Minggu, 31 Mei 2026

Tulungagung

41 Sapi Kurban di Trenggalek dan Tulungagung Kena Cacing Hati, Ini Kata Petugas

Petugas menemukan 41 ekor sapi kurban di Trenggalek dan Tulungagung positif terinfeksi cacing hati, bahkan ada yang organ hatinya sampai membiru.

Tayang:
Dok Disnakkan Trenggalek/SURYAMALANG.COM/David Yohanes
CACING HATI HEWAN - Temuan sampling (KIRI) Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Trenggalek terhadap daging hewan kurban yang terkena cacing hati, Kamis (28/5/2026). Petugas memeriksa kesehatan sapi kurban (KANAN) dari Presiden Prabowo yang disalurkan di Masjid Syariful Mutaqin di Desa/Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, Selasa (26/5/2026) lalu. 

Ditanya mengenai penyebab, perempuan berkacamata ini mengaku sebenarnya jika hewan makan rumput, seharusnya pakan tersebut dibiarkan terlebih dahulu, yaitu dengan cara dijemur sebentar agar cacing yang bertelur membuat telurnya mati.

"Jadi di pucuk-pucuk daun rumputnya itu biasanya bisa termakan oleh sapi," bebernya.

Ririn mengatakan, Disnakkan Trenggalek sendiri selalu siap apabila dibutuhkan oleh takmir masjid dan mushola untuk pemeriksaan kondisi hewan kurban.

"Pemeriksaan ante dan post mortem selalu kita kalau ada yang memerintahkan untuk di periksa pasti kita akan datangi," tandasnya.

Kasus Serupa di Tulungagung

Kondisi serupa juga terjadi di wilayah tetangga.

Petugas kesehatan hewan yang ditugaskan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kabupaten Tulungagung menemukan cacing hati pada tujuh sapi kurban.

Selain itu, ada satu ekor sapi yang organ hatinya membiru sehingga dinyatakan tidak layak konsumsi.

Kabid Kesehatan Masyarakat, Veteriner, dan Kesejahteraan Hewan DPKH Kabupaten Tulungagung, Eersthanty Novelita menyatakan, secara umum semua daging kurban dinyatakan layak konsumsi.

Baca juga: Iduladha 2026, Warga Kota Batu dapat 2 Sapi Jumbo dari Presiden Prabowo dan 8 Sapi dari Forkopimda

“Hanya organ hati yang bermasalah itu tidak boleh dikonsumsi. Namun daging lainnya masih layak konsumsi,” jelasnya, Kamis (28/5/2026).

Guna memaksimalkan pengawasan, DPKH Tulungagung mengerahkan 30 dokter hewan dari 7 Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) yang ada.

Selain itu, ada 30 dokter hewan lain yang bergabung dalam Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) yang juga digandeng untuk melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban.

Para petugas kesehatan hewan ini telah menerima pembekalan sebelum pelaksanaan kurban Iduladha.

“Pemeriksaan meliputi ante mortem (saat masih hidup) and post mortem (setelah penyembelihan). Mereka disebar di seluruh wilayah di Kabupaten Tulungagung,” sambung Eersthanty Novelita.

Temuan pertama ada di salah satu rumah pemotongan hewan (RPH) yang juga dipakai menyembelih hewan kurban.

Dari 21 ekor sapi yang dipotong, satu di antaranya ditemukan organ hatinya membiru.

Sumber: SuryaMalang
Halaman 2/3
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved