Kota Surabaya
Hari Pertama WFH ASN Pemprov Jawa Timur, Gubernur Khofifah Awasi Digital Presence
Hari pertama pelaksanaan WFH ASN di Jawa Timur berlangsung dengan pengawasan ketat dari Gubernur Khofifah.
Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: Frida Anjani
Ringkasan Berita:
- Hari pertama pelaksanaan WFH ASN di Jawa Timur berlangsung dengan pengawasan ketat dari Gubernur Khofifah.
- Ia meminta seluruh kepala dinas memastikan kedisiplinan pegawai meski bekerja dari rumah.
- ASN diwajibkan melakukan presensi digital dan tetap siaga untuk koordinasi kapan pun dibutuhkan.
- Khofifah menekankan WFH berbeda dengan WFA, sehingga ASN harus benar-benar bekerja dari rumah.
SURYAMALANG.COM, SURABAYA – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memastikan kebijakan WFH ASN tidak mengurangi kualitas pelayanan publik.
ASN tetap diwajibkan menjaga keterhubungan melalui sistem digital presence.
Pengawasan dilakukan tidak hanya pada kehadiran pegawai, tetapi juga efisiensi penggunaan fasilitas kantor.
Kebijakan ini juga menjadi langkah efisiensi anggaran dengan menekan konsumsi BBM dan operasional kantor.
Hari Pertama WFH ASN Pemprov Jatim
Pemerintah Provinsi Jawa Timur resmi menerapkan kebijakan Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) hari ini, Rabu (1/4/2026).
Di hari pertama pelaksanaan WFH, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memberikan sejumlah penelanan guna memastikan seluruh kinerja ASN pelayanan publik tetap optimal.
Meskipun bekerja dari rumah, seluruh ASN tetap wajib menjaga kedisiplinan dan keterhubungan, terutama melalui sistem digital presence.
“Saya pagi sudah menyampaikan di grup WhatsApp kepala dinas, saya minta semuanya hati-hati. Inspektorat juga saya minta mengirim tim untuk memastikan, meskipun WFH, bagaimana kondisi listriknya, bagaimana AC-nya, semua harus tetap termonitor,” ujar Khofifah, Rabu (1/4/2026).
Ia menjelaskan, pengawasan tidak hanya dilakukan pada kehadiran pegawai, tetapi juga pada penggunaan fasilitas kantor agar tetap efisien selama kebijakan WFH berlangsung.
Selain itu, Khofifah juga meminta (BKD) untuk memastikan seluruh ASN tetap melakukan absensi secara digital dari lokasi masing-masing.
“Pada dasarnya mereka tetap wajib digital presence. Artinya dari tempat masing-masing harus melakukan presensi. Dan yang paling penting, mereka tidak boleh menonaktifkan handphone. Tidak boleh dimatikan, sehingga kapan pun koordinasi dilakukan, mereka tetap terkoneksi,” tegasnya.
Khofifah menekankan bahwa kebijakan yang diterapkan adalah Work From Home (WFH), bukan Work From Anywhere (WFA). Oleh karena itu, ASN diminta benar-benar bekerja dari rumah dan tidak berpindah-pindah lokasi.
“Ini WFH, bukan WFA. Kalau work from anywhere itu bisa ke mana-mana. Kalau WFH berarti di rumah. Artinya tidak ada mobilitas yang berpotensi menambah penggunaan BBM,” jelasnya.
Menurutnya, penerapan WFH ini juga menjadi bagian dari upaya efisiensi anggaran, khususnya dalam menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) dan operasional kantor.
WFH ASN tiap Jumat
aturan ketat WFH ASN Jatim
WFH ASN Jatim
WFH ASN
Work From Home (WFH)
WFH
Pemprov Jatim
Jawa Timur
Khofifah Indar Parawansa
meaningful
SURYAMALANG.COM
| Update Demo 3000 Ojol dari Malang sampai Ngawi Tumpah di Surabaya, Tagih Tarif Rp3.800 Per Km |
|
|---|
| Kapolrestabes Surabaya Kombes Luthfie Heran Aksi Gangster Bercelurit tapi Tak Tahu Siapa Musuhnya |
|
|---|
| FKG Unair Tembus Peringkat 51–100 Dunia Versi, Masuk 5 Besar se-Asia |
|
|---|
| Gubernur Khofifah Sambut Hangat Warga Saat Riyayan Idul Fitri 1447 H di Gedung Negara Grahadi |
|
|---|
| Sholat Idul Fitri di Masjid Al Akbar Surabaya, Khofifah dan Emil Hadir Bersama Keluarga |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/Gubernur-Jawa-Timur-Khofifah-Indar-Parawansa-saat-diwawancara-terkait-hari-pertama-WFH.jpg)