Jumat, 24 April 2026

Lumajang

Erupsi Gunung Semeru Berupa Awan Panas Guguran Berjarak 4,5 Kilometer dari Kawah

Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, menunjukan aktivitas erupsi pada Selasa (7/4/2026).

Editor: Eko Darmoko
ISTIMEWA
AKTIVITAS ERUPSI - Aktivitas Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Selasa (7/6/2026). Terpantau muncul awan panas guguran berjarak 4,5 kilometer dari kawah. 
Ringkasan Berita:
  • Aktivitas erupsi Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, terpantau pada Selasa (7/4/2026)
  • Pada pukul 17:30 WIB, muncul awan panas guguran dengan jarak luncur 4500 meter alias 4,5 kilometer dari kawah yang mengarah ke tenggara (Besuk Kobokan)
  • Tinggi kolom abu teramati sekitar 2.000 meter di atas puncak, sekitar 5.676 meter di atas permukaan laut

Laporan Imam Nawawi

SURYAMALANG.COM, LUMAJANG - Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, menunjukan aktivitas erupsi pada Selasa (7/4/2026).

Hasil pengamatan Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Semeru pada pukul 17:30 WIB, muncul awan panas guguran dengan jarak luncur 4500 meter alias 4,5 kilometer dari kawah yang mengarah ke tenggara (Besuk Kobokan).

"Tinggi kolom abu teramati sekitar 2.000 meter di atas puncak, sekitar 5.676 meter di atas permukaan laut," ucap Petugas PPGA Semeru Liswanto melalui keterangan tertulis.

Menurutnya, kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah timur laut dan timur.

"Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 27 mm dan durasi sekitar 7 menit 23 detik," paparnya.

Saat ini, gunung berapi tertinggi di Jawa itu berada pada status level III alias siaga.

Baca juga: Erupsi Gunung Semeru Luncurkan Awan Panas ke Arah Tenggara, Jarak Luncur 2,5 Km, Warga Masih Aman

Liswanto merekomendasi warga untuk tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak.

"Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak," katanya.

Selain itu, dia juga meminta warga juga tidak beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah/puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar).

"Mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru."

"Terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan," imbaunya.

Baca juga: Gaji PPPK Paruh Waktu Lumajang di Ujung Tanduk, Pemkab Ambil Anggaran Lewat Belanja Barang dan Jasa

Sumber: SuryaMalang
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved