Sabtu, 6 Juni 2026

Bangkalan

Jangan Buka Ompreng! Pengumuman dari Pengeras Suara Sekolah di Bangkalan saat Terjadi Keracunan MBG

Jangan Buka Ompreng! Pengumuman dari Pengeras Suara Sekolah di Bangkalan saat Terjadi Keracunan MBG

Tayang:
Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Eko Darmoko
ISTIMEWA
DIDUGA KERACUNAN MBG - Siswa SMPN Blega, Kabupaten Bangkalan, mendapatkan perawatan medis di puskesmas setempat karena diduga keracunan menu MBG, Senin (20/4/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Diduga keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG), siswa dan guru di Bangkalan, Madura, dibawa ke Puskesmas karena pusing dan muntah
  • Insiden ini pun viral di media sosial, sejumlah video tentang guru dan siswa dirawat di Puskesmas Blega, Bangkalan, beredar di WhatsApp

SURYAMALANG.COM, BANGKALAN - Siswa dan guru dibawa ke Puskesmas setempat setelah menderita pusing dan muntah diduga keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG), Senin (20/4/2026).

Sejumlah video tentang guru dan siswa dirawat di Puskesmas Blega, Bangkalan, beredar di sejumlah grup WhatsApp menjelang waktu sore.

Informasi dugaan keracunan menu MBG sampai juga di meja Satgas MBG Pemkab Bangkalan, Dr Bambang Budi Mustika.

Bahkan tadi malam, Bambang langsung berkoordinasi dengan tim surveilans yang terdiri dari Puskesmas Blega dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bangkalan.

"Kejadian ini masih dalam tahap penyelidikan epidemologi oleh petugas Puskesmas dan maupun Dinkes."

"Jadi kami tidak boleh berprasangka buruk, apakah ini murni MBG atau penyebab-penyebab yang lain, tim kami sudah turun untuk melaksanakan wawancara," ungkap Bambang kepada SURYAMALANG.COM, Selasa (21/4/2026).

Baca juga: Sampah dari Dapur SPPG di Sampang Madura Tembus 9,24 Ton per Hari, Aturan Belum Dijalankan Maksimal

Ia memaparkan, kronologi siswa dan seorang guru yang bertindaksebagai PIC menu MBG di SMPN Blega mendadak pusing dan muntah berawal dari kedatangan ompreng-ompreng berisi menu MBG.

Setelah dibuka, PIC sekolah sudah menaruh curiga pada sajian sayur buncis, jagung, serta nuget.

Namun keberadaan ompreng sebagian besar sudah terdistribusi ke kelas-kelas.

"Setelah PIC sekolah mencicipi, ternyata langsung pusing."

"Seketika itu salah seorang guru langsung mengumumkan melalui pengeras suara, 'Ompreng Jangan Sampai Dibuka'."

"Tak mungkin diumumkan door to door ke setiap kelas, sehingga dimungkinkan ada dua siswa membukanya, entah lapar atau bagaimana, sehingga mencicipi juga dan langsung pusing hingga muntah," papar Bambang.

Tim Surveilans Gelar Tracing ke Sekolah-sekolah Penerima Manfaat

Bambang menjelaskan, PIC sekolah yang dilarikan ke Puskesmas Blega setelah menderita pusing sudah boleh pulang pada Senin Sore.

Sementara satu siswa tidak sampai masuk Puskesmas dan satu siswa lainnya terpaksa opname untuk mendapatkan perawatan medis.

"Insya Allah satu siswa itu hari ini sudah bisa pulang."

Sumber: SuryaMalang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved