Selasa, 28 April 2026

Surabaya

Pertaruhan Status UNESCO Global Geopark Ijen: Khofifah Panggil Dua Bupati, Kejar Status Green Card

Jelang revalidasi UNESCO Global Geopark tahun 2026, Gubernur Khofifah melakukan persiapan demi status internasional Geopark Ijen.

SURYAMALANG.COM/Habibur Rohman
STATUS INTERNASIONAL IJEN - Pengunjung harus bergantian meniti jalanan batu dengan para penambang belerang di Kawah Ijen, Jawa Timur, Minggu (7/12/2014). Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bergerak cepat mengamankan status internasional kawasan Ijen menjelang proses revalidasi UNESCO Global Geopark (UGG) pada 2026 mendatang. 

Ringkasan Berita:
  • Gubernur Khofifah menekankan revalidasi Geopark Ijen bukan sekadar formalitas, melainkan evaluasi perkembangan dan capaian sejak penetapan awal. 
  • Hasil penilaian tersebut akan menentukan posisi Geopark Ijen dalam jaringan UGG, apakah mendapatkan Green Card (dipertahankan), Yellow Card (perbaikan), atau Red Card (pencabutan). 
  • Khofifah berharap sinergi antara Banyuwangi dan Bondowoso dapat mengamankan status Green Card yang berdampak strategis pada investasi, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bergerak cepat mengamankan status internasional kawasan Ijen menjelang proses revalidasi UNESCO Global Geopark (UGG) pada 2026 mendatang.

Dalam pertemuan strategis yang melibatkan Bupati Banyuwangi dan Bupati Bondowoso, Khofifah menegaskan seluruh pemangku kepentingan harus bersiap menghadapi evaluasi ketat demi mempertahankan status Green Card.

Langkah ini dinilai krusial, mengingat pengakuan UNESCO bukan sekadar simbol prestise, melainkan motor penggerak investasi, wisata minat khusus, hingga pemberdayaan ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat di wilayah Banyuwangi dan Bondowoso.

Sinergi Banyuwangi dan Bondowoso

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa secara khusus mengundang Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani dan Bupati Bondowoso Abdul Hamid Hakim untuk melakukan diskusi mendalam terkait persiapan revalidasi UNESCO Global Geopark (UGG) kawasan Geopark Ijen.

Khofifah menjelaskan, revalidasi merupakan proses evaluasi menyeluruh yang wajib dilaksanakan setiap empat tahun untuk memastikan pengelolaan geopark tetap memenuhi standar internasional yang ditetapkan UNESCO.

Baca juga: 5 Proyek Raksasa Infrastruktur Jatim 2027: Dari Jalur Pansela Hingga Kereta Listrik Jerman

“Pemprov Jatim memberi atensi besar revalidasi UNESCO Global Geopark sebab Geopark Ijen telah melalui siklus penuh pengakuan internasional serta memastikan kualitas yang berkelanjutan melalui revalidasi tahun 2026,” ujarnya, Rabu (15/4/2026).

Khofifah menekankan pentingnya kesiapan yang matang dari seluruh pemangku kepentingan.

Pasalnya, aspek yang dinilai dalam revalidasi tidak hanya kondisi eksisting, tetapi juga perkembangan dan capaian yang telah dilakukan sejak penetapan sebelumnya.

Penentuan Status Green Card dan Dampak Strategis

Hasil evaluasi tersebut nantinya akan menentukan status Geopark Ijen dalam jaringan UGG, yakni Green Card atau status dipertahankan, Yellow Card atau perlu perbaikan dalam dua tahun, atau Red Card yang berarti pencabutan dari jaringan.

“Kami ingin melihat langsung progres dan kesiapan seluruh pemangku kepentingan saat asesor melakukan penilaian,” ungkapnya.

Baca juga: Pemkot Malang Serius Perbaiki Jalan Pasar Gadang, Pedagang Diminta Pindah Paling Lambat 25 April

Lebih lanjut, Khofifah menyampaikan capaian status Green Card tidak hanya menjadi simbol pengakuan internasional, tetapi juga memiliki dampak strategis terhadap peningkatan kunjungan wisata minat khusus, peluang investasi, pertumbuhan ekonomi masyarakat, serta pelestarian lingkungan dan budaya di kawasan Geopark Ijen.

“Dengan semangat gotong royong dan komitmen yang kuat, kami tidak sekadar mempertahankan status UNESCO Global Geopark tetapi menjadikannya model geopark berkelanjutan tingkat global,” tegasnya.

Dampak Nyata bagi Masyarakat Lokal

Khofifah juga mengharapkan dukungan berkelanjutan dari seluruh pihak, baik pemerintah daerah, akademisi, pelaku usaha, maupun masyarakat.

Baca juga: Temuan Baru Pungli Tumpak Sewu: Satu Pelaku Asal Malang Positif Narkoba, Langgar Izin BUMDes

Hal ini mengingat keberadaan Geopark Ijen telah memberikan dampak nyata, khususnya dalam aspek pemberdayaan masyarakat, pengembangan pendidikan, pelestarian budaya, serta kegiatan penelitian di wilayah Banyuwangi dan Bondowoso.

“Dari sisi pemberdayaan masyarakat, pendidikan, kebudayaan, penelitian Ijen geopark sangat berdampak bagi masyarakat Banyuwangi dan Bondowoso,” pungkasnya.

Ikuti saluran SURYA MALANG di >>>>> News.google.com

Sumber: SuryaMalang
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved