Di sektor LPG, ketersediaan juga dipastikan aman dengan ketahanan stok mencapai 7,8 hingga 16,7 hari. Angka tersebut dinilai cukup untuk mengantisipasi peningkatan konsumsi rumah tangga selama Ramadan.
Aris menjelaskan, pihaknya terus melakukan pemantauan berkala bersama Pertamina dan stakeholder terkait guna memastikan distribusi energi berjalan lancar dan tepat sasaran.
Baca juga: Arus Mudik di Malang Masih Normal, Polisi Prediksi Lonjakan Volume Kendaraan pada 19 Maret 2026
“Kami terus mengecek stok secara rutin bersama penyalur agar layanan energi kepada masyarakat tetap optimal,” katanya.
Untuk mendukung distribusi, Jatim ditopang infrastruktur energi yang luas, meliputi 1.482 SPBU, 900 Pertashop, serta 1.296 agen LPG yang tersebar di berbagai daerah. Selain itu, Satuan Tugas RAFI juga disiagakan untuk memastikan kelancaran pasokan hingga masa puncak Lebaran.
“Kebutuhan energi di Jawa Timur cukup besar, sehingga distribusi harus dijaga agar tetap lancar dan merata,” tegasnya.
| Ratapan Suami Gagal Selamatkan Istri saat Kebakaran Ruko Surabaya, Sudah Guyur Badan Tak Tembus Api |
|
|---|
| Wanita Jerman Jadi Korban Jambret di Kota Lama Surabaya, iPhone Amblas, Pelaku Sukses Dibekuk Polisi |
|
|---|
| Mulai Juni 2026, Pemprov Jatim Geser Jadwal WFH ASN dari Hari Rabu ke Jumat |
|
|---|
| Aksi Jambret HP Sasar Bocah di Surabaya: Korban Syok dan Demam Usai Jatuh, Polisi Cek TKP |
|
|---|
| Komplotan 'Bapak-Bapak' di Sawahan Surabaya Jambret Kalung Emas Rp7 Juta, Ditarik dari Leher |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/Kepala-Dinas-ESDM-Jatim-Aris-Mukiyono-menjelaskan-bahwa-stok-BBM-dan-LPG-aman.jpg)