Sabtu, 2 Mei 2026

Pamekasan

Oknum Kiai Ditangkap Usai Bacok Warga di Pamekasan, Motif Diduga Soal Asmara

Polres Pamekasan menetapkan AD, oknum kiai asal Proppo, sebagai tersangka kasus pembacokan di Desa Rek Kerrek. Motif diduga soal asmara.

Tayang:
Editor: Frida Anjani
SURYAMALANG.COM/ISTIMEWA
PEMBACOKAN - Polres Pamekasan saat menunjukkan barang bukti berupa senjata tajam jenis celurit dalam kasus penganiayaan oleh oknum kiai di Desa Rek Kerrek, Kecamatan Palengaan, Kabupaten Pamekasan, Madura, Kamis (19/3/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Polres Pamekasan menetapkan AD, oknum kiai asal Proppo, sebagai tersangka kasus pembacokan di Desa Rek Kerrek.
  •  Insiden yang terjadi pada 14 Maret 2026 malam itu membuat korban AR (27) menderita luka parah akibat sabetan celurit. 
  • Pelaku sempat melarikan diri sebelum akhirnya ditangkap sehari kemudian di Kota Pamekasan
  • Polisi menyebut motif penyerangan berkaitan dengan persoalan pribadi yang dipicu kecemburuan.

 

SURYAMALANG.COM, PAMEKASAN - Seorang oknum kiai berinisial AD ditangkap polisi usai melakukan pembacokan terhadap warga di Pamekasan.

Korban, AR (27), mengalami luka serius setelah diserang dengan celurit pada Sabtu malam, 14 Maret 2026.

Penyelidikan mengungkap bahwa pelaku sudah lebih dulu mencari keberadaan korban sebelum insiden terjadi.

Motif aksi kekerasan ini diduga dilatarbelakangi rasa cemburu.

Kyai Bacok Warga

Kasus pembacokan yang terjadi di Desa Rek Kerrek, Kecamatan Palengaan, Kabupaten Pamekasan, Madura menemui titik terang, Kamis (19/3/2026).

Seorang pria berinisial AD, yang dikenal sebagai oknum kiai asal Desa Campor, Kecamatan Proppo, kini telah diamankan dan ditetapkan sebagai tersangka.

Peristiwa berdarah tersebut terjadi pada (14/3/2026) malan dan menimpa AR (27), warga setempat. 

Korban mengalami luka serius setelah diserang menggunakan senjata tajam jenis celurit.

KBO Satreskrim Polres Pamekasan, Iptu Herman Jayadi, mengatakan bahwa motif di balik aksi kekerasan itu dipicu persoalan pribadi.

"Aksi yang dilakukan pelaku didasari rasa cemburu terhadap korban. Sebelumnya pelaku memang mencari keberadaan korban," ujarnya.

Dari hasil penyelidikan, pertemuan antara pelaku dan korban di lokasi kejadian disebut terjadi secara tidak sengaja.

Namun, pelaku diketahui sudah lebih dulu berniat mencari korban sebelum insiden tersebut terjadi.

Saat berpapasan di jalan, pelaku langsung melakukan penyerangan menggunakan celurit.

"Tersangka sempat melarikan diri usai melakukan penganiayaan berat terhadap korban," terang Iptu Herman.

Sumber: SuryaMalang
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved